
Mazaya berjalan tepat di belakang Arnold saat memasuki ruangan yang telah dipesan oleh Sandra. Ia disambut dengan sangat sopan oleh Romy dan Sandra yang sebenarnya cukup terkejut melihat kehadirannya di dalam rapat ini.
Tatapan Romy pada Mazaya yang pasti penuh kebingungan, membuat Arnold sigap dan langsung memperkenalkan Mazaya pada kliennya itu.
“Ini istri saya, Mazaya. Maaf, karena dia harus ikut, kondisi saya masih kurang total,” kata Arnold saat memperkenalkan Mazaya dengan Romy dan Sandra.
Mazaya pun tersenyum dan mengulurkan tangan untuk mulai berkenalan dengan Romy dan Sandra. Dia bersikap wajar seolah tidak mengetahui perselingkuhan Sandra dengan tunangannya itu.
“Halo, aku Mazaya!”
Ketiganya saling berkenalan secara resmi walaupun sebenarnya mereka sudah sama-sama bertemu sebelumnya. Apalagi Sandra juga baru bertemu Mazaya kemarin.
“Nyonya, kita baru bertemu kemarin,” balas Sandra saat menjabat tangan Mazaya.
Mazaya melihat wajah pucat wanita yang mengaku sahabatnya itu. Dari situ, dia bisa menilai bahwa sepertinya Sandra masih mempertahankan bayinya, dan itu akan menjadi bukti untuk membongkar perselingkuhan mereka nantinya.
__ADS_1
Mereka pun mulai berbasa-basi sebelum memulai meeting untuk membahas kerja sama yang sebenarnya sudah direncanakan bahkan sebelum kecelakaan Mazaya terjadi. Kebetulan saja mereka akhirnya dipertemukan dalam kondisi ini.
Di sela obrolan mereka, makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Dari aromanya saja, bisa ditebak kalau makanan itu sangat lezat dan menggugah selera.
Mazaya mencoba makanan yang tersaji di meja, tapi rupanya aroma yang menguar di ruangan itu membuat perasaan Sandra tidak baik-baik saja. Wanita itu semakin pucat dan seolah sedang menahan sesuatu.
“Nona Sandra, Anda baik-baik saja?” tanya Mazaya merasa khawatir.
Sandra menutup mulut dan hidung dengan tangan. Dengan suara lembut, ia pun menjawab, “Iya, saya baik-baik saja.”
Wanita itu tak bisa menahan lagi. Dia segera berpamitan untuk ke toilet. Hal itu membuat Mazaya semakin yakin bahwa Sandra pasti merasa mual karena aroma makanan itu.
Beberapa menit berlalu, Sandra belum juga kembali. Tiba-tiba, ponsel Romy berbunyi dan tampaknya ada sebuah pesan yang masuk di sana. Lalu, laki-laki itu meminta izin untuk keluar sebentar.
Mazaya jadi semakin curiga dengan Romy, pasti dia akan keluar untuk menemui Sandra. Akhirnya, Mazaya juga meminta izin untuk keluar sebentar.
__ADS_1
“Kenapa kamu ikutan juga?” tanya Arnold dengan kening berkerut saat Mazaya mengatakan bahwa dia juga ingin ke toilet.
“Aku kebelet, Ban. Kalau nggak percaya, ayo antar aku!” Mazaya menarik tangan Arnold agar berhenti menahan kepergiannya. Dia harus cepat keluar untuk mendapatkan bukti perselingkuhan Romy dan Sandra. Jika Mazaya terlalu lama, maka dia akan kehilangan kesempatan untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Arnold jadi sewot karena tak mungkin dia mengikuti Mazaya ke toilet. Dia akhirnya terpaksa membiarkan wanita itu pergi menyusul Romy dan Sandra.
Benar dugaan Mazaya, rupanya Romy menemui Sandra di toilet. Dia tampak memberikan tas pada Sandra dan wanita itu segera mengeluarkan sesuatu untuk meredakan mualnya.
Tentu saja Mazaya tak bisa melewatkan momen tersebut. Dia mengeluarkan ponsel dan menguping secara sembunyi-sembunyi. Meski gambar mereka terekam dengan jelas, Mazaya tidak tahu apakah rekaman itu juga merekam suara mereka dengan jelas.
“Stop bikin susah, aku udah bilang untuk gugurkan kandungan. Ngeyel banget sih jadi orang!” kata Romy yang tampak menunggu Sandra yang sedang muntah-muntah.
Tak ada sahutan dari dalam, sehingga membuat Mazaya tak tahu bagaimana reaksi Sandra yang terus didesak untuk mengakhiri kehidupan anaknya sendiri.
“Aku nggak akan pernah menjadi ayahnya secara hukum. Kalau kamu nggak bisa temukan laki-laki yang bisa kamu jadikan ayahnya, lebih baik kamu gugurkan atau aku akan memecatmu dan membuat berita yang merugikan kamu sendiri!”
__ADS_1
***
Selamat menunaikan ibadah puasa, maaf ya gaess kalau ada salah 😘😘😘