
Kakek Arnold harus menjalani tindakan operasi untuk menghentikan pendarahan di kepalanya. Sementara Arnold harus berjuang sendiri untuk menyiapkan perlawanan dengan para pemberontak di perusahaan yang menginginkan dirinya mundur.
Sementara ini, Arnold tidak bisa fokus dengan mencari alamat Caroline. Laki-laki itu menyewa detektif untuk mencari keberadaan Caroline. Meski usahanya ini termasuk instan tapi Arnold harus tetap melakukannya agar bisa menemukan Caroline dan tidak menyesal kalau Caroline keduluan dengan yang lain. Padahal, perusahaannya sedang di ambang kehancuran.
Seminggu berlalu, kondisi kakek Arnold masih memburuk. Sementara perusahaan semakin memburuk. Citra Arnold yang selama ini memang selalu disokong oleh sang kakek membuat beberapa investor lain mulai meragukan kemampuannya selama tidak ada kakek.
“Tuan, saya sudah kumpulkan data para pemegang saham. Yang ada di sini sebagian besar akan menyetujui pergantian CEO, tapi beberapa pemegang saham di luar negeri belum memberikan pendapatnya. Kita bisa gunakan proyek dengan perusahaan Pak Romy sebagai acuan untuk mempengaruhi mereka. Bagaimana menurut Tuan?”
Dion menyodorkan daftar pemegang saham perusahaan yang akan menjadi penentu apakah dirinya akan dilengserkan setelah kakek sakit, atau justru dipertahankan. Para pemegang saham itulah yang nantinya akan menentukan nasib Arnold.
“Kita akan lakukan itu! Kakek pasti juga berharap kita bisa bertahan,” jawab Arnold sembari membaca data-data pemegang saham di perusahaannya.
Kebetulan, ada beberap pemegang saham yang berasal dari Calofornia dan itu bisa membuat Arnold memiliki peluang besar untuk bertemu dengan Caroline.
“Jadwal sidang perceraian minggu depan. Pengacara bilang, boleh tidak hadir, Tuan!” ungkap Dion. “Dan, untuk rumah Nyonya Mazaya, sudah beres.”
__ADS_1
Arnold mengangguk. Dia sudah pasrah dengan pernikahannya dengan Mazaya. Sejak awal memang bukan wanita itu yang dia cintai, dan Mazaya berhak mendapatkan pasangan yang lebih memahami dan mencintainya.
***
Caroline mulai menjalankan usahanya. Rupanya, mengambil tempat di samping Keano memiliki keuntungan tersendiri buatnya. Pelanggan Keano sudah cukup banyak, dan hampir semuanya adalah warga negara dari Indonesia dan Caroline bisa menarik perhatian pelanggan Keano untuk mampir ke tokonya.
“Kita beruntung karena Keano cukup terkenal di sini. Dia tampan dan baik hati, siapa yang tidak terpikat dengan pesonanya,” ungkap Mama Caroline yang sejak tadi ikut sibuk melayani pembeli.
Keano memang sangat tampan, dia memiliki paras yang serupa dengan Raffaello, tapi dia bukan malaikat itu. Ibu Keano dulunya seorang pekerja pabrik yang akhirnya bertemu dengan ayah Keano yang merupakan warga asli Amerika.
“Mama juga terpesona sama Keano?” goda Caroline diiringi tawa lebar.
“Aku harus datangi dia, aku nggak mau kehilangan kesempatan lagi!” gumam Arnold.
Akhirnya, setelah lama meyakinkan diri, laki-laki itu pun datang ke toko Caroline dengan alasan mencari-cari batik yang pas untuk acara meeting. Karena pegawai dan juga mamanya terlihat sibuk, Caroline pun berinisiatif untuk membantu Arnold.
__ADS_1
“Mau cari apa?” tanya Caroline dalam bahasa inggris. Mendadak dia ingat sesuatu bahwa laki-laki itu adalah Arnold. “Pak Arnold!” sapanya dengan senyum mengembang. Tidak menyangka akan bertemu dengan Arnold di negara ini. Dia memang selalu bersikap ramah dan ceria pada semua orang, termasuk Arnold yang baru dikenalnya lewat cerita sang ibu.
“Caroline! Kamu sedang apa di sini?” Arnold bertanya balik, pura-pura tidak tahu bahwa Caroline adalah pemilik toko itu.
“Aku buka usaha di sini. Lebih sederhana sih, tapi kami baru buka beberapa minggu,” jawab Caroline yang kemudian mempersilakan Arnold untuk memilih-milih.
“Kebetulan kalau gitu. Aku sedang cari batik untuk ketemu investor di negara ini, kamu bisa bantu?” tanya Arnold.
Caroline mengangguk, lalu memilihkan beberapa motif batik yang kira-kira cocok untuk Arnold. Sayangnya, baru beberapa saat mereka bersama, Keano datang dengan membawa camilan keripik tempe untuk Caroline.
“Sory ya, Carol! Tapi, ini urgent. Aku bawa ini buat kamu sebelum kehabisan karena keripik ini memang sangat laku!” seru Keano sembari menyodorkan makanan dari tempe yang diiris tipis-tipis itu.
Arnold mencoba mengingat wajah Keano. Dia yakin bahwa Keano adalah orang yang membantu Mazaya membawa tubuh koma Caroline keluar dari rumah sakit.
“Apa laki-laki ini punya hubungan spesial dengan Carol? Kenapa Mazaya tidak menyinggung soal dia saat cerita tentang pertukaran jiwa itu?”
__ADS_1
***
Itu beda orang Arnold, dia Keano. Yang kemarin itu Raffaello 🙃🙃 mau minta kembang, kopi sama vote boleh nggak, nungguin Astor dari Arnold keburu lebaran 😂