Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 54


__ADS_3

Caroline berdandan dengan sangat cantik. Dia memakai tas dan sepatu termahal, juga gaun simpel yang terlihat sangat indah di tubuhnya. Wanita itu sama sekali tak terlihat sedang patah hati.


Saat ini dia sudah sampai di hotel tempat Romy dan Sandra melakukan resepsi pernikahan. Wanita itu datang bersama ibunya untuk mengucapkan selamat pada sang mantan juga sahabatnya, sekaligus untuk membuktikan pada Romy bahwa dia bisa melanjutkan hidup dengan bahagia.


“Sayang, kamu beneran nggak apa-apa? Kamu yakin bisa tahan sakit hati sama mereka?” tanya mama Caroline yang sangat khawatir dengan keadaan putrinya.


Menghadiri pernikahan mantan jelas bukanlah hal yang mudah. Bisa saja Caroline lepas kendali dan malah mengacaukan acara pernikahan orang lain.


“Aku nggak apa-apa, Ma. Aku baik-baik aja kok. Aku ke sini, karena aku masih menghargai orang tua Romy yang baik sama aku, Ma.”


Wanita itu menampilkan senyuman di wajah anggunnya. Jelas sangat terlihat bahwa Caroline adalah wanita berkelas yang elegan. Hal itulah yang membuat sang ibu akhirnya menyingkirkan keraguan di hatinya.


Saat Caroline masuk, kebetulan pengantinnya baru saja memasuki ball room dan acara pun dimulai. Romy yang seharusnya duduk bersama Sandra, kini menatap Caroline yang baru datang bersama ibunya.


“Carol!” Romy tak mengikuti istrinya yang kini duduk di pelaminan. Pria itu justru masih berdiri di pelaminannya dengan mata terfokus pada Caroline yang sudah bangun dari koma.


Mendengar nama Caroline disebut, Sandra jadi penasaran. Rasanya tidak mungkin wanita itu datang ke pesta mereka. Bukankah wanita itu masih koma?

__ADS_1


Namun, hal itu terbantahkan saat Caroline dan mamanya berjalan mengikuti arahan petugas WO yang mengantar mereka ke mejanya. Pandangan kedua pengantin tertuju pada Caroline yang terlihat sehat dan bugar.


“Sejak kapan dia sadar?”


Rupanya, kehadiran Caroline yang mendapat perhatian khusus dari kedua mempelai, membuat Arnold dan Mazaya ikut terfokus padanya. Mereka yang juga diundang oleh Romy dan Sandra sebagai rekan bisnis pun tampak terkejut.


Mazaya mengukir senyum dan merasa bersyukur karena Caroline selamat dan terlihat sehat. Sementara Arnold tampak terpaku melihat kehadiran Caroline. Lagi-lagi, dirinya harus menahan diri dan perasaannya agar tak jatuh cinta lagi dengan cinta pertamanya itu.


“Ar, Caroline udah sadar!” seru Mazaya sembari menggoyangkan tangan Arnold yang sedang membuang muka ke arah lain, tak lagi fokus pada Caroline.


Arnold pura-pura kaget dan menoleh pada Caroline. Wanita itu sedang sibuk merapikan pakaiannya agar bisa duduk dengan santai. Tak ada raut kesedihan di wajah wanita itu yang membuat Arnold merasa sangat iba.


Mazaya menatap suaminya lekat-lekat. Laki-laki itu langsung mengalihkan pandangan dari Caroline dan tersenyum pada Mazaya.


“Kamu nggak berniat buat ngakuin perasaan kamu sama dia? Bukannya kamu belum sempat ngungkapin sama dia?” tanya Mazaya dengan hati-hati.


Arnold menatap Mazaya. Lagi-lagi wanita itu seperti telah berubah. Mulai dari cara bicara yang lembut, nama panggilan, dan tingkahnya juga sangat berbeda. Namun, Arnold sudah berjanji waktu itu untuk memperbaiki hubungan dengan istrinya itu sehingga dia tak banyak protes sekarang.

__ADS_1


“Buat apa? Toh, sekarang aku sudah menikahimu.”


Jawaban Arnold malah membuat Mazaya semakin merasa bersalah. Dia merasa, Arnold menyukai dirinya setelah dirasuki Caroline. Itu artinya Arnold hanya melanjutkan perasaannya pada jiwa yang sama meskipun saat itu Caroline ada di raga yang berbeda, tapi cinta tetap tahu siapa pemiliknya, ‘kan?


Mazaya tak menjawab lagi, dan menarik tangan Arnold agar duduk di meja Caroline yang kebetulan kosong. “Tante, Caroline, kita boleh gabung?” tanya Mazaya memberanikan diri.


Mama Caroline tentu menyambut dengan baik, apalagi Arnold juga sudah banyak membantu biaya rumah sakit putrinya sebagai bentuk pertanggung jawaban.


Pertemuan itu membuat hati Arnold merasakan getaran yang tak biasa, tapi dia pikir itu perasaannya dulu yang sekarang kembali muncul tanpa terkendali. Sayangnya, sikap Caroline pada Mazaya dan Arnold terlihat biasa saja. Dia sama sekali tidak mengingat mereka dan tetap menyapa selayaknya bersikap pada orang asing.


“Carol udah sehat?” tanya Mazaya.


Mama Caroline menjelaskan pada putrinya tentang Mazaya dan Arnold. Mereka berkenalan seperti biasa, dan itu membuat Mazaya kecewa. Kenapa Caroline tidak mengingatnya dan Arnold?


“Carol sehat. Kami akan ke Amerika untuk memulai hidup baru. Semoga Caroline dapat pengganti yang lebih baik dari dia. Ya, siapa tahu bisa setampan dan sebaik Pak Arnold,” gurau ibu Caroline itu.


***

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa 🙈


__ADS_2