
Aku menatap reno sambil menaik-turunkan alisku, dia bergidik ngeri melihat tatapan aku.
"Apaan sih ma, nggak usah Siti ikut campur dengan urusan aku, aku bisa sendiri cari jodoh! ujar nya
"Kamu mau mama pukul sama sapu? ujar mama
"Nggak ah ma pokok nya aku nggak mau Siti ikut campur dalam urusan ku! ujar nya
Yang benar saja! mana mau aku ikut campur urusan dia, itu pilihan dia sendiri aku tidak bisa ikut dalam masalah itu.
Aku sebagai menantu harus tau juga di mana batasan aku dalam keluarga suami aku ini, tadi itu aku hanya bercanda saja!
"Apaan sih eno, aku hanya bercanda aja, ya kali aku mau ikut campur sama urusan adik ipar aku sendiri! ujar ku
"Entahlah kamu ini, kami itu hanya bikin kamu tegang aja, biar tau rasa sedikit kamu, di setrum dulu kamu biar kamu nggak malesan mulu! ujar mama
...
Malam harinya aku hanya termenung lagi dan lagi, rasanya aku pengen menjemput mas devan ke Belanda, tapi aku takut nya dia marah kalau aku ke sana.
"Mass...mass...aku itu sangat merindukan kamu, kamu tau nggak sih?
"Kapan sih kita berkumpul lagi? aku mau hidup bersama mas! lirihku
Langit gelap karena mendung menggambarkan bahwa hati aku juga suram seperti langit mendung itu.
Hujan rintik-rintik mulai turun ke bumi, tidak lama hujan deras membasahi bumi yang kering karena matahari terik tadi siang.
"Aku tunggu kamu sayang! gumamku
Kilat petir menyambar di langit bunyi yang mengelegar membuat aku sedikit takut, biasanya mas devan selalu memeluk aku kalau bunyi guruh ini.
Aku langsung masuk ke dalam dan mengunci jendela.
"Mas aku takut! gumamku sambil berselimut menutupi tubuh ku.
Alesha kini sedang tidur bareng mama dan papa, aku sendiri tinggal di kamar ini.
Duar...
Bunyi guruh sangat kencang dan terasa bergetar di seluruh rumah ini, aku benar-benar takut sekali dengan bunyi guruh ini.
Aku memicingkan mataku supaya aku tidak melihat kilat dari petir ini.
Duaarr...
Bunyi guruh yang kali ini sangat kencang membuat aku berteriak memanggil mas devan.
"Mass devan...! teriak ku
"Mas aku sangat takut hiks...hiks...mas...! aku menangis di bawah selimut ku.
Dari aku kecil sampai sekarang aku benar-benar takut dengan bunyi guruh, aku pengen keluar untuk mencari mama, tapi aku malu dengan mama di kira aku penakut lagi, tapi memang kenyataannya aku penakut!
"Mas aku sangat takut mas! lirih ku masih menutup mata.
Duaar...
Bunyi guruh kembali lagi aku tambah menutup mataku sambil memeluk bantal guling secara erat-erat.
"Jangan takut sayang aku di sini!
Aku mengingat-ingat ucapan mas devan yang selalu mengingatkan untuk tidak takut.
__ADS_1
"Istighfar sayang supaya kamu tidak takut lagi, ingat Allah sayang!
"Mas ada di sini kamu tidur ya, anggap saja guruh itu pengantar tidur kamu!
Aku masih mengingat kata-kata mas devan yang menyuruh aku istighfar saat guruh, dan anggap saja bunyi guruh itu pengantar tidur ku.
"Mas aku masih ingat sama ucapan kamu itu! lirihku
...
Pagi pun tiba selesai sholat subuh aku membaca Al Qur'an supaya hati aku bisa tenang.
Aku sering mengaji bareng mas devan, saat aku salah sedikit dalam membaca ayat mas devan langsung menegur ku.
"Shadaqallahul adzim!
Aku mengakhiri baca Qur'an ku, selesai mengaji aku meletakkan Al Qur'an di tempat semula.
Aku turun ke bawah untuk membantu bik imah, ternyata bik imah belum ada di dapur.
"Kemana bik imah? gumamku
Hmm... nampaknya bik imah belum bangun, biar aku yang memulai masak deh, kemaren mama sama papa minta di buatin nasi goreng.
Baiklah biar Siti yang membuatkan nasi goreng itu!
Aku mengambil bahan-bahan dalam kulkas, setelah itu aku langsung mengelola bahan masakan itu.
"Maaf nyonya bibik telat bangun nya! ujar bik imah yang mengahmpiri aku.
Aku pun tersenyum, "tidak masalah sama sekali bik, ini udah mau selesai juga! ujar ku
"Biar bibik aja lanjutin ya nya! ujar bik imah
"Baiklah nya! ujar bik imah
Sudah lama aku memasak akhirnya aku selesai juga, setelah selesai menghidangkan sarapan di meja aku memanggil mama dan yang lain.
"Mama papa sarapan yuk! panggil aku dari luar pintu kamar.
"Ya siti! ujar mama
Setelah itu aku pergi ke kamar Reno untuk memanggil dia sarapan bersama.
Tok...tok...tok...
Aku mengetuk pintu nya sudah kira-kira satu menit aku menunggu di pintu kamar nya ini, tapi tidak ada suara, jangankan buka pintu menyahut saja nggak!
Jangan bilang kalau dia masih tidur!
"Reno sarapan woy! panggil ku
Seperti biasa dia tidak menyahut sama sekali, ya sudah lah palingan nanti dia akan turun juga.
Aku memutar tubuhku untuk kembali ke bawah.
"Pemalas banget dia, gimana dapat jodoh kalau kerjaan nya tidur mulu! lirihku
"Jangan suka nyindir gue, gue kayak gini kan gara-gara kamu! ujar nya
Aku menoleh ke belakang lalu menyipitkan sebelah mataku, kok aku yang di salah-in sih?
Dulu yang menyia-nyiakan aku itu siapa? dia kan! bukan aku, terus sekarang kenapa aku yang di salah-salahin.
__ADS_1
"Aneh banget kamu, yang salah kamu bukan aku, introspeksi diri dulu! ujar ku sedikit marah ke dia.
Kenapa sekarang aku yang di salah-salahka. padahal dulu dia yang salah.
Dia juga aneh, jodoh itu sudah ada yang ngatur terus kenapa dia yang tidak terima?
Sudahlah aku tidak mau memikirkan masa lalu bersama dia itu, itu terlalu menyakitkan bagi aku!
"Kenapa tiba-tiba manyun? tanya mama
"Nggak kok ma! ujar ku
"Reno berulah lagi? atau dia memaki kamu? tanya mama
"Nggak ma, Reno aja belum bangun! ujar ku
"Huuff...mama heran sama reno itu, pemalas gitu kapan dapat jodoh nya? ujar mama
"Biar aja dulu ma, Reno itu belum pantas berumah tangga, apa mama nggak takut anak itu berulah lagi saat dia sudah berumah tangga? ujar papa
"Tapi reno sudah lebih baik pa, umur nya saja sudah pantas menikah dan memiliki anak!
"Apa lagi dia udah mapan! ujar mama
"Biar aja dulu ma, mungkin Reno masih mau sendiri dan memanjakan diri nya dulu! ujar papa
"Hmm... baiklah pa! ujar mama
Kami melanjutkan sarapan kami, sudah hampir selesai barulah Reno datang, aku menyudahkan sarapan ku, karena Reno datang.
"Mama papa aku sudah selesai, aku ke tempat alesha dulu! ujar ku
"Alesha masih tidur di kamar mama! ujar mama
"Biar aja alesha tidur dulu! ujar papa
"Oke pa ma! ujar ku
Setidaknya aku tidak mengurus alesha dulu, pagi ini aku bisa nyantai dulu sambil membaca novel.
...
Seperti nya siti sengaja menghindari aku, apakah omongan aku tadi membuat dia sakit hati?
Apa aku salah sudah bilang seperti itu ke dia, yang dia bilang tadi benar kalau aku yang salah dan menyia-nyiakan dia dulu.
Kenapa hidup aku jadi rumit seperti ini?, padahal aku sudah hampir bisa melupakan nya, tapi perasaan itu datang kembali tanpa aku sadari.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π