Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 37


__ADS_3

Jantung Mazaya berdebar keras saat seseorang menangkap basah dirinya yang baru keluar dari ruangan dokter. Dia yang sedang menyamar sebagai perawat pun akhirnya menghentikan langkah dan menoleh ke belakang dengan kepala tertunduk.


“A-aku salah masuk ruangan. Maaf ya, kayaknya karena ngantuk,” jawab Mazaya setelah berhasil menghilangkan perasaan gugup dari hatinya.


Laki-laki yang memergoki Mazaya itu pun tak ambil pusing. “Oh, aku kira kamu ada perlu ke ruang dokter ini. Aku masih baru di sini soalnya, belum hapal semua perawat,” kata sang pemuda yang membuat Mazaya bernapas lega.


‘Syukurlah, aku pikir tadi bakalan ketahuan,’ batin Mazaya sembari mengelus dada.


Tepat pada saat ini, ponsel Mazaya bergetar. Sebuah panggilan telepon yang sangat penting berhasil membuat matanya membulat sempurna.


“Maaf ya, aku terima telepon dulu!” kata Mazaya yang kemudian berjalan cepat menuju toilet. Khawatir jika pakaiannya ditemukan orang lain dan membuat masalah baru.


Bukannya menjawab telepon Arnold, Mazaya malah memilih untuk cepat-cepat berganti pakaian untuk bisa meninggalkan rumah sakit. Lalu, setelah berhasil keluar, dia menemui sopir Arnold yang berhasil dibawanya ke rumah sakit untuk melancarkan misinya.


Setelah duduk di kursi penumpang mobil sang suami, Mazaya bisa bernapas lega dan siap menjawab telepon dari Arnold. “Ya, halo!”

__ADS_1


“Kamu di mana? Pagi-pagi begini kenapa nggak ada di kamar? Kamu keluyuran ke mana? Mau kabur dari rumah?” cerca Arnold dengan banyak pertanyaan setelah Mazaya menjawab panggilan teleponnya yang entah ke berapa.


Laki-laki itu sudah membuat heboh seisi rumah karena kepergian sang istri. Padahal, matahari saja belum terbit.


“Aku keluar sebentar. Ini perjalanan pulang kok. Aku sama sopir,” jawab Mazaya menjelaskan.


Wanita itu tak menyangka jika suaminya bisa mengetahui kepergiannya. Padahal, semalam mereka sudah tidak tidur satu ranjang lagi.


“Ke mana kamu? Awas ya kalau nggak kembali!”


“Kamu dari mana sih? Bisa-bisanya peegi pagi-pagi buta begini?” marah Arnold begitu melihat batang hidung sang istri.


“Pergi sebentar, ada urusan. Kamu kenapa bangun jam segini sih?” balas Mazaya tak kalah sewot.


“Kalau aku belum bangun kenapa? Kamu udah berapa kali ngelakuin ini? Aku kok jadi curiga sama kamu sih! Jangan-jangan kamu sering pergi tanpa aku tahu!”

__ADS_1


Tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh Arnold memang tidak ada yang salah. Dia sangat berisik karena rasa khawatirnya pada wanita itu.


Mazaya tahu itu. Dia mulai instrospeksi diri, merangkul lengan Arnold dan tak ingin memperpanjang masalah. “Maaf, udah bikin kamu khawtir. Tapi, aku ngelakuin ini karena sesuatu yang mendesak. Tolong maafin aku ya!” kata Mazaya dengan suara lembut.


Hati Arnold pun merasa tersentuh dengan pengakuan dan ucapan permintaan maaf Mazaya. Dia lalu berdehem dan mengangguk. Untuk saat ini, sepertinya dia harus mengakhiri perdebatan dan membiarkan Mazaya kembali istirahat.


Mazaya kini semakin berani menggangdeng tangan Arnold dan mengajak suaminya itu kembali ke kamar. Mereka melewati beberapa pelayan yang ikut dibuat panik karena Mazaya menghilang.


Della menatap sinis ke arah Mazaya yang kini semakin dekat dengan Arnold. Memupuskan harapannya untuk menjadi menggantikan posisi Mazaya sebagai istri Arnold.


Sementara itu, Arnold merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Mazaya. Untuk apa dia pergi pagi-pagi buta? Pasti ada sesuatu yang sengaja ditutupi wanita itu.


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋

__ADS_1


__ADS_2