
Sorry for typo 😖
Jejaknya untuk part ini, mohon sider muncul :)
             💞Happ Reading💞
            🌺Spesial TaeCha🌺
Â
Seperti biasa Tae akan mengajak Echa kencan. Mereka benar-benar menghabiskan banyak waktu. Seperti saat ini Tae dan Echa makan di ruang tamu bersama.
"Tae--" Echa ingin memanggil Tae tapi dipotong kekasihnya itu.
"Sayang, panggil aku sayang. Aku akan mendiamkanmu," rajuk Tae.
"Hufghhh ... berapa usiamu, eoh? Kenapa kamu jadi manja begini? Arasso, aku akan memanggilmu Sayang," ujar Echa sambil mencibirkan bibirnya.
"Ada apa sayang?" tanya Tae.
"Apa ini makanan kesukaanmu?" tanya Echa. Sambil menunjuk mulutnya yang menguyah.
"Eum, ya aku menyukai makanan rendang," ujar Tae sambil menguyah.
"Hm bukannya kamu mengatakan jika ada temanmu yang akan datang. Siapa dia?" tanya Echa.
"Oh itu ... Jihwan. Dia sudah di jalan dan sebentar lagi akan tiba di sini," kata Tae sambil menyupai Echa.
"Aaa ...." Echa membuka mulutnya.
Selang beberapa menit ada orang mengetuk pintu. Sepertinya Jihwan.
"Aku akan membuka pintu untuknya. Tunggu sebentar," ujar Tae.
Dia meninggalkan Echa dan membuka pintu. Saat membuka pintu wajah lelah sahabatnya membuat Tae menatapnya menyerit.
"Ada apa dengan wajahmu? Terlihat seperti zombie," tanya Tae.
"Ck, tak bisakah kau menyuruhku masuk dan menyeduhkanku secangkir teh panas. Kamu malah mengintroku seperti wartawan saja," komentar Jihwan.
Dia menerobos masuk ke dalam seolah rumahnya sendiri.
"Heyy! Apa kamu seeokor anjing yang masuk ke dalam rumah orang?!" teriak Taehyung kesal.
"Ini kan rumah pacarmu. Jadi rumau juga, rumah teman rumah kita juga," ujar Jihwan asal.
Mata Tae terbelalak. Dia menepuk kepala Jihwan membuat pria itu meringgis dan menatapnya tajam.
"Akhhh!"
Echa kaget tentu saja. Dia tahu jika Jihwan dan Tae sudah di dekatnya.
Jihwan pertama kalinya bertemu dengan Echa dengan jarak dekat berdecak kagum. Betapa cantiknya gadis di sampingannya.
Oh mata ruby itu sangat berbinar dan cantik. wajahnya ayu dan terlihat polos. Yah, Jihwan bisa menebaknya, gadis di sampinya terlihat penyabar.
"No Yeppo," ujar Jihwan tanpa sadar. Pipi Echa bersemu merah.
(Kamu cantik)
Tae berdecak pinggang. Matanya melotot tajam membuat Jihwan meringis.
*Aishh mode singanya kambuh* batin Jihwan.
Tae menarik Echa ke dalam pelukannya. Echa malu tentu saja. Dia mencoba menarik diri tapi ditahan Tae.
"Sayang jangan bergerak. Kamu tahu di depanmu itu pria yang hanya modus ucapan bukan pria yang punya banyak bukti," sindir Tae membuat Jihwan kesal.
"Heyyy Bung! Aku pria yang tulus bukan modus. Kau harus tahu, aku titisan Dewa Erlos," ucap Jihwan sombong.
"Pefffthh ... Hahahahaha." Echa tidak kuat menahan tawanya.
__ADS_1
"Jangan menertawakanku. Aku serius sekali jika aku titisan Dewa Erlos," ujar Jihwan dengan nada menyakinkan.
"Jinjjayo?"
"Hm, kau harus tahu bahwa kekasihmu itu masih berguru denganku soal percintaan," angkuh Jihwan.
"Baiklah, bisakah aku berkenalan dengan titisan Dewa Erlos ini?" tanya Echa geli.
"Tentu, perkenalkan namaku Jihwan," ujarnya memperkenalkan diri sambil menerima uluran Echa yang tentu salah mengulurkan ke arahnya.
Echa jadi malu sendiri tapi untunglah Jihwan orangnya humbel.
"Apa tuan rumah di sini tidak menawarkan minuman kepadaku?" ujarnya sambil cecengesan.
Echa kaget mendengar perkataan Jihwan yang blakblakan.
"Hahahaha kamu sangat lucu Echa, aku bercanda. Ayolah kita harus becanda dalam hidup karena terkadang hidup seperti lelucon. Besok bahagia, besoknya menangis, besoknya tertawa dan besoknya berduka," ujar Jihwan seperti mengatakan makna tersirat kepada sepasang kekasih itu.
Taehyung tahu betul makna itu. Echa polos dan lugu hanya memaknai jika ucapan Jihwan hanya sebatas aksara.
"Karena hidup terkadang seperti lelucon, mempermainkan hidup. Ada kalanya kita lelah dan memilih Beristirah," timpal Tae dengan pandangan lurus.
"Ehm, kenapa kalian berbicara sesuatu yang tidak aku pahami?" tanya Echa.
"Kamu tak perlu memahami, Sayang. Cukup kamu jalani, Arasso Queen?" tanya Tae sambil mengelus lembut surai Echa. Echa mengangguk.
Jihwan tersenyum kecut di tempatnya.
"Aku haus, bisakah aku mengambil menuman untukku sendiri?" tanya Jihwan.
"Ah Ne, maaf membuatmu mengambil minum sendiri," ringis Echa.
"Hahaha santai. Anggap rumah sendiri, bukankah sering tuan rumah katakan itu?" canda Jihwan membuat Echa mengangguk dan tertawa.
***
Sebulan kemudian.
Besok adalah hari yang ditunggu-tunggu Echa. Dia duduk di atas kasurnya dengan jantung berdegup kencang.
Suara jarum jam menemani Echa mengeluarkan isi hatinya.
"Aku ingin sekali melihat dunia, tapi kenapa hatiku seolah melarangku? Kenapa aku merasa bukan melihat tapi akan merasa dilingkupi kegelapan? Tak cukupkan kau sang Gelap menemaniku sejak kecil? Kenapa kau tak izinkanku melihat dunia? Aku bukan mawar yang punya duri untuk melindungi. Aku bukan malam yang punya bitang dan bulan yang setia menemaninya. Aku hanya gadis buta yang beruntung dicintai oleh pria hebat. Sang Malam kegelapan, izinkan aku menatapnya. Izinkanku melihat wajahnya," ujar Echa tanpa sadar air matanya menetes.
Ucapannya dari hati yang paling dalam. Keluar dari bibirnya tanpa komando. Seolah itu memang hati kecilnya yang bercerita betapa resahnya saat ini yang ia rasakan.
Echa membarinkan tubuhnya. Dia dan Tae sepakat ke bukit sampai. malam hari. Dia ingin merasakan berada di bawah lengit malam bersama kekasihnya.
Perlahan mata Ech menutup sempurna. Berharap Tae akan datang lewat mimpi-mimpi indahnya.
***
Sementara di sebuah kamae nuangsa abu-abu. Laki-laki yang mengenakan baju kaos putih polos dengan celana jens selutut tengah duduk di depan meja belajarnya.
Jendelanya sengaja ia buka. Cahanya rembulan masuk melalui jendelan. Menyinari wajah pucat nan tampan itu.
Tangannya memengan sebuah polpen hitam kecil. Di depannya ada sebuah buku kecil serta kertas. Sudut mejanya terdapat kamera kecil yang setia menemaninya belakangan ini.
Perlahan tangannya menggores kertas putih polos itu dengan tinta hitam.
Taehyung POV
Malam seolah tahu isi hatiku. Bulan ikut menyinariku. Bintang berkelap-kelip seolah membisu. Yah mungkin mereka tahu, aku akan berada di antaranya.
Saat ini aku mengenggam polpenku dan kertas di hadapanku siap kujadikan tempat curhatan isi hatiku.
Aku bukan pria melankolis. Bukan pria punjangga dengan seribu surat untuk kekasihnya. Tapi ini takdir dariku untuk menuliskan semua untuk kekasihku.
Bahagia sekali menjadi bagian hidupnya. Menjadi alasan dari derai tawanya. Menjadi alasan di setiap semangat dan bahagianya.
Dan bahagia sekali menjadi alasan untuknya menatap dunia ini.
__ADS_1
Sudah banyak surat yang aku tulis untuknya. Sudah banyak bidikan fotonya yang aku abadikan. Begitu banyak tingkahnya yang sudah kurekam. Semua itu kepersiapkan sebagai kenangan.
Besok aku mengajaknya ke bukit sampai semalaman sebelum besok malamnya aku dan dia menjalani operasi.
Sakit, sekali Tuhan aku harus meninggalkannya. Aku ingin merengkuhnya disetiap waktu tapi kamu hanya mengizinkanku menjaganya dari jauh.
Ah tubuhku lelah sebenarnya. Aku kuat demi kekasihku. Aku sebenarnya sudah hampir menyerah. Jangan menghalangiku, ini sangat sakit. Kanker itu seolah menyiksaku.
Sudah enam tahun aku mengidap penyakit ini. Enam tahun bukan hal mudah untuk aku lewati. Aku bertahan dari ganasnya kanker yang kuderita karena satu seorang gadis.
Aku senang telah menghabiskan beberapa bulan dengannya. Ingin aku beritahu dunia bahwa dia ratuku. Pemimpin hatiku dan yang membangun istna kokoh hubungan kami.
Baiklah besok tinggal sehari aku bersamanya. Hahaha ... lihat darah ini. Dia mentes kembali. Bibirku pucat, tanganku saja tak mampu mengenggema dengan baik pena ini.
Tuhan, kuatkan aku. Dua hari lagi, kumohon. Setelah itu aku ikhlas kau ambil.
Akan aku tulis surat terakhirku untuknya. Hey ... kau menangis? Jangan menangis, sssttt kau harus tahu aku bahagia di detik-detik terakhirku ini.
Akan kutulis surat untuk Queenku Cacha-gadis terhebat dalam hidupku.
                       Â
     Â
                      Seoul, 08 Juli 2019
~Hey ... Queenku, Chagiyaku dan empp apa hehehe. Jika surat ini sudah kamu baca artinya aku sudah tidak ada di dunia ini lagi. Lihat Sayang aku baru menyapamu, kau sudah menangis. Hentikan air matamu, aku tidak suka. Tertawalah untukku, Queen.
Aku tahu ini berat, tapi percayalah aku sangat bahagia sekarang. Melihatmu membaca tulisanku artinya kamu sudah bisa melihat lagi.
Jangan menyerah, Sayang. Hidupmu masih panjang. Apa salah aku memberikan kedua matku untukmu? Aku tahu, ini sudah ajalku. Aku tidak benar-benar pergi. Aku ada dalam dirimu.
Sayang, jangan bersedih. Memang benar ragaku tidak di sampingmu lagi. Tapi kau harus tahu, apa yang kau lihat tentu aku lihat juga.
Mata itu, mata kita bersama. Jangan gunakan mata itu untuk menangis, karena aku juga menagis.
Queen, maafkan aku sayang. *Air mata Taehyung membasahi kertas* 💧
Aku ingin sekali menemanimu. Menjalani hidup bersamamu. Menikah denganmu dan punya anak-anak yang lucu. Hahaha, sayangnya Tuhan tidak mengizinkanku.
Aku akan mengirimkan pria yang mampu membuatmu tertawa seperti sedia kala. Aku mohon bahagialah.
*Tangan Tae semakin bergetar*
Aku pergi ....
Terimakasih pernah mengizinkanku mencintaimu dan dicintai olehmu.
Aku munggumu di sini Sayang, jika kita berjodoh di akhirat kan pasti Tuhan mempertemukan kita kembali. Akan kuceritakan pada mereka, bahwa aku pernah merasakan cinta luar biasa. Remeo dan Juliet, Rose dan Jack, Rama dan Sinta pun akan iri sayang. Cinta kita lebih hebat daripada mereka. Ini cinta luar biasa.
Akan aku sambut kamu di sini. Tapi jalani hadupmu dengan baik.
I Love you, Queen Cacha 💕
                          Your Prince
                            Tetet 💕
***
Air mata Tae mengalir deras setelah menulis suratnya. Dadanya sesak. Dia ingin bersama Echa tapi mau bagaimana lagi, dia harus terpisah.
Dia akan menyiapakn semua malam ini. Menyiapkan juga untuk Jihwan sahabatnya.
Sementara di tempat Echa berteriak keras. Napasnya memburu.
"TAEHYUUUUNGGGG! ADWEEEE HIKSS!" Echa mengusap air matanya.
"Hiksss Tuhan, jagakan kekasihku. Kusangat mencintainya," doa Echa.
Semua merasa sedih memalam ini. Buktinya Aeri sampai jatuh tertidur dipelukan Jungkook sehabis menangis. Hana pun sama dan Jihwan juga sama hancurnya. Membuat Zia menangis juga di hadapannya.
__ADS_1
TBC
Wattpad : @Kim_Aretha