
💟Happy Reading💟
~Jika cahaya itu ada mungkin rindu tidak akan seberat ini, suaramu sering mengalung merdu di telingaku, tapi apa boleh buat? Mataku buta untuk melihat rupamu.
________________________________________
Saat kicauan burung terdengar mangalun bergurau, saat itu juga kicauan seorang wanita paruh baya terdengar. Dia berkacak pinggang saat putra keduanya masih terlelap saat matahari hampir berada di atas kepala.
"Jung Aeghi Ryung!" teriak Aeri saat berada di dalam kamar putranya. Ryung selalu membuat pita suara Aeri hampir putus Karena sikap Kerbaunya.
"Mom, please just 5 minutes," ujarnya parau. Dia sangat mengantuk. Ah Ryung memang anak pemalas.
"Akhhh Mommy!" teriak Ryung saat Aeri menarik telinganya. Ryung bangkit dengan wajah bantalnya. Menatap Aeri yang tersenyum geli.
Ryung masih duduk di atas kasurnya. Mengusap telinganya yang ditarik Aeri. Bibirnya mengerucut melihat senyum geli Aeri.
Aeri tidak tahan untuk tidak tertawa. Tangannya terulur mengusap telinga putranya. Mengucup sayang kening Ryung. Mau tidak mau Ryung mengembangkan senyuman.
"Morning My Boy," ujar Aeri.
"Morning to My Mommy," balas Ryung.
"Bergegaslah mandi. Kamu akan telat ke sekolah. Mom menunggumu di bawah."
Ryung mengangguk dan berjalan gontai ke kamar mandi. Aeri sudah turun ke bawah dan melihat keluarga kecilnya sudah berkumpul di meja makan.
"Mommy di mana, Ryung?" tanya Ray.
"Dia sebentar lagi turun," ujar Aeri.
Dia tahu meski Ray dan Ryeon akan kesal melihat sikap Ryung tetapi mereka tidak akan berangkat sekolah tanpa Ryung.
Ryung menyapa keluarganya tanpa wajah berdosa. Dia mencium pipi kakaknya yang tampak cantik.
"Ryung kamu terlambat lagi pagi ini," ujar Echa.
"Nuna, aku tidak terlambat," kilah Ryung.
"Lalu ini disebut apa saat bahkan hampir jam 7?" tanya Ray sakras.
Ryung malah teryawa renyah melihat wajah kesal kembarannya. Ryeon dan Ray sontak mendengus keras. Echa tertawa kecil mendengar kekesalah adik-adiknya.
"Makanlah, nanti kalian semakin terlambat," larai Jungkook.
__ADS_1
"Ne, Daddy."
Tripleks sudah berangkat dan tentunya setelah pamit. Mereka mengendarai mobil yang sama. Mereka merasa kurang saat tidak bersama. Ikatan mereka terlal kuat.
Tripleks sebenarnya punya mobil masing-masing. Bahkan memiliki banyak mobil. Namun, mereka memilih berangkat bersama.
Bagaimana keadaan sekolahnya? Tentu mendapat jeritan histeris dari kaum hawa, melihat tiga pria most wanted keluar dari mobil laborigini keluaran terbaru.
Ryeon menolak mentah-mentah menjadi ketua osis. Dia tidak mau jadi pusat perhatian, tapi tetap saja dia jadi titik fokus siswi di sini.
Dia adalah kapten basketball di sekolahnya. Sikap tegas yang dimiliki Ryeon selalu membuat orang di sekitarnya berhati-hati dalam berkata dan melangkah.
Dari mana sikap tegas itu? Dia mirip pembisnis saja. Wajah tampan, tegas dan penuh wibawa, mirip CEO-CEO di novel romansa. Setidaknya itu terlintas dalam benak gadis-gadis saat melihat sosok Ryeon.
Lalu, siapa juga tidak mengenal Jung Aegie Ryung? Pemuda yang tak ada bedanya dengan kembarannya. Sikap cerianya, ramah dan tentunya itu membuat kaum hawa selalu bermimpi jadi kekasihnya.
Terakhir Ray, pemuda ini adalah pemuda tersulit didekati di antara kembarannya. Bagaimana tidak? Dia punya aura dingin, sombong dan arogan. Bahkan mulutnya setajam belati.
Tatapan matanya selalu tatapan mematikan. Hingga kau bahkan lupa bernapas saat dia menguncimu di dalam netra bak elangnya. Mirip Hana-Auntynya.
***
Echa seperti biasa hanya berdiam diri di kamar. Memutar lagu-lagu kesukaannya. Echa tidak tahu rupa penyanyi yang sering ia dengarkan lagunya. Namun, lagu-lagu itu memberi inspirasi untuknya.
Seperti saat ini lagu Euphoria mengalung merdu. Echa meresapi tiap bait-bait kosa katanya. Echa hanya tahu dari cerita Ryung jika itu lagu dari Boy Band asal Korea.
Echa menekan tombol off. Sangat simpel karena dia sudah hafal betul. Echa meraih tongkatnya dan mulai meraba-raba sisi kamarnya.
Hidup buta selama bertahun-tahun membuat Echa mengenal sisi rumahnya. Bahkan nalurinya ikut menuntunnya. Saat ini dia berada di depan TV. Menekan tombol on.
Echa meraih remot TV yang selalu berada di tempat yang sama, itu untuk memudahkannya ketika mencarinya tidak sulit. Ia mundur dan duduk di Sofa.
"Pemirsa, saat ini Mr. Billioner mudah yaitu Kim Taehyung memenangkan kembali tender dalam keuntungan yang fantastis. Kabarnya pria asal Korea Selatan ini akan mengadakan pesta syukuran."
Echa sudah mengenal Kim Taehyung. Hanya sebatas nama, karena ia tidak tahu rupanya. Dia hanya tahu siapa Kim Taehyung dari media.
Echa selalu mengikuti gosip-gosip Kim Taehyung. Entah, dia begitu mengidolakannya. Baginya Kim Taehyung pria yang hebat. Kesuksesannya melambung tinggi diusia mudah. Andai saja Echa tahu jika pria yang dikaguminya itu adalah pria yang ia rindukan selama ini.
"Beruntung yang mendapat undangan dari sang Billioner. Kabarnya juga pesta ini akan dihadiri banyak kalangan atas. Mulai dari artis, pembisnis terkenal dan kalangan model."
Echa tersenyum,"Andai aku tidak buta, aku akan menjadi artis atau seorang model dan bekerja di perusahaanmu agar aku bisa datang ke pestamu."
Biasanya di malam hari tripleks akan datang ke kamarnya. Mengajaknya mengobrol hingga ia terlelap. Bahkan Echa selalu meminta kepada tripleks untuk membuka you tube dan mencari vidio Kim Taehyung. Mendengar suaranya sudah bahagia.
__ADS_1
"Sedang memikir sesuatu my Princes?" tanya Aeri yang tiba-tiba duduk di dekatnya.
"Mommy," ujar Echa sedikit kaget. Pipinya merona malu.
Dia tidak mau Aeri tahu jika dia sering melihat berita tentang pria. Ahhh ini memalukan! Aeri sendiri menatap geli putrinya. Dia tahu Aeri menganguni sosok yang gempar dibicarakan di media.
"Hmm rupaya putri Mommy sedang menonton berita sang Billioner mudah," ujar Aeri usil. Dia bahkan **** bibir agar tawanya tidak pecah saat semburat merah di pipi Echa semakib menjalar hingga ke kuping.
"Mommy," rengek Echa.
"Hahahaha."
"Mommy jangan menggodaku," ujar Echa malu.
"Tentu Mommy akan menggodamu. Kamu sangat menggemaskan."
Echa hanya **** senyum malu. Dia merasa pipinya panas. Dia yakin jika Aeri menatapnya usil. Echa merindukan wajah Aeri. Mendadak mimik Wajahny berubah senduh.
Aeri berhenti tersenyum saat mwlihat wajah senduh Echa. Netra Echa yang meredup. Senyum malunya pudar.
Aeri mengenggam tangan Echa. Dia juga sedih melihat Echa yang sampai sekarang belum bisa melihat. Dia hanya melakukan terapai untuk putrinya.
"Kamu sedih, Sayang," lirih Aeri sambil mendekap tubuh Echa. Tidak terasa Echa sudah besar. Masih Aeri ingat dengan jelas bagaimana tangis nakal Echa yang melihat Jungkook menciumnya. Kini Echa sudah besar, menjadi gadis cantik jelita.
"Maafkan aku, Mom. Aku hanya merindukan wajahmu," sesal Echa yang mendengar suara sedih Aeri.
"Tidak, Sayang. Jangan meminta maaf, Mommy tahu, Nak. Jika bisa Mommy yang akan mendonorkan mata Mommy un--" Echa menyela ucapan Aeri. Bibirnya bergetar. "Aku bahkan memilih buta seumur hidupku jika mata Mommy yang harus membuatku melihat dunia," ujar Echa.
Aeri tersenyum lembut. Dia mengusap air mata Echa. Mendekapnya kembali. Bahkan Aeri merasakan penderitaan Echa.
Aeri menatap TV di depannya. Masih wajah dingin Taehyung. Memakai jas hitam dengan mata yang menyorot tajam.
"Siapapun kamu, terimakasih membuat putriku selalu tersenyum di pagi hari dan malam sebelum ia terlelap," batin Aeri.
TBC
Salam
Echa
Ryeong
Ryung
__ADS_1
Ray
See you next part.