Queen Not Princes (Squelnya MYD)

Queen Not Princes (Squelnya MYD)
11


__ADS_3

~Cinta butuh pengorbanan,  karena dari pengorban bisa kita lihat seberapa tulusnya ia mencintaimu.


Happy Reading 😌


Malamnya kediaman Jung Jungkook sangat ramai. Siapa lagi biang pesta dadakan ini? Tentu putri tercinta pasangan Hana dan Jhope.


Echa tersenyum saat Jena terus menggoda Ray dengan kata-kata nakalnya. Aeri dan Jungkook ikut tertawa melihat muka kesal Ray.


Aeri menatap Ryung intes. Sejak pulang,  dia merasa ada yang beda dengan Ray. Aeri mencoba meneliti,  hingga ia membulatkan matanya.


"Ryung!" teriak Aeri membuat Ryung dan yang lain menoleh.


"Mom,  what's wrong?" tanya Ray.


"Sini kamu," panggil Aeri. Ryeong dan Ray hanya tertawa tanpa suara di belakang Ryung.


"Kenapa rambutmu jadi warna biru, eoh? Apa langit sudah pindah di kepalamu?" tanya Aeri galak.


Jungkook melihat rambut Ryung. Dia hanya menata putranya~maaf Daddy tidak bisa bantu. Ryung pasrah.


"Mom ini bukan langit tapi ini gaya. Mom harus tahu betapa tampan dan kerenbya aku Mom dengan warna biru di rambutku. Aku seperti Oppa-Oppa kesukaannya Nuna," ujarnya membela diri.


"Oeh,  Guereyo? Kamu mirip Oppa-Oppa  ... Hem?" tanya Aeri sambil mengelus lembut rambut Ryung.


"N-Ne Mom," jawab Ryung gugup.


Ah sialnya, mereka hanya tertawa dibelakangku.


"Awwwww! Mommy aphayooo!" teriak Ryung saat Aeri menarik telinganya kuat.


Aeri menarik tangannya saat kuping Ryung memerah. Ryung cepat-cepat mengusapnya pelan.

__ADS_1


"Kamu sangat nakal."


"Mommy aku--" Aeri sudah menatap penuh Ryung. Justru tatapan tenang itu membuatnya waswas."Aku menyayangi Mommy," ujarnya cepat.


"Kamu--Daddymu sekali. Nakal dan perayu," ujar Aeri membuat Jungkook memeluknya.


Mereka mulai membakar barbeque, sosis dan juga daging sapi.


Echa makan bersama Jungkook. Bahkan Jungkook memangku putrinya. Aeri yang menyuapi Echa dan Jungkook.


Sementara kegaduhan terjadi karena Jena selalu menganggu Ray. Ulfi begitu kaku di sini, apalagi Yoongi terus menatapnya.


Ryeong asyik dengan barbequenya. Ryung selalu menanggapi ocehan Jena. Mereka sangat cerewet,  jika saja di sini hanya keluarga Jung,  pasti Ray juga cerewet.


***


LA 08:52


"Baiklah,  saya tunggu kedatangan Anda 6 bulan lagi di Korea. Saya harap Anda merahasiakannya dari siapapun."


"Baiklah,  setelah wisudah saya akan kembali ke Seoul. Saya harap ini yang terbaik."


"Kalau begitu kami sekalian pamit Dokter Zia."


"Hati-hati di jalan Taehyung dan--Jihwan," ujar Zia melihat wajah muring Jihwan. Dia mengerti perasaan Jihwan.


Tae memilih keluar terlebih dahulu sebelum meninggalkan Jihwan bersama Dokter Zia.


"Jihwan--" panggil Zia pelan.


Jihwan bukam dan Zia menubruk tubuh Jihwan. Memeluk erat pria itu dan ikut menangis.

__ADS_1


"Hiksss aku akan berusaha," isak Zia.


"Ba-Bagaimana jika--" Jihwan merasa bibirnya kelu.


"Hikss  ...." Zia menangkup wajah Jihwan. Dia mengusap air mata pria itu.


"Percaya padaku," ujarnya.


"Aku tidak meragukanmu. Tapi takdir hidup ditangan seseorang. Kamu tahu Ahin sedang berkeliaran. Aku rasa dia hanya menunggu waktu."


"Aku tahu dan Ah Moon--dia bebas karena Ahin."


"Zia jangan keras kepala. Kamu tahu 'dia' ada di sekitarmu."


Zia memaksakan diri tersenyum.


"Apa yang aku lakukan sama yang orang itu lakukan. Cinta butuh pengorbanan dan aku tengah melakukannya."


"Cinta tidak bisa dipaksakan,  tapi bisakah cinta egois untuk merasa bahagia?" tanya Jihwan dengan lirih.


Dia meninggalkan Zia yang termangu di tempatnya. Membekap mulutnya agar tidak terdengar suara tangisnya.


Jihwan dan Tae ke bandara. Hari ini merekaakan kembali ke Seoul.


"Queen  ... Aku akan mewarnai 6 bulanmu sebelum kamu melihat indahnya dunia kembali. Aku akan membuatmu tahu bahwa keadaanmu tidak pernah buruk,  bahlan saat kamu buta kamu begitu indah. Izinkan aku melengkapi kekuranganmu," batin Taehyung.


Dia menatap luar jendela peswat yang kian membawanya terbang tinggi.


TBC


Makasih jejaknya 😘

__ADS_1


__ADS_2