
~ Dia mata dan duniaku yang sesungguhnya, dan aku bukan princessnya tetapi ratunya. Im Queen not princess.
Echa POV
Aku bahagia. Kini aku bisa melihat dunia kembali. Aku belum tahu pendonorku siapa. Aku ingin berterimakasih padanya. Oh ya di rumah masih banyak keluargaku. Mereka berkumpul setiap pagi atau malam.
Seperti sekarang, mereka di bawah. Aku merasa mereka menyembunyikan sesuatu kepadaku.
Lalu, aaa aku sangat bahagia. Ryeong, Ryung dan Ray sangat tampan. Benar kata Ryung, aku akan jatuh cinta jika melihatnya.
Hehehe kini aku melihat rambut birunya yang membuat Mom menjewernya. Dia benar-benar nakal.
Ok, well aku menemukan ponsel Taehyung. Kenapa aku yakin ini ponselnya karena namaku tertera di sana.
Kenapa di sini? Ogh' aku terkejut melihat amplod serta kamera di sini. Masih ada album foto? Apa ini album foto keluargaku?
Hm, kemarin Mom dan Dad banyak menunjukkan foto padaku. Foto kecil Triplek's dan apa ini album foto keluargaku lagi.
Aku membawanya ke kasur. Aku meletatkan ponsel Tae dan kamera itu.
Perlahan aku buka album foto itu. Pupil mataku terbuka. Ini fotoku dan Taehyung. Aish pria itu tahu cara membakar pipiku.
Aku tersenyum saat foto dia menarik pipiku dan aku cemberut. Hahaha mukaku sangat jelek.
Lembar selanjutnya ada wajah konyolku dan konyolnya, aku ingat ini diambil di bukit. Eoh bukit?! Aku hampir melewatkannya.
Dari foto saja aku melihat sangat indah tempatnya. Omg, pipiku memerah lebih parah. Kami berciuman. Jika Mom dan Dad melihatnya aku bisa digoda habis-habisan.
Ada juga fotoku diambil candid. Cih, pria romantis itu membuatku semakin merindukannya. Apa juga ini, hatiku mengerutu tapi bibirku tersenyum.
Aku menutup album itu. Lalu beralih menatap amplod itu. Dadaku terasa sesak menatapnya. Entalah, ini perasaan apa.
Aku membukanya perlahan. Kau tahu, aku menyesal membukanya.
Perlahan aku membacanya.
***
__ADS_1
Dengan bibir gemetar Echa membaca surat terakhir Taehyung.
Seoul, 08 Juli 2019
~Hey ... Queenku, Chagiyaku dan empp apa hehehe. Jika surat ini sudah kamu baca artinya aku sudah tidak ada di dunia ini lagi. Lihat Sayang aku baru menyapamu, kau sudah menangis. Hentikan air matamu, aku tidak suka. Tertawalah untukku, Queen~
Air mata Echa turun tanpa komando. Mentes di kertas putih di gengamannya.
"Hikssss bilang ini bohong. Hiksss kamu pasti mengerjaiku. hahaha iya kamu mengerjaiku hiksss," isak Echa. Matanya buram karena air mata.
~Aku tahu ini berat, tapi percayalah aku sangat bahagia sekarang. Melihatmu membaca tulisanku artinya kamu sudah bisa melihat lagi.~
"Hikssss huwaaaaaaaaa hikssss!" Echa histeris.
Dadanya bagai dihujami anak panah. Sakit sekali. Benar-benar retak tak tersisa. Taehyung, dia pendonornya. Mengetahui itu, Echa bahkan kesulitan bernapas karena menangis tersedu-sedu. Dia menyerah, dia ingin mati saat ini juga. Percuma ia hidup tanpa ada Taehyung.
~Jangan menyerah, Sayang. Hidupmu masih panjang. Apa salah aku memberikan kedua mataku untukmu? Aku tahu, ini sudah ajalku. Aku tidak benar-benar pergi. Aku ada dalam dirimu.
"Hikssss hentikan candaamu, Taehyung! Hiks aku tidak mau! Huwaaaa aku pembunuh! Hikssss sayang hikssss bilang ini lelucon hiks. Kamu bilang tidak pergi. jika tidak pergi kenapa tidak di sini?! Hikssss Taehyung!" isak pilu Echa memenuhi kamarnya.
~Sayang, jangan bersedih. Memang benar ragaku tidak di sampingmu lagi. Tapi kau harus tahu, apa yang kau lihat tentu aku lihat juga.
~Mata itu, mata kita bersama. Jangan gunakan mata itu untuk menangis, karena aku juga menagis.~
Echa menggeleng. Dia tidak akan tahu cara bahagia. Dia akan menangis darah pun tidak akan lelah asal Taehyung kembali. Tidak peduli jika air matanya harus kering dan habis.
~Queen, maafkan aku sayang. *Air mata Taehyung jatuh*
Aku ingin sekali menemanimu. Menjalani hidup bersamamu. Menikah denganmu dan punya anak-anak yang lucu. Hahaha, sayangnya Tuhan tidak mengizinkanku. ~
Echa melihat tulisan itu ada bekas air. Dia semakin sesak mebayangkan bahwa hati Taehyung pasti hancur saat menulis surat ini. Dia pasti menangis. Dia pasti bersedih. Dia hikss dia pasti hancur.
Mimpinya sama dengan mimpi Echa. Hiksss Tuhan, kenapa tak engkau izinkan ia merasakan itu semua.
~Aku akan mengirimkan pria yang mampu membuatmu tertawa seperti sedia kala. Aku mohon bahagialah. ~
Tidak! Tidak akan ada yang mampu mengantikan Taehyung di hati Echa. Dia tidak bisa bahagia. Bagaimana bisa ia bahagia saat alasannya untuk bahagia telah pergi? Sampai ajal menjemput pun dia tidak akan bahagia jika bukan bersama Taehyung.
__ADS_1
Aku pergi ....
Terima kasih pernah mengizinkanku mencintaimu dan dicintai olehmu. ~
Air mata Echa bagai hujan lebat.Tulisan Tae yang terlihat kacau sepertinya pria itu berusaha menulis surat ini.
"Hikss Taehyungku yang malang, hiksss kamu jangan sedih sayang, hikss eoh jangan sedih sayang," ujar Echa mengusap air matanya kasar. Seolah kertas itu adalah Taehyung. Dia menatapnya senduh. Walau kenyataan itu menampar keras dirinya. Air matanya berapa kalipun dihapus tetap menetes.
~Aku munggumu di sini Sayang, jika kita berjodoh di akhirat kan pasti Tuhan mempertemukan kita kembali. Akan kuceritakan pada mereka, bahwa aku pernah merasakan cinta luar biasa. Remeo dan Juliet, Rose dan Jack, Rama dan Sinta pun akan iri sayang. Cinta kita lebih hebat daripada mereka. Ini cinta luar biasa. ~
"Hiksss Taehyung," isak Echa.
Akan aku sambut kamu di sini. Tapi jalani hadupmu dengan baik.
I Love you, Queen Cacha 💜
"Hikssss huwaaaaaa kamu bohong! Kamu gak cinta sama aku hiksss kamu gak cinta hiksss kalau kamu cinta hiksss kamu gak akan ninggalin aku hiksss. Taehyung! Aku tidak akan mengajakmu bicara hikss kembali! hiksss berhenti, Sayang! Ayo kembali!" jerit Echa. Dia memutar vidio itu, beraharap Taehyung memberitahunya jika itu semua bohong.
-----------
Yuk beli Queen Not Princess sudah terbit
Harga PO : Rp.85.000
Harga Normal : Rp. 95.000
Promo sampai 20 oktober s/d 30 oktober 2019
Nama + Alamat lengkap + No. HP
Untuk pemesanan silakan hubungi WAku 082350410757.
Nah guys Queen 2 juga Open PO ke-3
Harga : 75K untuk Queen 2
__ADS_1
Hayuukkkk beli