Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 47


__ADS_3

Arnold meraih tangan Mazaya dan duduk saling berhadapan di atas kasur. Meski di awal pernikahan penuh dengan drama, tapi hati Arnold sekarang sudah melunak dan ingin memperbaiki pernikahan dengan Mazaya.


“Tapi apa?” tanya Mazaya yang sudah sangat penasaran dengan cerita Arnold.


Arnold pun mulai bercerita. Sebenarnya, dulu Arnold menyukai seorang gadis di kampusnya tanpa menyebut nama gadis itu. Dia perempuan pertama yang Arnold suka selama dua puluh satu tahun usia Arnold saat itu.


Mereka kuliah di kampus yang sama, hanya beda jurusan dan beda gedung. Dia adik tingkat yang membuat Arnold lebih memilih untuk menikmati keindahannya dari jauh sesekali waktu saat tak sengaja melihatnya. Sayangnya, gadis cantik yang begitu populer itu ternyata tak sendirian dan sudah memiliki kekasih.


Akhirnya, setelah lulus kuliah, Arnold memutuskan untuk mengejar impiannya menjadi seorang pembalap profesional. Hampir dua tahun dia bersekolah di Australia dan kembali lagi untuk masuk kelas pembalap pemula.


Setelah menjadi pembalap, Arnold kembali bertemu dengan wanita impiannya tepat di hari pertunangan wanita itu. Tak cukup sampai di situ, rupanya sebuah takdir membuat sang pembalap menghilangkan nyawa seseorang. Parahnya, meski Arnold mau bertanggaung jawab, tapi Mazaya menuntut keadilan agar Arnold dipenjara.


Sampai pada suatu waktu, Arnold mendengar percakapan Mazaya dengan kakek yang berencana untuk menjodohkan mereka demi menyelamatkan Arnold dari tuntutan hukum. Sejak saat itulah, Arnold membenci Mazaya karena merasa wanita itu telah memanfaatkan kesalahannya untuk menjadi nyonya di keluarga Arnold.

__ADS_1


“Awalnya aku nggak bisa hidup sama perempuan kayak kamu, apalagi di hari pernikahan kita aku lihat kamu menangisi laki-laki lain. Itu sangat menghina harga diriku. Tapi, sekarang aku sudah mulai buka hati buat kamu, Mazaya. Aku ingin kita perbaiki semua dan mulai dari awal.” Arnold mengembangkan senyum yang tulus berasal dari hatinya.


Mazaya hanya mengangguk dan menjawab, “Iya. Tapi, jangan buru-buru ya. Kita bisa mulai kayak orang pacaran dulu. Sampai hati aku bisa yakin dan menerima kamu.”


Lagi-lagi Arnold harus mengelus dada karena keputusan Mazaya itu. Mereka berdua akhirnya hanya bisa tidur saling berpelukan tanpa melakukan hal lebih yang seharusnya dilakukan suami istri.


***


Pagi-pagi sekali, Mazaya sudah bangun untuk menyiapkan sarapan. Beberapa potong roti terlihat sangat rapi ada di atas meja. Seperti biasa, saat Mazaya dengan jiwa Caroline ini menyiapkan makanan, selalu saja membuat daphr berantakan.


Dengan sengaja, Della mengeluh saat Arnold turun untuk sarapan. “Tuan Arnold. Boleh tidak, kami para pelayan yang menyiapkan makanan untuk Tuan supaya kebersihan dapur selalu terjaga,” keluh Della.


Mazaya yang merasa tersindir pun langsung menyahut, “Kamu pikir kamu siapa berani mengeluh? Aku adalah istri sah di sini. Aku adalah nyonya rumah yang harus kamu hormati. Aku mau masak apa aja untuk suamiku ya terserah aku. Dapur kotor ya urusan kamu. Kamu sengaja kan ngadu-ngadu biar suami aku makan masakan kamu. Terus lama-lama tidur sama kamu. Jangan mimpi ya, Pelayan!”

__ADS_1


Arnold menghela napas. Pagi-pagi sudah terjadi keributan, padahal dia ingin bersantai dan menikmati sarapan.


“Della, ada apa? Bukankah sudah jadi tugas kamu buat urus dapur. Makanan aku biar Mazaya yang urus kamu kenapa protes?”


Della menatap sinis pada Mazaya, sebelum akhirnya menatap Arnold dengan sedih. “Nyonya hanya bikin roti panggang untuk Tuan, tapi Nyonya memakai barang-barang yang sebenarnya tidak perlu digunakan. Nyonya mengerok margarin dengan kerokan buah. Lalu, menata meses satu per satu menyusunnya dengan rapi katanya biar disayang ayahnya ayah mertua. Sepertinya Nyonya sedang tidak baik-baik saja, Tuan!”


Arnold melirik Mazaya. Di hadapannya juga sudah ada tiga lapis roti panggang yang siap makan. Laki-laki itu mengintip apa isi dari roti itu dan tersenyum saat melihat meses yang berbaris rapi seperti yang dilaporkan oleh Della.


Mazaya menatap kesal atas kelancangan Della. Dia berdiri dan menghampiri pelayan kurang ajaar itu. Rasanya ingin sekali mencakar wajahnya.


“Maksud kamu, kamu mau bilang kalau aku ini gila? Berani sekali kamu? Apa posisimu di rumah ini sampai tidak punya rasa malu?” Mazaya lalu menatap Arnold yang sedang tegang karena melihat dua wanita berseteru. “Band, kalau kamu mau memperbaiki hubungan denganku. Hilangkan semua benalu dan penghalang. Dela ini bukan pelayan biasa. Dia bisa saja masuk ke kamarmu dan mengajakmu tidur bersama. Aku ingin Dela dipecat!”


***

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa, nggak gantung lagi kan 🤣🤣


__ADS_2