
💟Happy Reading💟
Saat sang fajar menampakkan diri. Burung-burung kecil berisiul merdu. Menggoda alam untuk menari bersama lemabayu.
Seorang wanita berdiri di ballroom kamarnya. Menatap indahnya pemandangan dari atas sana. Tangannya memengang pembatas balkom dan menghirup udara pagi. Sejuknya membuat sudut bibirnya melengkung bulan sabit.
Hingga tangan kekar melingkar pada pinggangnya yang ramping. Pria itu menyandarkan dagunya di pundak sang Wanita.
Sama-sama menikmati pemandangan dan menghirup udara pagi. Hingga lontaran kata yang tidak pernah ia bosan dengar mengalung indah di Indra pendengarnya.
"Moring and love you my wife," ujar Jungkook.
"morning to and love more my Husband," balas Aeri.
Pasangan ini tidak pernah pudar keharmonisannya. Menjalin dan mengarungi indahnya bahtera rumah tangga.
"Aku harus menyiapkan makanan," ujar Aeri sambil membalikkan badan menghadap Jungkook.
Jungkook tetap memeluk Aeri. Dia mengecup bibir istrinya."Morning kiss," ujarnya sambil tersenyum.
Aeri tersenyum dan menyiapkan baju dan air untuk suaminya. Lalu dia ke dapur menyiapkan makanan. Aeri sudah tidak memakai jasa pembantu. Dia memutuskan untuk mengerjakan semuanya.
Hingga suara Tripleks terdengar berjalan ke arahnya. Aeri milirik jam dindinh dekat dapur, ternyata jam 06:25.
Melihat tidak ada Ryung, Aeri tahu anaknya itu pasti masih pulas dalam tidurnya. Setelah berbasa-basi dengan kedua putranya. Ia pergi ke kamar Echa.
"Sayang," sapa Aeri saat Echa masih terlelap.
"Enghhhhh." Echa melengguh pelan. Dia mengumpulkan nyawa sebelum dudu di atas kasur.
"Mom," ujarnya serak sehabis bangun tidur.
Aeri membelai wajah putrinya."Kamu mau mandi atau sarapan dulu?" tanya Aeri.
"Aku mau mandi dulu, Mom," ujar Echa.
Aeri menyiapkan air hangat untuk Echa. Dia menuntun putrinya dan menunggu Echa di luar. Selang 15 menit Echa keluar dan hanya memakai handuk.
"Mom," panggilnya.
Aeri menghampiri Echa dan mengambilkan baju untuk Echa. Echa dibantu oleh Aeri memakai baju. Mereka berdua keluar kamar.
Melihat Jungkook, Ryeong dan Ray sudah duduk manis di sana membuat Aeri memijit pelipisnya tidak mendapati putranya Ryung.
"Kalian makan saja dulu," ujar Aeri dan seperti biasa Triplek's akan menolak tanpa keluarga mereka lengkap.
"Arasso, Mom akan membangunkan Ryung," ujar Aeri. Dia hendak pergi tapi ditahan Jungkook.
"Makanlah. Biarkan Ryung terlambat. Dia harus mandiri," ujar Jungkook.
Aeri melototkan matanya tidak percaya. Ryung bukan gerah dia akan merasa semakin bebas.
"Tap--" CUP-Jungkook mengecup bibir istrinya cepat.
"Aku dulu sama seperti Ryung, dia akan jera saat merasa diabaikan."
"Aku juga tidak akan bisa mengabaikan putraku."
"Hmm, putra kita."
__ADS_1
Sedikit berdebat sebagai bumbu rumah tangga mereka. Lalu, Aeri mulai makan bersama keluarga kecilnya.
Ryeong dan Ray pamit, sementara Jungkook ke kantor. Kini tinggal Echa dan Aeri di ruang tamu bersantai ria.
"Mom, aku gadis tidak berpendidikan," ujar Echa saat ingat bahkan dia selama ini tidak sekolah.
"Echa bukannya sering belajar sama adek-adek, Nak?" Benar selama ini Echa diajari oleh Triplek's. Echa memang anak yang cerdas, tapi tetap saja dia butuh huruf karena saat TK dia taunya belajar menyanyi, menghitung dan menari.
"Mom." Panggilan itu membuat Aeri menoleh. Dia melihat Ryung dengan baju tidak rapi dan dimasukkan. Rambutnya acak-acakan hingga menutupi sedikit alis tebalnya.
Melihat Aeri diam dan membuang pandangan membuat dada Ryung sakit. Aeri tidak pernah mengabaikan senakal apapun dia.
"Mom," ujar Ryung yang kini duduk bersila di lantai depan sofa tempat Aeri duduk. Dia membuat kaki Aeri menginjak pahanya.
Matanya mendongak menatap wajah Aeri. Tangan kekarnya mengenggang tangan Aeri. Hati Aeri terhenyuh saat melihat tatapan sedih putranya. Dia berusaha ingat perkataan suaminya, agar mengabaikan Ryung supaya anaknya jera.
Ahhh ibu mana yang tega oeh? Aeri sama saja, dia luluh akan tatapan Ryung. Membalas tatapan putranya dengan lembut. Mengelus rambut putranya.
"Maafkan, Ryung," ujarnya dan menadapat anggukan dari Aeri.
"Mom, aku akan ke sekolah," ujar Ryung yang mendapat larangan dari Aeri.
"Tidak, Nak. Kamu harus di sini saja. Di sekolah kamu hanya di hukum saja," larang Aeri.
"Mom, aku bukan baru pertama kali dihukum," ujar Ryung sambil menyengir.
Aeri pernah menangis saat Ryung dia dapati dihukum dan anaknya ini dari TK sapai SMA sangat nakal sekali. Tapi Ryung menerima semua hukuman hingga guru-guru jerah memberinya hukuman.
Melihat Ryung yang tidak sarapan dan ke sekolah malah dihukum. Keringat anaknya dan tangannya yang mugil karena masih SD memengan sapu yang lebih tinggi darinya. Aeri tentu sangat sedih, hingga dia menangis.
"Mom," panggil Echa karena Aeri diam saja saat dipanggil berkali-kali oleh Ryung.
"Mom melamun," ujar Ryung.
"Kamu ganti baju dan kalian keluar jalan-jalan saja," ujar Aeri.
"Mom, aku tidak mau," tolak Echa.
"Kapan kamu mau, Nak?" tanya Aeri sedih membuat Echa merasa bersalah.
"Baiklah, Mom. Ryung kita jalan-jalan!" pekiknya membuat Ryung ikut antusiasi. Dia mengacir ke kamar dan menganti pakaiannya.
"Mom tidak mau ikut?" tanya Echa saat dia tiba di kamar dan dibantu Aeri. Aeri memolesi beda tabur putih dan lisgolsh saja di bibir Echa.
Echa mengenakan pakaian santai. Cocok untuk jalan-jalan. Aeri menyanggupi keinginan Echa. Mereka akan keluar bersama.
Ryung sudah siap, dia mengenakan hoodie putih. Celana lepis robek dan tidak lupa headbandnya. Rambutnya yang berponi.
Echa dan Aeri juga memakai kemeja putih. Echa dengan bawahan celana selutut lepis. Sementara Aeri dengan bawahan celana kain hitam.
Mereka berjalan bersama dan menaiki mobil merah Range Rover sport milik Ryung.
Mereka menjelajahi kota Seoul dengan semengat. Aeri sudah mengirim pesan kepada Jungkook.
"Padahal aku menyuruhnya mengabaikan, malah mengajaknya jalan-jalan, hahahaha. Aku tahu kamu tidak akan bisa, Sayang," guman Jungkook. Dia meninggalkan ruangan dan berjalan berasama Aerum untuk meeting.
***
"Taehyung, sebaiknya kita keluar hari ini. Tinggalkan pekerjaanmu sehari tidak akan membuatmu bangkrut," omel Jihwan.
__ADS_1
Laki-laki itu merecoki Taehyung untuk jalan-jalan. Bahkan dia merasa Taehyung Hany membuang sisa waktunya untuk mencari uang tanpa menghabiskannya.
"Pergilah," usir Taehyung mengibaskan tangannya.
Jihwan memutar bola mata kesal. Dia duduk dengan kasar di depan Taehyung. Memberi map merah pada Taehyung. Taehyung mengangkat alis tapi Jihwan mengabaikannya membuat dia mendengus tidak percaya jika sahabatnya merajuk seperti bocah.
Taehyung melihat ada foto gadisnya di dalam dan data-data soal Echa. Dia mengeraskan rahang saat tahu fakta jika Echa buta karena perbuatan ibu kandungnya.
"Di mana Ibu kandungnya?" tanya Taehyung. Dia akan membunuh wanita itu.
"Infonya dia dipenjara dan dia memiliki saudara yang masih direhabilitasi di RSJ."
"Siapa namanya?"
"Ahin dan adiknya Ah Moon."
"Cari kabar terbaru tentangnya."
Jihwan mengangguk karena memang kabar soal Ahin dan Ah Moon menghilang. Keluarga Jungkook masih tahu jika Ahin medekap di penjara.
Jihwan menguntak-antik ponselnya. Dia mengerutkan kening saat mendapat laporan anak buahnya.
"Keluarga Jung yang memenjarakan mereka dan ini tidak mungkin terjadi," ujar Jihwan.
Tae menatap tajam sahabatnya, "Apanya tidak mungkin terjadi?!"
Siapa yang bisa meragukan kekuasan Jung Company? Memenjarakan bukan hal yang sulit.
"Ck, aku belum selesai bicara," kesal Jihwan.
"Lalu apa?" tanya Tae malas.
"Yang aku dapatkan dari suruhanku, Ahin bahkan bebas di penjara 3 bulan yang lalu bersama kekasihnya Seungri," ujar Jihwan.
"Seungri mafia itu?" tanya Tae terkejut.
"Ya dan---" Tae dan Jihwan saling memandang. Hingga Jihwan mengutuk dengan sumpah serapahnya untuk Tae. Bagaimana tidak? Tae tiba-tiba mengebrak meja di depannya membuat ia terlonjak kaget.
"Ck, dasar pemarah! Sialan!" makinya dalam hati.
"Jika dia menyentuh gadisku, dia akan tahu akibatnya," ujar Taehyung dingin hingga Jihwan mengutuk Ahin yang membuatnya merasakan amarah dari Taehyung.
"Khm," dehem Jihwan."Se-sebaiknya kita jalan-jalan," ujarnya polos dan mendapat tatapan mematikan dari Taehyung.
"Anjir salah mulu," gerutunya dalam hati.
Taehyung menghela napas. Dia menelepon anak buahnya untuk menjaga gadisnya. Selalu mentau keadaan gadisnya.
Hingga dia mendapat notif pesan.
"Bos, Echa sedang keluar bersama Nyonya Aeri dan tuan mudah Ryung."
"Kirim alamatnya."
Taehyung menatap Jihwan hingga membuat sahabatnya mengekkan badan.
"Ayo kita jalan-jalan," ujar Tae dan berlalu meninggalkanwajah cengo Jihwan.
"Dia memang sulit dipahami," ujar Jihwan dan mengikuti Taehyung.
__ADS_1
TBC