Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 73


__ADS_3

Mobil Arnold berhenti di depan lobi hotel tempat pernikahannya akan digelar. Laki-laki itu benar-benar lihai mengelebahu Caroline hingga membuat calon istrinya itu tak bisa berkata-kata lagi. Mereka dipisah begitu sampai di hotel, karena Caroline harus dirias terlebih dulu, dan Arnold juga hanya perlu sedikit dirias.


Arnold menemui beberapa tamu dan keluarga yang telah hadir sambil menunggu Caroline dirias. Laki-laki itu menatap takjub pada dekorasi pelaminan yang akan menjadi tempat ikrar pernikahannya dengan Caroline.


Beberapa saat menunggu, Caroline tak kunjung keluar untuk melangsungkan pernikahan. Tentu saja hal itu membuat Arnold jadi merasa resah. Menantikan sang kekasih yang tak kunjung datang membuat laki-laki tampan itu ingin sekali menyusulnya ke ruang rias. Namun, berkali-kali juga kakek dan asisten Arnold melarangnya.


“Sabar, Tuan. Perempuan itu memang kalau dandan harus lama biar hasilnya memuaskan. Nanti kalau hasilnya kurang memuaskan, Tuan bakal kecewa juga!” seru Dion menasihati.


Tetap saja Arnold tak bisa tenang. Dia bolak-balik mengintip pintu yang akan dimasuki Caroline dengan cemas. Hingga dia pun memaksa hendak menghampiri Caroline ke ruang rias.


Namun, niat itu gagal karena wanita cantik itu telah muncul bersama sang ibu dengan gaun pengantin juga buket bunga. Laki-laki itu merasa salah tingkah dan begitu terpesona dengan kecantikan Caroline.


Meski terlihat sangat gugup, Arnold berusaha tenang bersandingan sang calon istri di pelaminan. Keduanya pun melakukan ikrar pernikahan yang disaksikan oleh para tamu, dan akhirnya mereka pun sah menjadi suami istri.


Arnold memandangi Caroline yang kini telah menjadi istrinya. Wanita itu memasang wajah jutek karena merasa dibohongi oleh Arnold.

__ADS_1


“Cantik banget, istriku!” puji Arnold yang kini sudah berani menggenggam tangan Caroline.


Caroline hanya melirik Arnold dan terus cemberut, tapi mamanya langsung menginteruksi agar dia menampilkan senyum. Mau tak mau, Caroline pun berusaha tersenyum dan menimpali obrolan Arnold.


Ratusan tamu yang datang memberikan ucapan selamat dan juga doa-doa indah untuk kedua pengantin yang tampak serasi. Sampai akhirnya, Caroline merasa lelah dan Arnold memintanya untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum dia menyusul nantinya.


Setelah para tamu pulang dan menyisakan beberapa keluarga dan teman dekat, Arnold pun menyusul Caroline ke kamar pengantin mereka. Rupanya, wanita itu sedang mandi untuk menghilangkan rasa lelah dan juga membersihkan diri.


Ternyata, saat mandi Caroline mengunci pintu kamar dan hal itu membuat Arnold tak bisa memasukinya. Beruntung, dia bisa meminta kunci cadangan dan tidak perlu lama-lama menunggu istrinya membukakan pintu.


Sayangnya, Arnold sudah mengetahui kehadiran sang istri yang kini hanya mengenakan jubah mandi berwarna putih yang membalut tubuhnya.


“Sayang, kamu mau ke mana?” tanya Arnold yang membuat Caroline kelabakan.


“Aku pikir kamu masih di bawah. Padahal, aku juga udah kunci pintu!” jawab Caroline tanpa berani memandang wajah sang suami.

__ADS_1


Arnold menghampiri Caroline. Maksud hati ingin menyentuh tubuh mulus istrinya yang dia yakini tak mengenakan pakaian apa pun selain jubah itu. Akan tetapi saat Arnold menyentuh pundak yang terbalut jubah itu, tiba-tiba dadanya berdebar dengan keras.


Entah bagaimana cara memulai ritual itu, kepala Arnold tak berhasil menemukan caranya. Dia benar-benar gugup hingga ujung jarinya bergetar dengan hebat.


Caroline pun dibuat semakin gugup karena ini juga yang pertama kalinya dia disentuh lelaki apalagi dalam keadaan tanpa busana seperti ini.


“Ayolah, Arnold! Lakukan saja sesuai insting, jangan bingung mau mulai dari mana!” batin Arnold yang mendadak jadi bodoh dan kehilangan rencana yang ada di kepalanya. Pikirannya menjadi bodoh saat berhadapan langsung dengan Caroline.


“Aku mandi dulu ya, jangan ke mana-mana!” ucap Arnold yang kemudian langsung ngibrit ke kamar mandi.



***


Cie cie nungguin un box ing 🤣

__ADS_1


__ADS_2