Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 34. Sangat Beruntung Memiliki


__ADS_3

Aku sangat salah dengan dia, sekarang aku harus apa?


Seharusnya aku tidak begini sama dia, tapi entah kenapa sikap aku sekarang ini sangat tidak senang!


Aku melihat ada raut wajah kecewa dan sedih yang aku lihat!.


Hati aku langsung terenyuh saat dia kecewa seperti itu, aku memang istri yang tidak berguna, biasa-biasa nya aku membuat suasana hati mas devan tidak baik.


Ya Allah berdosa kah aku?


"Aku istri tidak sempurna mas, maafin aku! lirihku


Mata ini sudah basah karena air mataku, aku harus gimana?


Kini aku juga ikut ke dalam mencari mas devan dan juga alesha, aku menemukan mereka yang lagi duduk di anak tangga.


"Kenapa mereka duduk di sana? aku bertanya-tanya


Aku menghampiri mereka alesha sedang berdiri di belakang mas devan, ia memegangi pundak papi nya sebagai tumpuan nya.


Melihat mereka berdua membuat hati jadi senang, sangat jarang melihat mereka berdua akur seperti ini.


Biasanya alesha sering nangis bersama papi nya.


"Hai! ujar ku


Kenapa aku jadi canggung begini saat di lihat oleh mas devan dengan tatapan dingin?


"Mami boleh ikut duduk nggak? tanya ku


Mas devan tidak bergeming sedikitpun, aku duduk saja di dekat mas devan, kebetulan di sebelah nya masih ada ruang yang kosong.


Dia hanya diam saja tanpa pergerakan sedikitpun, ia malah tidak mengajak aku bicara.


"Alesha sini sayang sama papi! ujar nya, sekarang ini alesha lagi bersama dengan ku.


"Papi kamu manggil tuh! ujar ku


Alesha pergi ke tempat papi nya, seperti tadi lagi alesha memegangi pundak papinya.


Aku juga ikut diam kalau aku ajak dia bicara yang ada aku malah di cuekin.


"Bicara atau nggak ya? batin ku


"Mas! ujar ku dengan sangat hati-hati


Dia tidak menghiraukan aku, ia hanya bermain dengan alesha.


"Alesha...sini sayang! ujar nya mengambil alesha yang berdiri di belakang nya


"Mas maafin aku! ujar ku


Aku menghampiri nya memang berniat untuk minta maaf, tapi dia tidak menerima maaf ku, boro-boro di maafin dia aja tidak merespon ucapan aku.


Melihat aku saja tidak!


"Mas...maafin aku! ujar ku


Dia tidak melihat aku sedikit pun, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja supaya dia mau maafin aku.


"Temenin papi mau nggak?


"Temenin papi ke dapur ya, papi mau buat kopi! ujar nya mengajak alesha ke dapur.

__ADS_1


"Biar aku aja yang buat mas! ujar ku menawarkan bantuan.


Dia tidak merespon dan tidak melihat aku, kini mereka berdua menuju dapur.


Tangan alesha di bimbing oleh mas devan, putri kecilku itu hanya menurut saja dengan papi nya.


"Aduh, terus aku gimana dong?, kalau mas devan sudah seperti itu sangat sulit untuk di bujuk!


Aku juga mengikuti mereka ke dapur, ku lihat dia sedang memasukkan kopi berserta gula ke cangkir kopi.


Pantau saja dari sini dulu, aku sedang bersembunyi di sebalik dinding.


Dia menuangkan air panas ke cangkir kopi nya, aku melihat alesha yang tidak mau tenang di gendong mas devan.


Kalau alesha tidak mau tenang di gendong papi nya, yang ada mas devan terkena tumpahan air panas ke kaki nya.


Alesha dari tadi tidak mau tenang, aku buru-buru ke sana untuk membantu mas devan.


"Alesha tenang ya papi lagi tuang air panas! ujar nya


"Pap-pi...papi...! oceh alesha memukul-mukul pipi papi nya


"Alesha! ujar nya


Aku melihat air panas yang ada dalam termos itu sudah hampir tumpah, karena ia memegang nya tidak terlalu kuat.


"Mas awas! ujar ku


"Gyurr!


"Aaakhh...!


Alhasil aku terkena tumpahan air panas, aku langsung pergi ke wastafel untuk menguyur tanganku menggunakan air dingin.


Mas devan melepaskan alesha dari gendongan nya, ia meletakkan alesha di bawah terlebih dahulu.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan? tanya nya sangat cemas


Aku tidak menjawabnya karena aku susah payah menahan rasa sakit tersiram air panas.


Untung tidak alesha yang terkena air panas atau mas devan.


"Kamu kenapa menghadangnya, biar aja mas yang terkena air panas! ujar nya meniup tangan ku


"Sakit mas! lirih ku


"Ke dokter ya! ujar nya


"Bik imah! panggil nya


Tidak lama bik imah keluar dari pintu belakang, "iya tuan ada yang bisa saya bantu?


"Jagain alesha ya bik, aku sama Siti ke rumah sakit dulu! ujar mas devan


"Siapa yang sakit tuan? tanya bik imah


"Ini tangan siti tersiram air panas! ujar nya


"Astagfirullah...!


"Jagain alesha ya bik! ujar mas devan


Lalu mas devan mengendong aku, bikin malu aku aja mas devan ini, tangan ku yang sakit malah aku di gendong.

__ADS_1


"Mas tangan aku yang sakit bukan kaki ku! ujar ku


"Jangan banyak ngoceh! ujar nya


....


Demi menyelamatkan aku ia malah melukai diri nya sendiri!, pasti ia menahan rasa sakit itu, tapi ia tidak melihat kan ke aku kalau dia kesakitan.


"Sakit? tanya ku


Dia mengangguk kecil seraya mengipas-ngipas tangan nya yang sakit itu.


"Ssss...sakit! lirih nya


Aku melajukan mobil dengan kecepatan maksimal, tidak tega melihat nya seperti itu, aku juga salah ngapain juga aku gendong alesha saat membuat kopi tadi!


Seharusnya aku tidak mengendong alesha tadi, dan sekarang Siti lah yang menjadi korban nya.


"Kamu kenapa mau menjadi penghadang aku, biarkan saja aku yang terkena air panas! ujar ku sangat merasa bersalah


Dia menatap aku seraya tersenyum, aku melihatnya jadi tambah bersalah, sudah kesakitan begitu tapi dia tetap memaksakan senyum nya, terlihat jelas dari wajah nya menahan sakit!


"Maafin aku sayang! ujar ku


"Kamu tidak perlu minta maaf, yang salah aku bukan kamu!


"Maafin aku ya yang tadi itu!, kamu mau kan maafin aku? tanya nya


"Sudah yang tadi itu jangan di bahas lagi, yang penting sekarang ini kesembuhan tangan kamu! ujar ku


Sebenarnya tadi itu aku hanya ingin menghukum dia dengan cara mendiami dia, tapi dengan kelalaian ku semuanya jadi berantakan dan malah menjadi fatal akibatnya!


Kamu istri yang sangat baik sayang, kamu rela mengorbankan diri kamu, sekecil apapun itu, tapi ini sangat berharga bagi aku, maafin aku sayang telah membuat tangan kamu terkena air panas.


Kami telah sampai di rumah sakit, Siti masih menghembus tangan nya.


Aku merangkul pundak nya seraya mengelus-elus nya untuk memberi ketenangan dan membantu melupakan rasa sakit itu.


"Panas banget rasanya mas! ujar nya dengan ekspresi wajah kesakitan.


"Besok-besok jangan ulangi lagi ya! ujar ku


"Kalau menyangkut kamu dan alesha apapun itu akan aku lakukan, nyawa pun taruhannya aku akan lakukan itu, asalkan kamu dan anak kita tidak kenapa-napa! ujar nya


Aku terdiam sejenak segitunya istriku sangat menyayangi aku dan anak kami, kamu istri yang baik sayang dan sempurna, aku sangat beruntung memiliki kamu!


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2