
🙅SIDER JAUH-JAUH💅
💟Happy Reading💟
Langit biru membentang di kota Seoul kini dilihat kembali oleh Kim Taehyung. Setelah urusannya selesai di Lost Angels dia segera kembali menumui kekesihnya.
Dia melihat rumah yang menjulang tinggi di hadapannya. Wajahnya berseri-seri. Dia melangkahkan kaki dan tangannya menekan bel rumah.
Ting tong Welcome 😂(Bunyi Belnya)
Muncullah seorang wanita. Dia melempar senyum manisnya.
"Kapan kamu tiba, Nak?" tanya Aeri.
"Tadi subuh, Mom," jawab Tae.
"Masuklah, dia teramat merindukanmu, hehehehe," ujar Aeri.
Tae mengangguk dan dia minta izin ke kamar Echa. Setelah ia mengetuk pintu, terdengar suara gadisnya.
"Masuklah, Mom." Owh rupaya pemilik kamar ini mengira ibunya yang datang.
Tae berjalan ke arahnya. Dia tersenyum melihat wajah Echa yang terlihat menggerutu.
"Mom," panggil Echa.
Hening.
Echa mengira ibunya t'lah pergi. Dia menghentak-hentakkan ponselnya di pahanya. Menunggu benda pipih itu berdering.
"Arghhh Taehyung sangat menyebalkan! Katanya mau pulang dua hari lagi, tapi kenapa belum ada kabarnya sama sekali," gerutunya membuat Tae tersenyum geli.
Wajah merenggut di hadapannya sangat lucu. Dia mengembungkan pipi tanda kesal.
"Aku tidak mau berbicara dengannya. Lihat saja nanti," ujarnya mengebu-ngebu lalu berteriak frustrasi.
"Ahhh tapi aku merindukannya. Aahh bicosso!"
Tae tertawa karena ucapan Echa. Mulut Echa setengah terbuka. Matanya melotot lucu.
"TAEHYUNG!" teriaknya kesal, malu dan juga senang.
"Hahahaha, jadi aku menyebalkan, eoh? Kamu tidak mau berbicara denganku lagi?" tanya Tae menggoda Echa. Asih ada sisa-susa senyum di wajahnya.
"N-Ne! Ak-aku tidak mau berbicara denganmu," ujar Echa gugup.
"Chagiya," panggil Tae lembut dan mengenggam satu tangan Echa. Tangan kanannya memegan pipi Echa.
__ADS_1
Argghh gagal merajuk. Bahkan wajahnya sudah merah merona. Salahkan Billioner muda ini yang mampu membuat hatinya bolak-balik. Eh bucin mah gini, hehehe.
"Chagiya ... Queenku Bogishipda."
Meleleh adek bang. Senyum tertahan Echa akhirnya lepas. Dia tersenyum malu. Tangannya mengenggam tangan Tae yang bertengger manis di pipinya.
"Nado bogishipda," ujarnya Malu-malu.
Eunghh uri Echa malu-malu kucing. Tae memeluk Echa erat. Melepas rindunya selama ini.
"Aku membawakanmu boneka," ujar Tae.
"Boneka?! Uwwaahh gomawo," jerit Echa.
Tae menyerahkan teddy bear ukuran besar kepada Echa. Bahkan tubuh Echa tenggelam karena boneka itu.
Dia memeluknya erat dengan senyum bahagia di wajahnya. Tae akan merekam semua tingkah gadisnya.
"Taehyung, aku ingin ke taman. Ayo kita ke sana, di belakang rumahku," ujar Echa.
"Kenapa bukan di taman kota saja?" tanya Tae.
"Ah aniyo. Aku lebih suka taman di rumahku," jawab Echa.
"Ne, sekarang kita ke taman Chagiaya," ujar Tae semangat.
"Bonekanya kita tinggalkan di kamar," ujar Tae.
"Andwee! Aku harus membawanya ke taman," ujar Echa.
Tae menghela napas. Dia hanya ingin berdua saja dengan Echa. Jika boneka itu ikut akan menghalanginya memeluk Echa. Eugh modus mode on.
"Aku mau berduaan saja. Jika boneka itu ikut, kamu selalu memeluknya. Aku yang ingin dipeluk, katanya rindu," ujar Tae membuat dada Echa dagdigdug cuy.
"Hahahaha, arasso," ujar Echa dengan tawanya.
Ia pasrha meninggalkan teddy dan ikut bersama Tae. Tae menggedong Echa.
"Akhhh turunkan aku!" teriak Echa.
"Stttt aku ingin memanjakan ratuku," ujar Tae membuat Echa mengigit bibirnya baper.
Tae dan Echa duduk di kursi taman rumah Echa. Di sini sejuk dan penuh bunga-bunga. Ada kolam ikan dan kolam renang di samping. Cocok untuk bersantai.
"Kapan kamu tiba?" tanya Echa setelah lama terdiam.
"Subuh tadi," jawab Tae sekananya. Tangannya terus mengelus surai hitam Echa.
__ADS_1
Echa bersandar di dada Tae. Tangan Tae satunya membelit pinggang Echa posesif. Sementara tangan Echa memegan tangan Tae yang memeluknya.
Dia menikmati waktu bersama Tae. Pemuda yang membuatnya semangat hidup.
"Taehyung," panggil Echa.
"Cobalah memanggilku Chagiaya," goda Tae.
"Itu maumu, hehehe," sunggut Echa tapi tetap tertawa.
"Cha-giya," panggil Echa mengeja.
"Oeh, Chagiya?"
"Hahahaha." Mereka berdua tertawa merasa konyol.
Tatapan Taehyung yang teduh menatap ratunya tertawa lepas. Dia tersenyum manis. Betapa dia merindukan wajah Echa. Gadis kecil yang menguatkannya di masa kecil.
Saat Ayah dan Ibunya hanya mementingkan karier. Menelantarkannya hingga memberi kekerasan padanya. Tae kecil selalu disiksa, hingga seorang gadis kecil berani mengecup bibirnya. Menepuk pantatnya hingga ia terlelap. Sesuatu yang ia harapkan pada ibunya digantikan oleh gadis kecil.
Sejak lama ia menyimpan rasa. Mencari keberadaan Echa hingga takdir mempertemukannya kembali.
Tae tidak akan menyia-nyiakan waktunya selama enam bulan. Dia ingin Echa tahu bahwa dia pria yang mencintai kekurangannya. Menemani masa sulitnya dan mencintainya tulus.
Dia ingin Echa tahu bahwa kecacatan gadis itu tidak dapat menyurutkan kadar cintanya.
Setelah mengahbiskan waktu di taman, Echa dan Tae memilih masuk ke dalam. Mereka makan siang bersama. Aeri sendiri menitip Echa pada Tae karena dia ingin ke kantor suaminya.
Echa duduk di kursi meja gusar. Dia tidak tahu letak makanan. Dia menunduk sedih. Sampai tersentak kaget. Tubuhnya terangkat.
"Taehyung," ujar Echa.
"Kamu harus duduk di sini dan makan berdua denganku," ujar Tae.
Echa tersenyum setengah. Dia benar-benar sedih. Tae menyadari kesedihan Echa.
"Chagiya, kamu jangan pernah merasa sedih. Kamu tahu, kita bahkan bisa seromantis ini. Kamu duduk di pangkuanku dan makan sepiring berdua," ujar Tae menghibur Echa.
"Gomawoyo, kamu menerima aku apa adanya. Di luar sana banyak gadis yang sempurna, cantik dan tentunya tidak cacat sepertiku," ujar Echa dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu juga harus tahu, banyak gadis lebih cantik, seksi dan tidak kekurangan fisik. Tapi gak ada gadis seperti kamu yang bisa buat aku jatuh cinta. Mereka boleh cantik di fisik, tapi kamu cukup cantik di hati. Aku sangat mencintaimu, siapapun dirimu. Bagiku kamu Queenku, gak yang lain," ujar Tae membuat hati Echa tersentuh.
Bulir kristal itu jatuh. Dia memeluk erat Taehyung. Tuhan jangan ambil pria yang tengah aku peluk saat ini. Dia sangat berarti dalam hidupku.
Tae mengusap lembut punggung Echa. Hingga tangis Echa reda. Mereka mulai makan. Tae menyuapi Echa dengan sesekali menjahili kekasihnya.
Sedikit bumbu kesedihan dalam perbincangan mereka membuat Echa sadar betapa besarnya cinta yang ia terima dari seorang Billioner muda ini.
__ADS_1
TBC