Queen Not Princes (Squelnya MYD)

Queen Not Princes (Squelnya MYD)
2


__ADS_3

💟Happy Reading💟


~Kepada sang Penaklut hati yang belum mampu kutemukan di antara ribuan bintang.


_________________________________________


Di Sekolah


15:45


Kulit putih dengan rambut sedikit acakan menjadi pusat perhatian. Bagaimana lengannya yang memperlihatkan otot tangannya. Di jidatnya dibalut oleh kain berwarna putih. Sebut saja Headband.


Dia menghampiri adik-adiknya yang bersandar keren di pintu mobil. Melihat Ryeong berlari kecil ke arah mereka, Ryung dan Ray menegakkan badan.


"Ray,  Ryung  ... Kalian pulang duluan. Gua ada latihan basket," ujar Ryeong.


"Kagak asyik kagak pulang bareng, Bang," ujar Ryung cemberut.


Siswi-siswi yang melihat betapa lucu, manis dan imutnya wajah Ryung saat cemberur. Mereka ingin mencubit pipi pria itu.


"Aku pulang sorean. Sampaikan juga sama Mom dan Dad," ujar Ryung.


"Ne, Hyung!"


Mereka meninggalkan Ryeong. Di perjalanan tidak ada suara. Ray menyumbat telinganya sementara Ryung bersiul ria.


"Hyung!" sentak Ray.


"Mwo?"


"Singgah di ujung jalan sana,  yang ada warna merah." Ray menunjuk sebuah tokoh dan Ryung melajukan mobil ke sana. Dia memunggu di dalam mobil. Ray menghampiri tokoh itu dan mebeli martabak telur kesukaan Echa.


"Ryung,  jalan," kata Ray saat dia sudah duduk di kursi mobil. Ryung melihat kantong itu dengan tanda tanya.


"Aku belikan Nuna martabak telur."


"Hanya untuk, Nuna?" tanya Ryung.


"Aniyo,  aku beli banyak."


Ryung berbinar mendengar perkataan Ray. Benar-benar duplikatnya Echa. Sudah ceria, ramah dan soal makanan perutnya seperti perut karet.


Mereka tiba di rumah sekitar jam empat. Ray dan Ryung menyapa Aeri dan mencium pipi Aeri.


"Mommy, sedang apa?" tanya Ryung.


"Mom sedang membuatkan Echa cumi-cumi tumis," ujar Aeri.


"Mom, aku juga mau!" Aeri mengangguk melihat antusiasi Ryung.


"Kalian mandi dulu. Bau asem," ujar Aeri pura-pura menutup hidung karena keringat putra-putranya.


Ray dan Ryung mencium ketek mereka dan tidak ada yang salah. Mereka tetap berjalan ke kamar mereka. Meninggalkan Aeri yang tersenyum menatap punggung putra kembarnya.


"Kalian sudah besar,  rasanya baru kemarin kalian masih kesusahan jalan," gumamnya.


---


Echa menggeliatkan badannya. Dia baru saja bangun dan merasa ototnya kaku. Dia. Menghela napas saat semua masih sama gelap.


Pelan dia bergeser ke tepi kasur. Dia mencari tongkatnya dan terkejut saat hanya tangan hangat yang ia gengam.


"Hehehehe." Echa ikut tersenyum,  dia tahu ini adalah tangan milik Ryung.


"Ryung sejak kapan kamu di sini?"

__ADS_1


"Nuna,  aku baru saja ke sini setelah mandi. Aku ingin mengajak Nuna mengobrol."


Echa menanggapinya dan menguap. Wajah Echa yang menguap membuat Ryung tersenyum iklan pepsodent.


"Ryung aku ingin mandi," ujar Echa.


"Aku siapkan air hangat untuk Nuna dulu."


Echa mengangguk dan Ryung bergegas ke kamar mandi. Dia menyiapkan air di bathup untuk Echa. Setelahnya,  Echa berendam dan ikut ke bawah bersama Ryung.


"Nuna aku membelikanmu martabak," ujar Ray. Inilah sosok Rey bisa cerewet saat bersama keluarganya dan akan bersikap seperti robot jika bersama yang lain.


"Jinjja?!"


"Jinjja-yo."


"Aku tidak mendengar suara Ryeong.  Ke mana dia?"


"Dia sedang latihan basket."


"Aaaa." Ray menyuapi Echa,  dan Echa membuka mulut. Mereka makan bersama dan Jungkook sudah pulang melihat kebersamaan anak-anak mereka.


"Daddy!" teriak Ryung.


"Ya,  Boy. Jagoan-jagoan Daddy dan Princess Daddy makan apa?"


"Martabak telur," jawab Echa dengan pipi mengembung karena makanan.


Jungkook tak ada habisnya gemas dengan Echa. Dia mengecup kening putrinya. Echa tersenyum mendapat perlakuan manis dari Jungkook.


"Mommy kalian di mana?" tanya Jungkook.


"Mom di dapur memasak,  Dad."


"Daddy mau ke Mommy kalian dulu."


Aeri terlihat seksi dan cantik saat tubuh megilnya di balut celemek. Jungkook memeluk Aeri dari belakang. Aeri tersentak kaget.


"Sayang," tegur Aeri jengkel.


"Hehehehe, maaf membuatmu kaget. Aku rindu sama kamu, Sayang."


"Gak usah gombal,  sana mandi,  Sayang."


"Mandi bareng,  Sayang."


Kepala Jungkook di sandarkan di bahu Aeri. Tidak sadar saja ayah yang memiliki empat anak ini. Dia sangat berat bung untuk ditopang tubuh kecil Aeri.


Aeri tidak protes,  dia memang tidak pernah memprotes kemanjaan suaminya. Bagi Aeri Jungkook sudah bekerja keras mencari uang untuk mereka.


"Yang, sudah matang gak?" tanya Jungkook.


"Emm," guman Aeri.


Dia mematikan kompor dan memindahkan cumi-cumi itu ke dalam mangkok. Dia berjalan ke meja makan dan di san sudah banyak hidangan.


"Ayo mandi dulu,  baru makan," ujar Aeri. Dia membuka celemeknya dan menarik tangan Jungkook. Mereka berjalan berdamping ke kamar.


Seperti pintanya Jungkook, mereka mandi bersama. Tidak mungkin hanya mandi. Jungkook pintar memanfaatkan situasi.


Saat ini mereka kembali ke ruang tamu saat menghabiskan dua jam di dalam kamar mandi. Terlihat Ryung baru saja mandi.


"Makan yuk," ajak Aeri.


"Ayo, Mom!" ujar Ryung.

__ADS_1


"Uluhh putra Mom sangat bersemangat soal makanan," kekeh Aeri.


Jungkook menuntun Echa. Bahkan dia berdampingan dengan kerusi Echa. Posisinya Echa berada dekat dengan kursinya dan juga Aeri.


Jungkook makan sepiring berdua dengan Echa. Kebiasaan yang lama tidak akan pernah pudar dilekang waktu. Apalagi sejak ia berjanji jadi mata untuk Echa.


Jungkook menyuapi putrinya. Sering juga Aeri makan sepirin berdua dengan Echa. Kadang si Triplek ngotot makan sepiring juga dengan Echa.


"Mo--" Ucapan Ryung terpotong bersamaan dengan ucapan dingin Ray, "Hyung berhenti bertanya kepada Mommy. Biarkan Mom menikamati makanannya."


Bibir Ryung mengerucut sebal dan mulai makan lagi. Dia memang bertanya banyak kepada Aeri membuat Ray terganggu.


"Nuna," panggil Ryung yang memang tidak bisa diam. Ray memutar bola matanya kesal. Ryeong hanya **** senyum meski dia juga kesal.


"Mwo?"


"Aku punya banyak info baru soal Mr. Billionaire," ujar Ryung semangat.


Aeri dan Jungkook diam. Mereka cukup tertarik dengan topik kali ini. Melihat wajah Echa memerah malu, Jungkook menyeringai. Eoh,  ada apa dengan putrinya? Malu-malu dan siapa Mr. Billionaire?


"Mr. Billionaire?" ujar Jungkook mengulan ucapan Ryung.


Echa kegagalapan mendengar pertanyaan Jungkook. Dia jadi panik sendiri. Aeri tertawa melihat gelagat putrinya. Ryung yang kelewat santai malah membeberkan pada Jungkook.


"Iya,  Dad. Mr. Kim Taehyung. Pengusaha dan aktor terkenal itu," ujarnya.


"Oh Daddy tahu," ujar Jungkook.


"Tentu Dad. Daddy pengusaha terkenal dan Daddy Mr. Taehyung itu mengadakan pesta besar," ujar Ryung antusias.


"Daddy dapat undangannya," ujar Jungkook santai.


Echat melebarkan pupilnya mendengar perkataan Jungkook. Jantungnya berdisko ria. Dia berharap dapat ke sana.


Ryung mengigit sendoknya. Menatap Jungkook senang."Wah Daddy kebetulan sekali,  Echa menyukai Mr. Tae," ungkap Ryung gamblang.


"Ryung!" teriak Echa malu. Pipinya sangat merah sekali. Aeri tertawa bersama Ray dan Ryeong.


"Mwo?" tanya Ryung.


"Kamu mau mati?!"


"Apa yang salah?"


"Ahhh Mommy aku malu!"


Aeri menarik Echa ke dalam pelukannya. Echa terus mencibir membuat Ryung meringgis dalam hati. Aeri menatap Ryung menggelengkan kepala. Anaknya ini sangat nakal,  terlebih di sekolah biang kerok permasalahan.


"Mommy," rengek Ryung saat mendapat tatapan tidak bersahabat darinya. Aeri. Melembutkan tatapannya.


"Daddy akan membawa kamu ke pesta," ujar Jungkook.


"Aniyo,  Dad. Aku tidak ingin membuatmu susah di sana dan membuatmu malu," ujar Echa. Meski hati kecilnya sangat ingin mengatakan harapannya untuk datang ke sana.


"Kamu bukan benalu,  Princess. Kamu anugrah terindah untuk kami. Hilangkan pikiranmu,  kamu tahu? Daddy tidak pernah menutupi tentang dirimu pada publik, mereka tahu dirimu,  Nak." Jungkook mengusap wajah Echa yang sudah dibasahi air mata.


"Besok putri Mom harus tampil cantik," ujar Aeri.


"Kita ke sana bareng-bareng,  Nak. Ada kami di samping kamu, Princess."


"Arasso. Aku akan datang ke sana," ujar Echa. " - - Aku juga akan mendengar suaranya secara langsung," lanjutnya dalam hati.


Echa sangat menantikan besok malam. Ia merasa debaran jantungnya kian menggila hanya memikirkan hari esok.


TBC

__ADS_1


Tinggalkan jejak,  maaf slow update,  laptopku rusak jadi susah update FF.


__ADS_2