Queen Not Princes (Squelnya MYD)

Queen Not Princes (Squelnya MYD)
4


__ADS_3

_______________________________________


Meski bibir merah ranum itu terus menguyah pelan kuenya. Pikirannya tengah berkecabang. Rasa syok atas kejadian tadi belum mampu ia hilangkan.


Ia baru sadar jika first kissnya diambil oleh seseorang. Gadis ini tidak sadar saja jika dulunya dia sering nyosor bibir anak orang, hahaha. Namun, satu yang pasti dia ingat mengecup bibir anak kecil yang bukan keluarganya dan jika itu dihitung firs kiss,  Echa tidak merasa keberatan.


Wajahnya kelihatan mesal,  bahkan garpunya digigit. Jika dia tahu siapa yang menciumnya dia akan memukulnya.


"Laki-laki brengsek!" makinya pelan.


Dia ingin menangis karena bibirnya disentuh tanpa ia tahu. Di sudut meja mini bar laki-laki itu menarik sidur bibirnya kecil. Nyaris tidak terlihat,  apalagi wajah tampannya terkena sinar remang-remang lampu disko.


"Aku menciumnya dan aku sangat yakin dia adalah Caca," gumannya.


Wajahnya memang mengalami perubahan,  tapi perubahan itu menjadi lebih cantik. Kesan wajahnya saat kecil tidak jauh beda dengan yang sekarang. Suara lembut yang sudah tidak cadel.


Dan mata ruby itu semakin berkilau,  hanya tidak mampu melihat indahnya dunia lagi akibat kekejaman hati seorang ibu kandung.


"Siapa pria itu?" gumannya tidak suka. Rahangnya mengeras saat melihat Caca dicium pilipisnya.


"Clm down Bro, dia adalah Jung Aeghie Ray, anak bungsu pasangan Jungkook dan Aeri."


Taehyung menoleh dan memicingkan mata, membuat laki-laki bertoksedo merah maron itu mendengus keras.


"Aku datang tanpa diundang pun. Ini pesta milik sahabatku," ujarnya santai dan mengambil tempat di dekat Tae.


"Kapan kamu tiba di sini. Aku pikir pekerjaanmu di Lost Angel masih banyak," ujar Taehyung.


"Sudah clear. Kamu tidak boleh meragukan kemampuanku," ujarnya angkuh.


"Dan kamu juga jangan melupakan siapa aku," ujar Taehyung lebih angkuh.


Pria itu memutar bola mata dan mengambil minuman. Dia ikut memandang lekat-lekat gadis yang tengah disuapi.


"Apa dia gadis yang selama ini kamu cari?"

__ADS_1


"Iya."


"Dia buta," komentar Jihwan.


"Aku tidak peduli keadaannya. Melihatnya saja membuatku bahagia."


Jihwan hampir tersedak. Hoo, pria yang dingin ini terlihat manusiawi saat ini. Cinta bisa merubah sikap oranh dan Jihwan melihatnya pada sahabatnya.


"Meski buta dia satu-satunya wanita cantik yang ada di pestamu," goda Jihwan mendapat tatapan tajam Taehyung.


"Apa aku harus menghampirinya? Aku tidak yakin dia mengenalku," ujar Taehyung.


Jihwan meneguk winenya. Dia melihat betapa sayangnya keliarga Jungkook pada gadis itu.


"Pelan-pelan, kondisinya tidak menyakinkan. Bisa saja kamu tidak diperbolehkan oleh keluarganya," ujar Jihwan.


"She is mine," desis Taehyung.


"Yes,  but you know, she is a princess in Jungkook family's," ujar Jihwan mengingatkan bahwa Echa adalah seorang princes yang berharga di keluarga Jungkook.


"But she is my Queen," bantah Tae.


***


Echa merasa lelah dan mengantuk. Jungkook membawa keluarganya menghampiri Taehyung. Dia harus tetap sopan demi kerja sama yang baik.


"Saya harus pergi sekarang Mr. Tae. Selamat atas kesuksesannya," ujar Jungkook ramah.


"Terimakasih Mr. Jung. Senang kehadiran anda di pesta saya," ujar Tae tapi matanya memandang Echa.


Echa merasa jantungnya tidak tenang. Gugup dan bahagia karena dia berada di dekat Taehyung.


"Perkenalkan ini putri saya, Jung Aecha," ujar Jungkook membuat Echa menahan napas. Aeri mengelus lembut lengan Echa meminta putrinya menjulurkan tangan.


Echa mengulurkan tangan dan hati Tae berdesir. Ingatannya saat berkenalan dengan Echa di bawah pohon.

__ADS_1


"Perkenalkan namaku Jung Aecha," ujarnya pelan. Pipinya merona merah.


Taehyung memandang tangan Echa membuat Aeri dan Jungkook menahan napas. Jungkook dan tripkes siap memaki Taehyung jika menghina Echa.


Jungkook tahu jika Tae adalah pemuda yang sombong, angkuh dan dingin. Namun,  dia tidak terima jika putrinya yang memuja Tae diperlakukan keji.


Tae menerima ulur tangan Echa. Bisa dirasa tangan gadis itu dingin dan berkeringat. Echa merasa kakinya seperti jelly saat bersentuhan dengan Tae.


"Kim Taehyung."


Echa membulatkan mata bukan karena nama Tae,  dia bahkan tahu semua yang disajikan publik tentang Tae.


Tangan ini sama persis dengan tangan yang mengenggamnya di toilet. Apa pria yang membantunya sekaligus mencuri ciumannya adalah Tae? Echa merasa panik dan menarik tangannya cepat.


Aeri salah paham dan tersenyum tidak enak pada Taehyung. Pipi Echa memerah malu hingga dia memeluk Jungkook yang berada di sampingnya.


Echa mengigit bibirnya dalam. Berusaha tidak menjerit. Dia menduga-duga juga kalau bukan Taehyung bagaimana? Dia akan kecewa sekali.


"Sepertinya anak saya sangat mengantuk," ujar Jungkook.


Mereka pamit pergi dan Taehyung memandang punggung Echa. Jihwan mengangkat bahu saat Tae memandangnya.


"Cari tahu semua tentang Jung Aecha,  termasuk penyebab kondisinya," perintah Tae tegas.


Jihwan mengangguk. Ini alasannya dia bukam jika Tae menanyakan siapa dirinya. Tentu dia Bos sekaligus sahabatnya.


Tae pulang ke Apartmentnya sejam lalu saat pestanya sudah selesai. Mengingat bibir lelmbut Echa yang ia kecup. Dia ingin berlama-lama tapi suara itu memmbuatnya pergi.


"Ternyata namamu Jung Aecha," guman Tae.


Dia bahkan sering berbisnis dengan kontrak kerja sama dengan Jungkook. Dia tidak ingin mencampuri kehidupan pribadi clientnya. Baginya kontrak itulah yang harus ia selesaikan.


"Apapun akan aku lakukan untuk memilikimu," ujarnya dan memejamkan mata.


Pencariannya selama ini mengbuahkan hasil. Dia bertemu dengan gadis penyosor itu.

__ADS_1


TBC


Tinggalkan jejak dan terimakasih untuk semua jejaknya.


__ADS_2