
Mazaya dan Deriel sudah saling terbuka satu sama lain. Sambil menunggu surat putusan pengadilan, keduanya sepakat untuk saling mencoba melanjutkan kisah asmara mereka yang sempat terputus.
Meskipun Mazaya seorang janda, tapi Deriel yang sejak dulu mencintai Mazaya apa adanya, sama sekali tidak merasa keberatan apa pun status wanita itu sekarang.
“Aku sama Deriel sedang mencoba hubungan baru. Kalau jodoh memang tidak akan ke mana, ‘kan?” Mazaya tersenyum malu saat menceritakan kisah asmaranya dan Deriel pada Dion.
Tugas Dion sekarang sudah selesai. Laki-laki itu masih harus mengurus urusan Arnold yang lain terutama mengendalikan beberapa pemilik saham yang hendak bergabung dengan para pemberontak.
Sementara itu, Arnold masih berupaya mendekati mama Caroline agar jalannya untuk mendapatkan cinta putrinya bisa berjalan mulus tanpa hambatan. Apalagi, sekarang sudah ada saingan baru untuk Arnold mendekati Caroline.
“Tante, keadaan Caroline bagaimana? Apa tidak ada keanehan yang ditunjukkan Caroline usai sadar dari koma?” tanya Arnold dengan wajah serius. Sepertinya laki-laki itu ingin mengambil langkah awal dengan mendekati mamanya Caroline, walaupun proses perceraiannya dengan Mazaya masih berlangsung.
Mama Caroline mulai menangkap gelagat aneh laki-laki yang mencoba mendekati putrinya. Sebagai seorang ibu, jelas saja mama Caroline tahu perilaku seorang laki-laki pada wanita yang disukainya, dan beliau menemukan itu pada sikap Arnold yang sejak tadi sibuk mencari perhatian Caroline.
“Carol baik-baik saja kok. Tante boleh tanya sesuatu?”
__ADS_1
Arnold mengangkat wajah dan memperhatikan raut wajah ibu Carol dengan seksama. Sepertinya wanita itu ingin menanyakan sesuatu yang serius. “Tentu! Mau tanya apa, Tante?”
Mama Caroline tersenyum canggung, tapi rasa penasarannya sudah mengalahkan segalanya. “Kamu kenal Caroline sudah lama, ‘kan? Apa kamu itu cowok yang dulu sering diam-diam ngikutin Caroline, bahkan saat Carol pulang malam?”
Pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita yang melahirkan Caroline itu sontak saja membuat Arnold tak bisa langsung menjawab. Dia memang pernah melakukan hal itu dulu sebelum dia pergi ke luar negeri, tapi yang jadi pertanyaan dari mana mama Caroline mengetahui hal itu?
Mama Caroline bisa menebak dari perubahan ekspresi wajah Arnold. “Tante salah tebak ya?”
“Iya, Tante. Dulu waktu kuliah, saya memang sempat suka sama Caroline.”
Arnold akhirnya punya kesempatan untuk menceritakan kisah cintanya yang belum pernah tersampaikan pada Caroline. Dia juga menceritakan kecelakaan yang akhirnya membuat dirinya dan Mazaya menjalani pernikahan tanpa cinta.
Sebelum kembali ke hotel untuk melanjutkan negosiasi besok, Arnold menemui Caroline yang saat ini berada di toko milik Keano. Laki-laki itu semakin bersemangat mendekati Caroline saat melihat kedekatan gadis pujaannya itu dengan Keano.
“Oh, ini toserba barang-barang dan makanan khas Indonesia?” tanya Arnold yang langsung menghampiri Caroline.
__ADS_1
“Iya, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?” sambut Keano dengan ramah.
“Em, di sini ada corong nggak?” tanya Arnold yang tiba-tiba teringat dengan cara memasak Caroline saat masih berada di tubuh Mazaya. Wanita itu selalu menyebut keahliannya itu berkat sebuah benda bernama corong kuning yang selalu menjadi andalannya.
Keano dan Caroline saling berpandangan. Rupanya, kedua orang itu memikirkan hal yang sama. Untuk apa di Amerika ini, seorang laki-laki membutuhkan corong?
Namun, karena toko milik Keano itu terbilang lengkap, laki-laki itu pun meminta Arnold untuk menunggu dan segera mengambilkannya.
“Mau jualan es dawet di sini?” tanya Caroline berusaha tersenyum ramah, meski nada bicaranya terdengar jelas tengah menghina Arnold.
“Mau bikin ikan rasa tempe,” jawab Arnold dengan santai, juga dengan senyum dan kedipan mata yang membuat Caroline mengernyitkan kening.
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu sebuah corong berwarna merah yang sebenarnya beda warna dengan rahasia Caroline, Arnold pun pergi dari tempat itu.
“Keano, kamu pernah dengar nggak, ada orang masak ikan rasa tempe?” tanya Caroline yang mendadak kesal sekaligus penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Arnold padanya.
__ADS_1
***
Di mamarika adanya corong merah cap kuda gengs. Astorku belum mendarat, banyakin komen ya. Walaupun sibuk mendekati lebaran, aku yang belum punya astor ini akan berusaha terus upadate 😂