Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 47. Kamu Layak Jadi Menantu Keluarga Ini


__ADS_3

Aku sangat bahagia karena akifah mau menjadi istri ku, kini aku bersama keluarga nya akan menuju ke Jakarta.


Susah payah aku membujuk akifah akhirnya ia mau menerima lamaran ku, kini aku harus menyakinkan mama supaya mama mau menerima akifah sebagai istri ku.


Sudah dua minggu lebih aku di kampung halaman akifah akhirnya ia mau ikut dengan ku lagi.


Semoga mama mau menerima akifah sebagai istriku, karena diriku juga tidak menginginkan orang lain selain akifah seorang.


"Bapak tidak berkerja selama dua minggu lebih lho, apa bapak tidak takut kena marah? tanya akifah


"Siapa yang berani memarahi saya? aku balik bertanya


"Bos bapak lah lalu siapa lagi! ujar nya


Selama ini akifah tidak tau kalau akulah bos perusahaan tempat aku berkerja, aku tidak pernah bercerita kepada nya.


"Mana bos nya? sini biar aku yang marahi! ujar ku


"Mana saya tau, emang bapak pikir saya tau apa? ujar nya


"Di samping kamu ini adalah bos perusahaan tempat aku berkerja! ujar ku


Dia melihat aku dengan mengerutkan keningnya, ia seakan tidak percaya kalau aku bos perusahaan itu.


"Sudahlah akifah kamu tidak perlu gitu dengan nak aarav, bapak sih percaya kalau nak aarav ini bos besar!


"CEO gitu! ujar bapak


Betul sekali aku memang CEO di perusahaan aku sendiri, ternyata bapak seto tau juga tentang CEO


Akhirnya kami sudah sampai di rumah ku, selama dua minggu ini aku tidak pernah beri kabar ke orang rumah di mana keberadaan ku.


Jadi aku juga sangat khawatir dengan axel, selama aku pergi mencari akifah, aku tidak memberi tahu el.


"Assalamualaikum! sahut ku dari depan pintu rumah


Tidak lama bibi membukakan pintu itu.


"Wa'alaikumussalam! ujar bibi


"Axel gimana bik, apa dia baik-baik saja? aku langsung menanyakan keadaan putra tunggal ku.


"Alhamdulillah, den el baik-baik saja tuan! ujar nya


Kami masuk ke dalam rumah, aku kira mama tidak ada di sini, ternyata mama ada di sini, kini mama berdiri seraya melihat akifah dan keluarga nya yang aku bawa tanpa sepengetahuan mama.


Mama melihat mereka dengan raut wajah tidak suka, aku mendekati mama lalu aku membawa mama jauh-jauh dari mereka.


Aku ingin bicara penting dengan mama.


"Oh, oh, oh, jadi ini yang kamu bawa pulang, hebat kamu ya, sampah dari mana lagi yang dua orang itu! ujar mama


Aku menggelengkan kepalaku tidak percaya apa yang mama ucapan, mama bilang kalau kedua orang tua sebagai sampah.


"Astagfirullah mama...! ujarku

__ADS_1


"Pandai kamu beristighfar! ujar mama


"Sampah seperti mereka kamu bawa pulang, apa maksud kamu membawa dia kemari? tanya mama


"Dia bukan sampah, tapi mereka keluarga baruku, mama jangan menganggap mereka rendahan!


"Apa mama tidak ingat bagaimana kehidupan kita dahulu nya, sama seperti mereka! ujar ku mengingat kan kembali bagaimana kehidupan kami dulu nya.


"Mama bilang mereka sampah ya? berarti sama saja mama menghina diri kita dulu, hidup kita tidak seenak mereka ma, bahkan hidup kita sangat menderita dari nya! ujar ku


"Semenjak kita punya segala-galanya, mama seenak nya ngomong seperti itu, aku kecewa sama sikap mama sekarang ini!


"Mana mama aku dulu, mama yang selalu baik dan sabar dengan kehidupan nya dulu! ujar ku


"Mama benar-benar bukan mama aku lagi, aku kecewa ma, kecewa! ujar ku


Sudut mataku sedikit berair karena teringat kehidupan ku dulu, ternyata kami mempunyai segala-galanya mama jadi berubah.


"Lebih baik aku tidak hidup mewah seperti ini ma, aku juga tidak ingin mempunyai ibu sejahat ini! ujar ku


Lalu aku pergi dari sana setelah membuang unek-unek yang aku simpan selama ini.


Bukan sekali dua kali sikap mama seperti ini ke orang lain, bahkan sudah sering aku mendengar kalau mamaku sangat jahat ke orang yang ekonomi nya rendah.


Aku ingin kembali ke masa dimana mama selalu baik ke orang lain, aku ingin melihat kesabaran mamaku dulu lagi.


"Bapak tidak apa-apa? tanya akifah


"Saya baik-baik saja, ibu sama bapak kamu antar saja ke kamar tamu ya, kamarnya sudah di bersihkan oleh bibik! ujar ku


Aku duduk menyender di sofa sambil memijit kepalaku, kepalaku mendadak ingin pecah rasanya saat ini.


"Bapak tidak apa-apa kan? tanya akifah


Aku terkejut sekaligus ingin memeluk nya, tapi kami belum halal.


"Saya tidak apa-apa, kamu kalau ingin istirahat, istirahat lah dulu! ujar ku


"Saya mau ke kamar axel dulu pak, saya kangen dengan nya! ujar nya


Aku mengangguk saja dan mempersilahkan nya untuk pergi.


...


Aku sangat merindukan rumah ini apalagi axel anak yang baik itu bikin aku teringat terus dengan nya.


"Kak akifah axel rindu, kakak kapan pulang ke sini lagi, el selalu berdo'a agar kakak kembali lagi ke sini!


Aku mendengar axel yang bicara sendiri kini aku sedang berdiri di ambang pintu, sambil menatap anak kecil yang berusia 5 tahun itu.


"Aamiin! ujar ku


Dia menoleh ke belakang melihat ku lalu ia menggelengkan kepalanya.


"Mana mungkin do'a el cepat terkabul! ujar nya

__ADS_1


Aku tersenyum lebar saat ia tidak percaya kalau aku benar-benar sudah kembali.


"Sini sayang, ini benar kak akifah lho, kakak yang selalu kamu rindukan! ujar ku


"Tidak, el tidak gila kan? el tidak halusinasi kan? dia bertanya-tanya sambil menutup kuping nya.


Aku mendekati nya lalu memeluknya, "hallo sayangnya kakak, ini benaran kakak lho! ujar ku


"Kak akifah sudah kembali? tanya nya


"Iya sayang ini kak akifah! ujar ku


Kini ia yang memeluk ku seakan dia tidak ingin aku pergi lagi, "kakak jangan pergi lagi, el sangat rindu kakak! ujar nya


Sudut mataku berair karena terharu, ternyata el begitu menyayangi ku, "anak mama jangan bersedih lagi! ujar ku


"Mama? tanya nya


Aku menatap bola mata berwarna kecoklatan itu, lalu mengangguk, "kamu boleh panggil kakak dengan sebutan mama, ini yang kamu ingin kan dari kakak kan! ujar ku


"Boleh kak? tanya nya


"Boleh sayang, apa yang tidak boleh untuk putra mama! ujar ku


Dia memeluk aku sekali lagi, selama ini el selalu ingin memanggil ku dengan sebutan mama, tapi aku melarangnya, sekarang aku ingin memberi kesempatan untuk nya untuk memanggil aku dengan sebutan mama.


...


Di lihat dari sisi lainnya akifah sangat menyayangi keluarga ini, aku saja yang beranggapan kalau dia wanita yang jahat dan menginginkan harta anakku saja.


Tapi kenyataannya dia benar-benar sangat menyayangi anak dan cucuku.


Apa aku selama ini telah jahat ke dia?, benar aku sudah jahat ke dia, aku ibu yang bodoh telah terhasut dengan teman-teman sosialita ku.


Aku jadi sombong seperti ini karena aku bergaul dengan orang-orang yang sombong juga, ampuni hamba mu ini ya Allah.


"Kamu layak jadi menantu di kelurga ini akifah, saya merestui hubungan kalian! ujar ku berdiri di belakang nya.


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2