Queen Not Princes (Squelnya MYD)

Queen Not Princes (Squelnya MYD)
14


__ADS_3

🙅SIDER JAUH-JAUH💅


SPOILER AERI-JUNGKOOK 😌 Warning 🔞⚠️Ada adegan hotnya 😌


💟Happy Reading💟


Seperti biasanya setelah Tae datang menjemput putrinya,  Aeri bergegas ke kantor suaminya.


Dia memakai dress setengah lutut. Tas selempang senanda dengan warna sepatunya.


Dia menyuruh meminta Ray mengantarnya ke kantor Jungkook.


"Ray," panggil Aeri.


Ray yang sedang menulis menoleh dengan alis terangkat.


"Antar Mom ke kantor Daddy," ujar Aeri.


Ray mengangguk dan meninggalkan laptopnya. Dia segera ke kamarnya berganti baju. Ryeong masih di sekolah latihan basket sedangkan Ryung sudah keluyuran. Echa sedang kencan dengan Tae.


"Mom, ayo kita berangkat," ujar Ray membuat Aeri bangkit di sofa. Dia mengekori putranya dari belakang.


Ray menarik tangan Aeri lembut dan membukakan pintu mobil untuk Aeri


Aeri tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada putranya.


Aeri mengajak Ray mengobrol di dalam mobil.


"Ray,  kamu punya pacar?" tanya Aeri.


"Gak ada,  Mom. Kok tiba-tiba nanya soal pacar,  Mom?" tanya Ray.


*Elah Ray ini Author ngode dikenalin sebagai calon mantu-,-


"Enggak, Mom penasaran sama kamu. Kok gak punya pacar? Gak ada yang mau?"


*Wajah tampan gini banyak naksir Mommy-nya-,-


Ray tertawa seolah ucapan Aeri lelucon. Dia bahkan dinaksir banyak gadis,  tapi Ray tetap dingin.


"Mom aku tidak perlu pacar, aku hanya ingin sendiri. Jika tiba saatnya aku akan mengenalkan pada Mommy," ujar Ray.


"Bagaimana dengan Jena?" tanya Aeri hati-hati.


Ray diam.


"Hufghhh  ... Mom, Jena itu sepupuku, cuma adek sepupu dan gak lebih," ujar Ray.


"Mom pikir Jena main-main bilang cinta sama kamu. Ternyata dia benar-benar mencintaimu. Tidak apa-apa jika memiliki hubungan dengannya. Mom mendukung saja," ujar Aeri.


"Bagiku Jena hanya anak kecil yang sedang cinta monyet. Dia akan melupakan perasaannya nanti Mom. Mom kan juga tahu dia masih SMP jadi wajar jika mengalami masa puber," ujar Ray.


Aeri mengangguk saja. Dia menatap jalanan. Hingga dia tiba di kantor Jungkook.


Aeri dan Ray turun dari mobil.


"Kamu tidak mau ikut masuk, Nak?" tanya Aeri.


"Aku tidak ma menganggu kemesraan Mommy," ujar Ray membuat pipi Aeri merona merah.


"Khm,  hati-hati di jalan," ujar Aeri.

__ADS_1


Dia masuk saat anaknya sudah pergi. Semua karyawan mengenal Aeri menunduk hormat dan melempar senyum dan dibalas Aeri.


Semua tahu jika istri Jung Jungkook angat ramah dan baik. Wanita itu cantik dan tidak angkuh.


CEO


Aeri menyapa Aerum setibanya di depan ruangan Jungkook. Aerum dan Aeri memang akrab belakangan ini,  palagi Yoongi anak Aerum dan Danil bersahabat dengan putranya.


Aeri masuk ke dalam dan melihat Jungkook sedang berkutat dengan Kertas-kertas di depannya. Jungkook mengadahkan kepala dan terkejut melihat Aeri.


Dia segera bangkit dan menghampiri Aeri. Wajahnya bahkan sudah kelihatan sumrigah melihat kedatangan Aeri.


"Sayang,  kenapa tidak bilang-bilang mau ke sini?" tanya Jungkook sambil memeluk erat pinggang istrinya.


"Hahaha aku sengaja memberimu supprise. Aigo suamiku yang tampan ini kenapa jadi jelek begini?" goda Aeri.


Wajah Jungkook memang terlihat lelah sekali. Jungkook menarik Aeri ke sofa. Dia membaringkan kepalanya di atas paha Aeri. Wajahnya disembunyikan di purut Aeri.


Suaminya lagi manja-manja.


"Sayang," panggil Jungkook.


"Mwo?"


"Kamu belum sampaikan kan soal pendor mata Echa?"


"Iya. Aku menunggu penjelasan darimu."


Jungkook membalikkan bada menghadap Aeri. Aeri menunduk melihat wajah suaminya.


"Aku tidak tahu siapa pendonornya, tapi kabar itu aku dapat dari Dokter Zia," ujar Jungkook.


"Dokter Zia," beo Aeri.


"Ah aku jadi penasaran," gumam Aeri.


"Siapapun orangnya, kita punya hutang budi dengannya," ujar Jungkook.


"Yah, apa tidak apa-apa? Harusnya kita tahu," ujar Aeri.


"Sayangku, ini permintaan pendonornya. Zia juga memegang sumpah Dokternya, dia tentu tidak bisa melanggar."


Jungkook ikut menerawan, kira-kira siapa orangnya. Dia tetap bersyukur dan menantikan putrinya melihat dunia lagi.


Jungkook menarik tengkuk Aeri dan menciumnnya. Aeri membalas ciuman Jungkook. Hingga dia mendesah saat tangan Jungkook mulai meremas buah dadanya.


"Ahhhhh shhhh," desah Aeri.


Jungkook bangkit dan melumat dalam bibir Aeri. Aeri membuka mulutnya,  memberi akses kepada Jungkook.


Intinya sudah berdenyut minta dipuaskan. Hingga Jungkook menghentikan ciumannya.


"Aku tutup pintu dulu," ujar Jungkook.


"Ne," ujar Aeri.


Jungkook menatap Aerum dan memberi pesan jika tidak ingin diganggu. Aerum mengangguk mengerti.


Jungkook sudah mengunci pintu dan menghampiri Aeri. Dia menyatukan bibirnya kembali di bibir ranum Aeri.


Jungkook meloloskan dress Aeri hingga menyisahkan pakaian dalam Aeri. Wajahnya sudah memerah karena hasrat.

__ADS_1


Tangan Jungkookmembuka pengait bra milik Aeri. Dia melahap buah dada Aeri. Menekan,  memilin dan menyedotnya hingga memuncak menengan.


"Ahhhhh," desah Aeri.


"Jungkhhhhookkhh," panggil Aeri serak.


Jungkook semakin terbakar gairah. Dia memebuka paha Aeri lebar-lebar. Menjilat dengan lidah panjangnya tepat di miss V istrinya.


Tubuh Aeri menggelinjang nikmat. Dia menekan kepala Jungkook. Meski celana dalam Aeri belum lepas,  justru itu menambah penuh hasratnya untuk segera disentuh intinya.


"Akhhuu gakhh tahan," ujarnya.


Tangan Jungkook mengelus perut Aeri sampai pemenangkup kembali payudara Aeri. Mata Aeri terpejam karena permainan Jungkook.


Sampai dia membantu Jungkook melepas baju dan celananya. Mereka kini sama-sama tanpa busana. Aeri terus mendesah saat saraf sensitifnya disentuh Jungkook.


Jungkook mendorong pelan Aeri hingga berbaring di atas sofa. Dia membuka paha Aeri lebar dan mendorong intinya.


"Akhhhhh shhhhh," desah Aeri saat Jungkook memasuki intinya.


"Ahhhhhhh ahhh ahhhh shhh ahhh," desah Aeri cepat saat Jungkook mempercepar ritme pinggilnya.


Badanya sampai terdorong-dorong. Jubgkook memengan satu panyudara Aeri. Sementara kaki Aeri membelit di pinggang Jungkook.


"Ahh fasterhhh," desahnya.


"Ahhh Aerihhh ahhh."


Jungkook melambatkan ritmenya menbuat Aeri yang ingin sampai dipuncak merasa tersiksa. Dia bahkan mengigit tangannya penuh sensual.


Jungkook melihat kepala Aeri sampai kanan-kiri karena kenikmatan. Dia menyukainya. Tubuh mereka sudah berkeringat.


"Ahhhh percepathhh Jungkookhhh," ujar Aeri.


"Hahhhhh mwohhh?" tanya Jungkook melambatkan pinggulnya.


Aeri tidak tahan. Dia menarik Jungkook dab memebelitkan lidah meraka. Jungkook membiarkan Aeri melumatnya. Membiarkan istrinya memimpin peecintaannya.


Aeri mulai menggoyangkan pinggulnya. Semakin cepat dia menggoyangkan karena sebentar lagi dia mencapai klimaks.


"Jungkohhh ahhhhhh ahhhhh ahhhh," desah Aeri.


"Ahhhh terusss hhahh sayanghhh," ujar Jungkook.


Jungkook menarik dirinya. Dia menggerkkan miliknya dengan cepat. Membuat Aeri menjerit nikmat. Dia menyentuh atas miss V-nya karena hentakan Jungkook membuatnya sedikit perih tapi nikmat.


"Ahhhhhh hhhhh," desah Aeri.


Jungkook semakin mempercepatnya hingga dia dengan Aeri mencapai puncaknya.


Crot... Crottttt.


"Aghhhhhh Jungkookhhhh," lengguh Aeri.


"Ahhhhh," desah Jungkook dan menubrukkan badannya di atas tubub Aeri.


Aeri merasa sperma Jungkook menyembur banyak di dalam rahimnya. Bahkan dia merasa ada yang keluar karena dia merasakannya. Jungkook memejamkan mata menikmati mulut miss V Aeri mencengkram miliknya kuat.


Belum sempat napas Aeri teratur seperri semula. Jungkook mulai kembali permainannya. Mereka melakukannya sampai tiga kali.


Setelahnya Aeri dan Jungkook mandi bersama di dalam ruangan Jungkook. Mereka akan pulang ke rumah. Beginilah Mr. Jung akan mencumbu istrinya saat Aeri berkunjung ke kantornya.

__ADS_1


TBC


Jejaknya say 🤗


__ADS_2