Queen Not Princes (Squelnya MYD)

Queen Not Princes (Squelnya MYD)
26


__ADS_3

💔Happy Reading💔


Song spesial 😉





Langit terlihat mendung. Lembayu berembus lembut. Sinar mentari redup.


Sepi.


Sunyi.


Kelam dan ....


Kehilangaan.


Semua berduka atas meninggalnya Billioner muda yang berpengaruh di dunia bisnis.


Kesuksesannya yang melambung tinggi. Dirintis dari nol membuat orang mengenalnya sebagai pengusaha ternama.


Kim Taehyung, nama itu kini terukir di batu nisan. Berita meninggalnya menggemparkan publik. Reporter berlomba-lomba untuk mengambil informasi dari pengusaha itu.


Rumah besar dan megah Jung Jungkook dihiasi tangis duka keluarganya. Masih membekas rasa kehilangan itu. Mereka menangis sepanjang dimandikannya jenazah Kim Taehyung.


Hingga saat tubuh Kim Taehyung dibalut kain kafan. Wajahnya sangat damai. Dia terlihat tampan meski matanya terpejam.


Jenazahnya dimasukkan ke dalam peti mati. Hingga jeritan Aeri tidak terbendung lagi melihat Taehyung.


"Hikssss ANDWEEEE HIKS ANDWEE! ANAKKU TAEHYUNG! HAJIMA! KAMU TIDAK BISA MENINGGALKAN MOMMY! KAMU JANGAN TINGGALIN MOMMY HIKSS HUWAAAA TAEHYUNG!"


Tamu duka mereka menatap Aeri prihatin. Wanita itu terlihat pucat dengan kantung mata terlihat jelas. Kedukaan begitu menyilimutinya.


Sebagai seorang suami Jungkook senantiasa mendampingi sang Istri. Dia tidak menangis, berusaha kuat di sini. Menjadi benteng untuk keluarganya. Hatinya pun teriris melihat Jenazah Tae berada di dalam peti mati.


Di sudut peti mati Taehyung, Jihwan menatap nanar sahabatnya yang sudah terbujur kaku dengan pakaian terakhirnya. Sahabatnya t'lah tiada, sahabatnya telah pergi.


"Hiksss Taehyung," lirih Aeri lelah.


"Sayang, Istighfar. Kamu membuatnya tidak tenang di atas sana. Jangan menangis lagi, audah cukup air matamu," ujar Jungkook.


***


Mereka mengantar Taehyung ke peristerahatan terakhirnya. Kini dia dikebumikan. Meninggalkan dunia, meninggalkan orang-orang dan meninggalkan cintanya.


"Hikssss anakku belum meninggal!" jerit pilu Aeri saat Taehyung dimasukkan ke dalam liang lahat.


Betapa pedihanya hati seorang ibu melihat anaknya yang masih mudah kembali kepada sisi-Nya. Meski Tae bukan anak kandung, tapi Aeri begitu menyayanginya.


Tidak pernah selama megenal Tae, anak itu membuatnya kesal. Yang da dia selalu membuat Aeri tertawa. Terlebih pada putrinya Echa. Dia membuat anaknya tahu cara tersenyum kembali.

__ADS_1


Jungkook meneteskan mata saat tubuh Taehyung sudah hilang tertimpung tanah.


~Selamat jalan, Nak. Selamat jalan kebanggan Daddy. Selamat jalan Taehyung. Terimakasih memencintai putri Daddy sebegitu besarnya. -Jung Jungkook.


~Hikss berat melepaskanmu, Nak. Sangat berat, Sayang. Jika kamu bahagia sekarang, Mommy akan berusaha melepaskanmu. Istirahat yang tenang, Nak. Hikss Mommy sangat mencintaimu putraku.- Aeri


~Selamat jalan sahabatku, selamat jalan. Istirahatlah dengan damai. Kini kamu tak perlu merintih sakit. Kamu tidak perlu kemotrapi. Kamu tidak perlu meminum obat-obat itu. Bukankah kamu pernah mengatakan jika kamu lelah, aku tahu kamu butuh istirahat. Selamat jalan saudaraku.-Jihwan.


Tanah kemerah-merahan itu ditaburi mawar berwarna-warni. Mereka meninggalkan pemakanam dengan hati hancur lebur.


(Dont cry, Reader. Beriakan ucapan selamat jalan kalian😌)


***


Di sisi lain seorang wanita sudah sadar. Dia menggerakkan tanggannya.


"Dokter! Pasien sudah sadar," kata perawat.


Jimin menoleh dan melihat Echa. Dia mendekat dan memeriksa denyut nadi Echa.


"Echa, kamu jangan bergerak dulu. Jangan buka matamu," kata Jimin.


"Uncel," lirih Echa parau.


"Ya, apa kamu merasakan sesuatu?" tanya Jimin.


"Enghh, aku merasa pusing. Mataku juga sakit, dan hatiku nyeri, " lirih Echa.


Jimin mengembuskan napas berat. Mereka sepakat memberitahukan keadaan yang sebenarnya pada Echa.


Tunggu setelah Echa dibuka perbannya.


Jimin mengabari Aeri dan Jungkook. Mereka semua datang. Kondisi Echa mulai stabil. Tapi benak gadis ini selalu bertanya-tanya di mana Taehyung?


"Mommy," panggil Echa. Dia disuapi bubur oleh Aeri.


"Iya, Nak?" tanya Aeri sambil menguapi Echa.


"Taehyung di mana? Ke mana dia? Kenapa tidak datang?" tanya Ech bertubi-tubi. Aeri menatap nanar putrinya.


"Makanlah, Nak. Nanti kamu juga akan tahu," ujar Aeri.


"Hm, Apa dia pergi tiga hari lagi?" batin Echa. Sayangnya keadaan sudah berubah. Mungkin gadis polos nan lugu ini mengira kekasihnya peegi tiga hari tapi kenyataannya pergi selama-lamanya.


Echa akan setia menunggu Taehyung kembali. Walau pria itu harusnya datang setelah ia sadar dari operasinya.


***


Seminggu kemudian.

__ADS_1


Echa akan membuka perbannya. Mereka menatap Echa harap-harap cemas. Hingga Zia membuka lilitan terakhir.


Degdegdeg.


"Bukalah matamu, Cha. Tapi pelan-pelan," instriksi Zia.


Echa perlahan membuka kelopak matanya. Ia memicinkan mata saat kilau membuatnya sulit melihat.


Buram, dan akhirnya dia melihat semua.


"Dokter," panggil Echa lirih. Bibirnya tersenyum.


Zia mengembuskan napas lega. Echa kembali melihat dunia. Semua bernapas lega.


"Princess," panggil Jungkook.


"Daddy," lirih Echa. Jungkook memeluk erat putrinya. Akhirnya Echa bisa melihat kembali.


Aeri ikut memeluk Echa. Memang benar adanya setelah ada hujan akan ada pelangi. Tapi bagaimana jika petir menyambar di siang hari? Akankah hujan datang dan membawa pelangi setelahnya?


Echa menatap mereka satu per satu. Melihat wajah pertama kali Triplek's dan juga sepupunya. Mereka larut dalam kebahagian sebelum bom itu meledak.


"Ap-apakah kamu Jihwan?" tanya Echa melihat pemuda yang berdiri di samping Zia.


Jihwan mengangguk. Mata itu, dia menunduk tidak sanggup melihatnya.


"Ke mana Taehyung?" tanya Echa membuat mereka menahan napas.


"Sayang, kamu usahakan sembuh dulu. Nanti setelahnya kamu bisa tahu di mana Taehyung," ujar Jungkook.


Setelahnya, Echa kembali ke rumahnya. Menjalani proses penyembuhan.


***


"Di mana Taehyung," ujar Echa. Dia mengabil ponselnya. Ia berada di kamarnya.


Ini sudah dua minggu dan kondisinua bisa dikatakan sehat total. Matanya berfungsi dengan baik.


Echa mencari kontak Taehyung dan tersenyum melihatnya. Dia juga memeriksa glery ponselnya. Terdapat banyak fotonya dan foto Tae.


"Ck, di mana dia? Apa ini, hihihi dia sangat tampan," ujar Echa. Dia mendial nomor Taehyung.


Tringgg. Lagu dari BTS-Save Me mengalun indah di kamar Echa. Echa kaget tentunya.


"Loh, kenapa di sini?" tanya Echa heran.


Dia mencarinya dan menemukan di laci. Echa mengambil ponsel hitam itu.


Tangannya terhenti saat melihat sebuah amplod di dekat ponsel itu serta sebuah kamera? Apa ini?

__ADS_1


TBC


Tinggal 1 part lagi😘Terimakasih jejaknya sayang 😌😌


__ADS_2