Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 29. (POV Akifah) Merasa Bimbang


__ADS_3

Dari tadi aku masih teleponan dengan mas devan, ia menemani aku saat aku menceritakan semua keluh kesah ku.


"Sudah ya kamu jangan memikirkan hal tidak-tidak lagi, aku kan pernah bilang kalau aku lama baliknya kamu bisa jemput aku, tapi kalau aku Pulang nya cepat!


Mas devan tidak melanjutkan ucapan nya aku mendengar suara nya lagi terkikik, aku tau lanjutan dari ucapan nya itu.


Pasti dia menagih hadiah yang ia inginkan itu, sudah berkali-kali aku bilang tapi ia tetap aja ngotot!


"Udah deh mas omongan kamu pasti ngawur terus, hadiah melulu yang kamu tagih dari aku, gimana caranya aku kasih kamu hadiah yang itu? ujar ku


"Iya iya aku bercanda jangan marah gitu ah aku nggak suka kalau kamu ngambek!


Dia gimana sih? kalau nggak suka aku ngambek ngapain gangguin aku!.


"Bobok sana biar aku yang temani kamu!


Dia menyuruh aku tidur sementara dia lah yang harus aku suruh tidur, sementara aku yang menganggu tidurnya.


"Seharusnya kamu bobok duluan mas! ujar ku


"Gimana kalau kita sama-sama tidur saja, kita biarkan saja panggilan telepon ini!


Ide yang bagus juga tapi sayangnya hp aku udah hampir habis baterai nya.


"Kalau mati sendiri berarti hp aku baterai nya habis ya mas! ujar ku


"Oke baby, selamat malam!


"Malam juga!


Kami menutup percakapan kami, kini aku berbaring di samping alesha sambil memeluk putri kecilku itu.


"Hooaamm...!


Mataku sudah terasa berat aku pun mulai menutup mataku.


Selanjutnya aku tidak tau terjadi apa-apa lagi.


Aku sholat subuh sudah telat karena aku bergadang dengan mas devan tadi malam.


Selesai sholat aku merebahkan tubuhku di samping alesha kembali, aku masih menggunakan mukena lalu aku tidur lagi.


...


Pagi tanpa ada ocehan alesha aku jadi kesepian, biasanya suara kecil itu yang selalu menemani pagi ku.


Kini ponakan ku bersama mami nya lagi nginap di rumah mama nya.


"Bosan banget pagi ku ini, nggak ada cerah-cerah nya kayak matahari pagi!


Kapan ya aku merasakan kehangatan dalam berumah tangga?, entah kapan juga jodoh ku akan mendekat?


Sabar saja reno! sabar....!


"Melamun aja dari tadi, makan gih sarapan nya jangan di lihatin mulu! ujar mama menepuk pundak ku.


"Eh mama! ujar ku kikuk


"Papa mana ma? tanya ku

__ADS_1


"Ada di kamar sebentar lagi ke sini! ujar mama


Aku menghela nafas panjang benar-benar membosankan pagi ku ini!


"Kenapa lagi ha? tanya mama


Aku menggeleng saja, "kamu sakit? tanya mama


Ya kali aku sakit badan sehat gini mama bilang aku sakit?


"Nggak ma, aku bosan aja! ujar ku


"Bosan hidup atau bosan apa ni? tanya mama


Aku tersenyum kecil ke mama, ada-ada saja mama aku ini, masa aku bosan hidup!


...


Pagi ini aku tidak ke kantor karena hari ini aku mau libur saja, aku ingin lebih dekat lagi dengan putra ku yaitu axel.


Ayah macam apa aku ini sering meninggalkan dia, aku jarang bersama putra aku sendiri, apa yang ia suka saja aku tidak tau.


Axel lebih dekat dengan baby sister nya di bandingkan aku ayahnya sendiri.


"Bapak nggak kerja? tanya akifah yang masih di meja makan menyiapkan sarapan.


Aku dari tadi memperhatikan wajah akifah yang makin hari makin cantik, sayangnya dia menolak aku waktu itu.


"Akifah seandainya saya pergi jauh apa yang harus kamu lakukan? tanya ku


Tangannya langsung berhenti melakukan aktivitas nya, ia menoleh ke aku dengan menautkan kedua alisnya.


"Ya, seandainya saya pergi jauh dan tidak kembali lagi apa kamu rela? tanya ku


Aku pengen tau apa reaksinya terhadap aku, apa dia juga ada rasa untuk aku, aku tidak mau berharap dengan nya tapi semakin ke sini aku semakin tidak mau melepaskan nya.


"Saya sendiri bingung pak, bapak jangan bilang gitu ah! ujar nya melanjutkan pekerjaan nya.


Dia mau pergi dari meja makan ini.


"Kamu takut saya pergi? tanya ku untuk mencegah dia pergi.


Dia menoleh ke aku, "jika bapak pergi dan tidak kembali lagi, pasti axel sangat sedih! ujar nya


"Termasuk saya pak, saya tidak ingin bapak pergi, tapi apalah daya saya, saya hanya pembantu di rumah ini!


"Saya hanya bisa mengubur dalam-dalam perasaan saya terhadap bapak, kita tidak mungkin bersatu pak!


Jadi benar dia tidak ada perasaan sama aku sedikit pun?, jadi aku lah yang terlalu berharap dengan nya!


"Jangan membohongi perasaanmu! ujar ku


Dia membelakangi aku, "bapak bicara apa? saya tidak mengerti! ujar nya


Lalu ia pergi meninggalkan aku di ruang makan ini, akifah setidaknya kamu pasti mempunyai perasaan yang sama dengan saya.


...


Maafkan aku pak aarav aku terpaksa membohongi diri aku sendiri, aku tidak ingin bapak tau kalau perasaan aku sangat dalam untuk bapak.

__ADS_1


Waktu pertama aku melihat cara bapak menghargai wanita, hati aku langsung tersentuh.


Kamu laki-laki baik tidak sepadan dengan aku wanita biasa tidak pandai berpenampilan baik!


"Maafin aku pak aku terpaksa membohongi diri aku sendiri!


"Jadi benar kamu ada perasaan lebih untuk saya?


Aku kaget langsung menutup mulutku, tubuhku langsung kaku saat suara pak aarav terdengar jelas di belakang aku.


"Kamu tidak perlu membohongi diri kamu sendiri akifah, biar bagaimanapun aku juga mencintaimu! ujar nya


Aku menghadap ke dia, aku menatap matanya dalam-dalam, aku mencari kebohongan di matanya dan sialnya aku tidak menemukan kebohongan itu!


"Apa maksud kamu pak? aku tidak mempunyai sedikit perasaan untuk bapak! ujar ku berbohong


"Akifah aku mohon jangan berbohong lagi, jangan sembunyikan perasaan kamu itu!


"Semakin kamu sembunyikan semakin gencar aku mencari cinta kamu itu untuk aku! ujar nya


"Cukup pak, saya tidak punya perasaan sedikit pun untuk bapak, jadi bapak jangan berharap! ujar ku


Aku buru-buru menaiki anak tangga aku harus membangunkan axel.


Hati aku rasanya sangat sakit saat berbohong ke pak aarav, aku tidak ingin membuat nyonya besar marah karena ulahku.


Aku sadar diri aku ini hanyalah pembantu di rumah ini.


Nyonya besar pernah memperingati aku untuk jangan mencintai pak aarav, tapi peringatan nya sudah aku langgar, maafkan aku nyonya yang tidak bisa menepati janji aku sendiri.


"Kak akifah kenapa melamun? ujar axel


Aku tersenyum samar, lalu memasang baju untuk axel.


"Kak baju dalam axel belum kakak pasang! ujar axel.


Dengan tidak fokus nya aku jadi salah pasang baju untuk el, "maaf el! ujar ku


"Kakak kenapa sih? apa papa memarahi kakak lagi? tanya axel


"Kakak baik-baik saja el, papa kamu tidak memarahi kakak! ujar ku


Hanya saja kakak merasa bimbang el, entahlah mungkinkah kakak bisa bertahan untuk kerja di sini atau kakak akan mundur saja?


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2