
Siapkan penghapus hujan lokal 😅
💔Happy Reading💔
Echa POV
Deg deg deg.
Jantungku berdetak cepat. Aku gugup karena sebentar lagi aku dioperasi.
Kalian mau tahu kondisiku? Aku sudah mengenakan pakaian rumah sakit. Berbaring di bangkar. Mom dan Dad serta keluargaku yang lain memberiku ucapan semangat sebelum masuk ke dalam ruangan ini.
Aku menunggu Tae, tapi kenapa dia tidak memberiku ucapan selamat?
Ceklett!
Siapa yang datang? Apakah dokter Zia? Ngomong-ngomong dokter Zia itu dokter yang menanganiku dulu, sejak kecil.
Kasihan sekali dia harus berpisah dengan uncel Jimin. Aku tidak tahu permasalahannya. Hufgghh kenapa aku beridik ngeri memikirkan pernikahan.
Aaaaa bibirku tertarik ke atas saat nama Tae muncul di benakku. Aku percaya bahwa dia tidak akan pernah meninggalkanku.
Hm, aku akan melihat nantinya. Aku merasa Tae menyembunyikan sesuatu padaku dan juga keluargaku.
Setiap hari mereka menyemangati untuk terus menatap masa depan. Aish seperti aku akan terpuruk saja. Wajar aja kali ya soalnya aku juga mau operasi.
Yah mungkin sebatas itu.
"Omo!" Aku terkejut saat tangan yang mirip es mengenggam tanganku.
Tapi hey! Aku mengenal genggaman ini. Ini genggaman seseorang yang tak pernah membiarkanku terjatuh. Siapa lagi kalau bukan kekasihku.
Lalu kenapa tangannya sangat dingin? Aku mulai khawatir. Akhir-akhir ini dia seperti kurang sehat.
"Taehyung," panggilku.
"Ya," jawabnya serak. Kan aku juga bilang dia sakit.
"Kamu ... Kamu sakit?" tanyaku hati-hati.
Aku membalas genggamannya. Ternyata tangannya tetap dingin. Inginku bertanya tapi rasanya lidahku kepuh untuk bertanya.
"Cacha, semangat menjalani operasi. Aku harap kamu baik-baik saja setelah ini. Aku mohon berbahagialah. Hanya itu yang paling aku inginkan dalam hidupku," ujarnya padaku. Ada apa ini? Kenapa wajengannya seperti dia akan pergi hiks? Ada apa?!
"Sayang," panggilku. Oh Taeku dia mencium keningku. Lalu kedua mataku, pipiku dan juga---bibirku.
"Hufghh mari kita mulai oprasinya," ujar Dokter Zia. Ohhgg aku tertangkap basah. Pipiku pasti memanas. Mendengar tawa renyah Tae sudah kupastikan pipiku seperti kepiting rebus. Tae memelukku singkat dan membisikkan kata penenang dalam kegundahanku.
"Saranghae Queen Cacha."
"Nado saranghae my Prince Tetet," balasku sambil memeluknya erat.
Saat Tae pergi aku merasa kehilangan. Ada apa denganku? Mungkinkah ini karena aku takut sebentar lagi operasi?
***
Tae di tuntun kembali pada bangkarnya di samping Echa. Dia berbaring di sana dan menolehkan lepalanya melihat Echa dari samping.
Sudut matanya memanas. Dia memutuskan memandang langit-langit seperti Echa.
__ADS_1
Zia menatap Echa dan Tae dengan mata berlinang. Hingga seorang pria masuk. Dia adalah Park Jimin.
"Jangan menangis, lakukan yang terbaik. Ini sudah takdir Tuhan, tidak bisa dielak," ujar Jimin menatap Zia dalam.
Zia mengangguk dan Jimin mengusap air mata Zia. Sampai. seorang pria masuk dibalur jas putih. Ruangan ini kini di dominasi pakaian serba putih.
"Hufghhh." Zia mengembuskan napas. Dia berjalan ke arah Tae.
"Taehyung, apa kamu siap?" tanya Zia. Dia mencoba menguasai suaranya agar terdengar normal. Berada di ruangan yang menjadi saksi perpisahan sepasang kekasih itu sangat menyesakkan. Ditambah mantan suaminya di sini juga.
"Aku siap, tolong berikan surat dan kunci ini pada Jihwan," ujar Tae.
Zia mengangguk dan menerimanya. Dia sdmlat melihat Jihwan di luar seperti mayat hidup. Matanya memerah dan bengkak.
Zia dan Jimin beserta dokter lain mulai melakukan tugasnya. Mereka memeriksa tekanan darah keduanya dan mulai menyutikkan bius kepada Echa dan Tae.
Pria itu membuka maskernya dan menatap Jimin. Dia mengangguk dan Zia meneteskan air mata saat menyentuh Tae.
Ckek, lampu operasi menyala. Kos tangan dan pisau serta alat lainnya mulai digunakan. Operasinya berjalan.
***
Jihwan tidak hentinya mengusap air matanya. Di luar banyak sekali keluarga Echa.
Yuna dan Heseok melafalkan doa. Berusaha menerima keikhlasan pemuda itu.
Aeri beberapa kali tidak sadarkan diri. Dia selalu memanggil nama Tae. Anaknya akan pergi. Sampai kapanpun Aeri tidak akan sanggup mengantar jenazah anaknya.
"Taehyungg! Anakku hiksss!" teriak Aeri. Dia berada di ruang kamar inap karena pingsan.
Berulang kali dia meronta-ronta. Jungkook menenangkan istrinya. Air mata istrinya mengalir deras.
"Sayang, hey Aeri. Kamu harus kuat sayang, bagaimana kondisi putri kita saat tahu ini?" kata Jungkook menyadarakan Aeri. Aeri termangu manangis di tempatnya.
***
Seungri bediri tidak jauh dari sana dengan masker miliknya. Napasnya memburu. Dia menjalankan perintah Ahin. Echa gadis itu~sudah sepatutnya mendapatkan balasan.
Seungri berjalan pelan dan dia tersenyum saat melihat pria di depannya. Mereka berjalan bersama ke ruangan pria itu.
Rencananya dan Ahin berhasil. Dia menyeringai tajam.
Sedangkan Ah Moon tahu Zia dan Jimin kembali di sini. Mata Ah Moon mengkilat marah. Dia menatap anak kecil di dekatnya.
Sontak anak itu menunduk takut. Hingga dia menangis tanpa suara. Bundanya sangat kejam.
"Dasar anak manja!" bentak Ah Moon.
"Bundaa hiksss Bundaa," teriaknya sakit saat Ah Moon menarik pipinya kasar. Matanya memerah, tangab mugilnya menangkup meminta maaf pada bundanya.
"Hiksss Bunda," isaknya.
Brak! Kepala anak itu terbentur pintu mobil. Dia memegangi kepalanya dan menunduk dalam.
"Jangan bersuara!" bentak Ah Moon dan anak kecil itu mengangguk.
"Awas kau Zia! Aku akan membunuhmu!" geramnya.
***
__ADS_1
Detik, menit, jam~kini telah berlalu. Sudah enam jam operasi berjalan. Pintu terbuka.
Semua menatap wanita yang kini kembali ke Korea hanya untuk operasi Echa. Melihat bibir begetar wanita itu. Matanya memerah dan terlihat menyesal.
"Hiksss," isak Zia.
Yuna memeluk mantan menantunya. Pecahlan tangis mereka.
"Hiksss jam 03:26, dia meninggal," ujar Zia.
"TIDAAKKKKKK! HIKSSS TAEHYUNG! HIKSS ANAKKU!" teriak Aeri. Dia duduk di lantai dengan tangis pilunya.
Berulang kali ia menepuk dadanya. Mulutnya terbuka, matanya terpejam menangis. Hingga dia pingsan kembali.
Jihwan menunduk dalam. Air matanya seperti hujan di atas genting. Jatuh satu per satu tapi deras.
~Sahabatnya pergi, kakaknya pergi, penolongnya pergi.
"Kamu meninggalkanku, Hyung," batin Jihwan.
Jimin keluar dari ruangan itu dengan wajah lelah. Mata pria itu juga memerah. Terlihat menyesal.
Hem Joon dan Kang Lee juga di sini. Jika kalian lupa dengan mereka biar aku ingatkan
Hem Joon dan Kang Lee rekan bisnis Tae dan sahabat Heseok. Mereka pernah bertemu di Hotel Gray Nuv, LA. Tepatnya saat Tae dan Jihwan punya urusan di sana bersama Zia.
Mereka turut hadir, apalagi Hem Joon menganggap Tae sebagai putranya sendiri. Dia belum punya anak tapi tetap hidup bersama istrinya. Tidak ada yang salah dari mereka, Tuhan belum saja memberinya.
Jihwan menoleh saat Hem Joon menepuknya. Hem Joon tahu jika Jihwan juga sebatang kara dan menganggap Tae sebagai saudaranya.
Jena, Tripleks, dan semua keluarga besar Echa berduka. Echa dipindahkan di ruang inap sementara Tae, dipindahkan di ruang jenazah.
Aeri terpuruk sampai belum sadarkan diri. Hana dan Jena menjaga Aeri. Jungkook mengurus jenazah Taehyung.
Jenazah Tae akan dipulangkan ke rumah Jungkook. Yeonju, Boemgyu dan Yoongi menunggu di rumah Jungkook.
Jena dan Ulfie mengurus keperluan di rumah Jungkook dan dibantu warga.
Kini bendera kuning dan putih siap di depan rumah Jungkook tanda kedukaan keluarga itu. Karangan bunga besar juga terlihat di depan dengan mengukir nama Taehyung.
Echa masih terlelap damai. Wajah polosnya terlihat tenang. Entah jiwanya berkelana ke mana? Sanggupkah ia menatap dunia kembali.
Hem Joon, Kang Lee dan Jimin serra Heseok berbicara serius di ruangan Jimin. Zia duduk di samping Jimin dengan pandangan kosong.
Saat semua sibuk Seungri berjalan ke kamar Echa. Bibirnya tertarik ke atas melihat Echa hanya sendiri. Seringai tajamnya muncul.
Kini kekasih hatinya telah pergi. Berbaring di rumah terakhirnya. Meninggalkan semua orang dan juga kekasih tericintanya.
Jung Echa Queennya hanya disisahkan sebuah kenangan yang akan melepas rindunya tapi juga menikam hatinya.
Rindunya akan lepas, tapi air matanya akan jatuh.
Inilah pengorban seorang Taehyung kepada gadis buta bernama Echa.
Ketika cinta datang dengan tulus, nyawapun akan diberikan.
***
Tinggalkan jejak :)
__ADS_1