Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 43


__ADS_3

Mazaya menyeret Arnold ke dalam garasi khusus yang tersembunyi dan selama ini tak pernah Mazaya lihat. Begitu mendengar suara motor yang tengah dipanasi oleh sopir, Mazaya langsung tertarik untuk mengajak suaminya pergi naik motor.


“Kamu bisa naik motor, ‘kan? Sekali-sekali bonceng aku dong!” pinta Mazaya yang tampak antusias.


Sebenarnya, sejak kecelakaan yang menyebabkan ayah Mazaya meninggal, Arnold dilarang keras menggunakan kendaraan roda dua itu. Sang kakek melarang dengan tegas bahkan mengancam akan membakar motor-motor Arnold kalau sampai dipakai lagi.


Demi menyelamatkan motor-motor kesayangan yang pernah menjadi saksi masa mudanya, Arnold akhirnya menurut dan memuseumkan motornya. Walau begitu, dia tetap merawatnya dan meminta sopir memastikan mesinnya aman.


Kecintaan Arnold pada motor memang sangat berat. Oleh karena itu, saat dilarang sang kakek, laki-laki itu begitu kecewa dan menyalahkan Mazaya atas hukuman itu. Awal menikah, istrinya itu selalu menangis setiap melihat motor yang menyebabkannya menjadi anak yatim. Hal itulah yang menjadikan alasan kuat kakek Arnold melarangnya naik motor dan membuatkan garasi khusus.


Sejak itulah, Arnold melampiaskan kekesalannya pada kakek dengan menyiksa Mazaya secara lahir dan batin. Dia berharap, dengan begitu, Mazaya akan mengajukan gugatan perceraian dan mengakhiri pernikahan yang sama-sama menyakiti suami istri itu.


“Aku nggak bisa, Mazaya! Kita naik mobil aja!” seru Arnold dengan mata memerah.


Sudah terlalu lama dia tidak menggunakan kendaraan itu. Rasanya pasti akan sangat kaku. Lagipula, Arnold juga belum tentu mendapatkan izin dari kakeknya.


“Kenapa? Bukannya kamu seorang pembalap ya dulunya? Foto-foto di kamar lama itu udah jelas, Band. Ayolah, sekali aja biar kita bisa nikmati udara bebas!”

__ADS_1


Mazaya semakin keras menarik tangan Arnold, tapi laki-laki itu menepisnya dengan kasar. “Kakek nggak akan kasoh kita izin. Udahlah naik mobil aja, udah disiapin sama sopir!” Arnold berbalik badan hendak menuju mobilnya.


Bukannya mengikuti suaminya, Mazaya malah berlari ke dalam rumah. Wanita itu mencari sang kakek dan berencana merayu laki-laki tua itu.


Sementara itu, Arnold sudah masuk ke mobil dan menunggu cukup lama istrinya yang tak kunjung menyusul. Dengan kesal, dia pun mengintip ke garasi motornya dan tak ada Mazaya. Lalu, Arnold kembali masuk ke rumah dan mencari keberadaan Mazaya.


Benar saja, Mazaya sedang memijat pundak kakek Arnold dan terus mengoceh. Arnold menatap mereka dengan dingin. Dia sudah yakin bahwa kakeknya pasti tak akan memberi izin.


“Tuan, Nyonya Mazaya antusias sekali ingin naik motor. Kalau ingatannya kembali, bukankah itu akan sangat menyakitinya?” bisik Dion yang kini sudah berdiri di samping bosnya.


“Lihat dia! Dia girang sekali, apa dia berhasil?” gumam Arnold yang bisa didengar jelas oleh Dion.


“Ayo, Banddit! Kita pergi naik motor!” teriak Mazaya sembari memamerkan surat tanda nomor kendaraan milik Arnold yang baru diberikan oleh kakeknya. “Kamu masih punya driver license, ‘kan?”


Arnold mengangguk. Dia sebenarnya masih syok karena Mazaya berhasil mendapatkan izin dari sang kakek.


“Ayo cepat! Katanya mau pergi!”

__ADS_1


Dion sampai melongo karena Mazaya benar-benar berhasil merayu kakek Arnold yang sangat kaku. Entah energi apa yang wanita itu miliki hingga berhasil meluluhkan hati kakek Arnold.


Mazaya dan Arnold sudah berada di garasi khusus motor Arnold. Laki-laki itu menatap kendaraan roda duanya dengan perasaan rindu. Sudah hampir setahun dia tak menyentuh benda bersejarah itu, dan sekarang dia merasa sangat bahagia.


Arnold meraih tubuh Mazaya dan memeluknya dengan erat seraya mengucap terima kasih. Dia sama sekali tidak mengira akan mendapat kesempatan lagi untuk menunggangi kuda besinya itu.


Mazaya bisa merasakan kebahagiaan besar yang dirasakan oleh Arnold. Dia pun membalas pelukan Arnold dan berkata, “Ayolah cepat, aku sudah tidak sabar dibonceng pembalap!”


Arnold melepaskan pelukannya dan menatap Mazaya dengan ragu. “Memangnya kamu nggak takut kalau ngebut?”


Mazaya menggeleng kuat. “Nggak lah, Band. Udah deh tenang aja. Yang penting aman, jangan ketahuan Kakek!”


Arnold tersenyum senang karena ternyata Mazaya sekarang sangat pemberani, tapi hal itu juga membuatnya khawatir. Kenapa Mazaya bisa berubah sederastis ini?


***


Kembang kopinya jangan lupa 🤣😘😘😘 nggak mau up kalau komennya nggak diramein 😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2