Queen Not Princes (Squelnya MYD)

Queen Not Princes (Squelnya MYD)
21


__ADS_3

🙅SIDER JAUH-JAUH 💅💋


💟Happy Reading💟


.


.


Tak ada yang membuka suara. Beberapa kali pria itu mengusap wajahnya dengan kasar. Isak tangis wanita di depannya membuat hatinya terhenyuh sekaligus merasa sesak.


Dia melihat sorot kasih sayang dari seorang wanita yang tidak melahirkannya. Dia merasakan sosok ibu dari keluarga gadisnya.


Di ruangan ini dengan detak jarum jarang menunjukkan angka jam 12:24 KST. Wanita itu terus menangis setelah mendapat anggukan dari pemuda di hadapannya.


"Hikss ... Waeyo?" tanya Aeri serak.


Dia memandang Taehyung dengan mata sembabnya. Terlihat jelas sekali jika ia tidak rela dengan jawaban Taehyung.


Well, sejam lalu setelah menemani Echa tidur, Taehyung menemui Aeri. Kini dia di ruang kerja milik Jungkook bersama Hana, Jhope, Aeri dan juga Jungkook.


Aeri memberikan kertas itu pada Tae dan bertanya soal kebenarannya. Betapa dada Aeri terasa ditikam seribu belati saat bibir Tae mengantup tapi kepalanya mengangguk.


Dia tidak dapat membendung sesaknya perasannya. Mendengar masa kecil Tae dari Echa, mendengar perjalanan karier Tae juga dari Echa.


Semua dari Echa, meski Echa juga awalnya tidak tahu jika Taehyung tidak benar jauh selama ini darinya. Takdir mengikat mereka.


"Mom, aku ikhlas melakukannya. Mommy juga tahu kalau umutku sudah tidak lama lagi," ujar Tae memandang Aeri dengan sorot menyesal.


"Taehyung!" bentak Aeri.


Air matanya semakin menentes. Dia menangis sejadi-jadinya. Hana ikut menangis. Jungkook dan Jhope menenangkan istri mereka.


"Mommy, apa yang harus aku lakukan? Aku munafik jika menapik bahwa aku ingin tetap hidup. Aku ingin tetap bersama Echa. Aku juga ingin hidup bahagia. Aku sangat ingin, Mom," ujar Taehyung sedih.


Dia membuka topengnya. Memperlihatkan wajah rapuhnya. Netra hitam itu tidak lagi tajam yang ada hanya luka, sakit dan sedih. Betapa dalam kisah yang ia lalui. Mencintai seorang gadis sejak kecil tapi berkahir drngan tragis.


Kanker yang ia dapat akibat dari siksaan orang tuanya. Kekerasan dikepalanya membuat otak dan kepalanya sering terbentur.


Aeri semakin temangu di depannya melihat Taehyung. Tae meninggalkan tempatnya dan duduk di depan Aeri. Mengenggam tangan Aeri.


Mata Taehyung berkaca-kaca, bahkan Jungkook merasa matanya memanas.


Taehyung mengadakan kepala. Malang nian nasibmu, Nak. Kini saat sakit yang ia rasa harus tersenyum lembut.

__ADS_1


"Mommy, aku bahagia, Mom. Kebahagianku adalah menemukan Echa kembali. Menjadi alasan Echa melihat dunia lagi. Aku juga bahagia mendapat perlakuan seorang wanita yang tidak pernah mengandungku begitu mrnyayangiku seperti anak kandungnya sendiri. Aku bahagia," ujar Tae parau.


Dada Aeri semakin sesak mendar ungakapan bahagia anaknya yang malang.


"Aku juga bahagia memiliki Daddy seperti Daddy. Terimakasih merawat Echa hingga ia tumbuh menjadi gadis yang kuat dan tangguh. Terimakasih menjaga queenku," lirihnya drngan suara sesak.


Senyum bahagia Echa terlintas.


Tes.


Tes.


Air mata Taehyung jatuh. Senyuman itu akan ia rindukan. Sampai mati ia akan membawa senyuman itu ke dalam tempat peristerahatan terakhirnya.


Malam ini jadi saksi bisu betapa hancurnya hati Taehyung. Betapa pedihnya hati Aeri dan Jungkook.


Hana sudah membenangkan wajahnya di dada Jhope. Tidak peduli baju Jhope basah. Ia butuh meluapkan sesak di dadanya mendengar betapa tulusnya Taehyung untuk Echa.


***


Genangan air di kolam renang bergelombang kecil. Lama kelamaan gelombangnya semakin besar akibat tendangan kaki pria itu.


Tiba-tiba seseorang duduk di dekatnya. Dia ikut memanjakan kakinya di dalam air. Menatanya menerawan ke depan. Dia tidak menoleh untuk sekadar memabalas tatapan pria di sampingnya.


Taehyung tersenyum kecil.


"Gua bukan murung, tapi gua pikirin Cacha. Gimana saat dia tahu semuanya. Dia bisa merasa bersalah. Gua nggak mau kondisinya malah drop," kata Tae.


"Kalau begitu bertahanlah untuk dia," kata Jihwan sedikit emosi membuat Taehyung tertawa renyah melihat reaksi Jihwan.


"Kita bukan anak kecil lagi Jihwan. Lo tahu berapa persen gua bisa hidup. Apa alasan gua bisa mengatakan gua bisa bertahan? 90%, 80% , 70% ... bahkan separuh dari 50% tidak ada," ujar Tae santai.


Jihwan bukam. Ucapan Tae memang benar. Bahkan separuh dari itu saja tidak ada. Jihwan menghela napas berat. Rongga dadanya terasa sesak.


"Kita menatap ke depan saja. Mau ke mana gua juga bakal mati. Gua bahagia kalau dia bisa melihat. Lo harus tahu gua mati bukan karena dia, tapi karena sudah ajal gua memang. Setidaknya gua bisa kasih dia kdo terindah saat-saat terakhir gua," ujar Tae sambil tersenyum.


Jihwan merekam dengan baik senyuman Tae yang jarang sekali terlihat. Jihwan menendeng kecil air kolam. Dia mengeluarkan rokok di sakunya. Membakar nikotin itu dan menyesapnya.


"Andai nyawa bisa dibeli, gua bakal buat lo bangkrut saat ini," ujar Jihwan yang dihadiai gelak tawa Taehyung.


"Gua minat lo buat jaga dia. Pastikan ia tersenyum dan pastikan hapus air matanya saat gua sudah tidak da lagi di sisinya. Gua akan jaga dia di atas sana. Sebagai sahabat gua lo harus nuruti permintaan gua," ujar Taehyung.


"Paboya, berhenti mengoceh. Gua-gua--" Jihwan menunduk.

__ADS_1


Tae menoleh ke samping. Dadanya juga terhimpit rasa sesak. Kedua sahabat ini menangis dalam diam.


"Gua cuma punya lo di dunia ini. Gua mau lo selalu ada, Tae. Gua mau lo ada di sini dan gua akan berusaha buat kesembuhan lo. Gua mohon kita berjuang bersama-sama. Gua mohon Hyung, demi Echa, demi adek lo Jihwan-gua," pinta Jihwan dengan suara bergetarnya.


Taehyung menunduk. Dia tidak bisa berbicara sepatah kata apapun.


"Lo tahu, gua juga mau hidup. Tapi Tuhan hanya mengizinkan gua punya waktu sesingkat ini di dekat kalian. Sesingkat apapun waktu yang kita miliki, lewati dan jalani, itu tidak akan bisa menyangkal betapa panjangnya moment yang kita punya," lirih Taehyung.


"ARGHHHHHH! HIKSSSS!" teriak Jihwan.


Taehyung tahu Jihwan sangat menyayanginya. Dia teridam saat merasa sesuatu yang basah dan lengket keluar dari hidungnya.


Darah.


Lagi-lagi darah. Taehyung mengusapnya cepat tapi percuma Jihwan menatapnya dengan pandangan sedih.


Bibir Taehyung yang pucat berusaha memberi senyum menenangkan untuk sahabat terbaiknya.


"Gweanchana," ujar Tae.


"Kamu harus di rawat, Taehyung. Kita ke Singapur untuk pengobatanmu," ujar Jihwan.


Taehyung menggelengkan kepalanya.


"Gua cuma punya waktu sebulan lebih dengan dia, empat minggu itu waktu yang sangat singkat. Gua mau menghabiskan sisa umur gua dengan Cacha," tolak Tae.


"LO TAHU KALAU LO SAKIT! LO HARUS PERAWATAN, JANGAN EGOIS. PENYAKIT LO PARAH TAEHYUNG! BERHENTI MEMIKIRKAN ORANG LAIN! HIKSSS LO SEKARAT! LO HARUS MAU DI RUMAH SAKIT! " Jihwan berteriak marah.


Sahabatnya sekarat tapi ia merasa tidak berguna. tae menyentuh pundak Jihwan yang bergetar.


"Jihwan, lo tahu gua sekarat. Lo tahu gua bakal mati. Berhenti menapik kenyataan itu. Gua tahu itu kenyataan pahit untuk diterima. Lo tahu, berobat ke Singapur pun gua tidak akan sembuh. Kanker gua sudah parah. Daripada gua menghabiskan waktu gua yang singkat di rumah sakit, lebih baik gua habiskan waktu gua bersama Cacha. Gua akan tambah sekarat jika jauh dari dia, dia obat gua. Gua mohon ... Anggap ini permintaan terakhir gua buat lo, ikhlasin gua pergi saat tiba saatnya. Jangan menangis. Gua mohon izinkan gua habiskan hidup gua sama orang yang gua cinta," ujar Taehyung penuh permohonan.


Jihwan kalah telak, ini bahkan pertama kalinya seorang Kim Taehyung memohon. Hanya gadis buta bernama Jung Aechalah yang membuat Taehyung memohon untuknya.


Taehyung memeluk Jihwan. Dia tahu sahabatnya begitu menyayanginya. Bagi Tae Jihwan bagai adiknya sendiri.


"Tuhan, saat engkau mencabut nyawaku tolong jagakan orang-orang yang aku sayang. Jagakan Queenku, biarkan dia bahagia. Kenalkan padanya warna-warni kebahagia, selama ini dia banyak menderita. Izinkan ratuku bahagia. Kebahagiannya adalah kebahagianku jua,  dan kesedihannya adalah deritaku yang paling dalam. Aku ikhlas kembali padamu, asal kabulkan pintaku," batin Tae.


Mulai hari ini ia akan mengabiskan banyak waktu bersama Echa. Empat minggu kurang dari sekarang, Zia akan kembali. Mereka akan melakukan operasi.


TBC


Voting :)

__ADS_1


__ADS_2