Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 75


__ADS_3

Pasangan pengantin baru Arnold dan Caroline akhirnya keluar dari kamar mandi. Mereka tampak bergandengan tangan menuju kasur dan melanjutkan adegan mesra yang tertunda.


Dengan tampang bingung, Caroline duduk di kasur di samping Arnold yang juga terlihat kaku.


“Kita lanjut yang tadi ya!” ucap laki-laki itu sembari menggenggam kedua tangan Caroline dan menatap wajahnya lekat-lekat.


Wanita itu mengangguk dan membiarkan suaminya mendekatkan wajah mereka. Kali ini, Arnold memejamkan mata dan menikmati setiap rasa dari bibir kenyal sang istri yang terasa manis. Aroma mint dari pasta gigi kian menambah nikmat sensasi yang mereka rasakan.


Ciuman Arnold mulanya sangat lembut, tapi makin lama ciuman itu makin menuntut. Dengan hati-hati, Arnold merebahkan tubuh Caroline ke kasur dan mulai meniindihnya.


Untuk sejenak, Arnold melepaskan ciuman mereka dan menatap wajah cantik Caroline yang tampak pasrah dalam kungkungannya. Laki-laki itu lalu mendekatkan bibirnya ke leher Caroline dan mulai membuat prakarya di sana.


Tangan besar itu juga tak mau diam. Saat bibirnya bekerja, tangan Arnold juga bekerja membuka satu per satu kancing piyama Caroline dan berakhir dengan lepasnya seluruh penghalang yang melekat di tubuh wanita itu. Sementara dirinya sendiri masih berpakaian utuh.

__ADS_1


Caroline merasa malu. Ujung jemarinya bergerak untuk meraih selimut, tapi Arnold buru-buru membuang selimut itu. “Jangan ditutupi, Sayang. Aku bahkan ingin melihatnya dengan jelas!”


Istri Arnol itu pun memejamkan mata. Namun, Arnold malah menggodanya untuk membantu melepaskan baju laki-laki itu. Sampai akhirnya, mau tak mau Caroline dan Arnold saling melepaskan pakaian dan memulai ritual pengantin.


Arnold melakukan semua yang dia pelajari dari internet dan menerapkannya dengan baik. Sampai akhirnya, tiba saatnya dia mengenalkan senjata miliknya pada goa gelap milik sang istri.


Dengan sangat hati-hati, Arnold akhirnya memasukkan senjatanya ke dalam sangkar sempit yang belum terjamah oleh siapa pun. Dia menikmati setiap sensasi yang dirasakan saat miliknya terasa dipijat setiap kali Arnold memasuki sarangnya lebih dalam.


Caroline meringis kesakitan. Dia berusaha menahan rasa sakit itu karena tak mau membuat Arnold kecewa lagi. Sampai pada saat Arnold menembus selaput tipis miliknya yang selama ini selalu dia jaga.


“Sayang, sakit ya?” tanya Arnold saat melihat air mata yang mengalir di sudut mata sang istri.


Caroline menggeleng pelan. Arnold pun mengusap air mata itu dan semakin merasa bersalah. “Apa, mau aku lepaskan dulu?”

__ADS_1


Tanpa menjawab apa-apa lagi, Caroline langsung memeluk tubuh Arnold dan menumpahkan tangisnya. “Jangan dilepas, nanti masuknya lagi sakit!”


Arnold berusaha menenangkan sang istri dan meyakinkan Caroline bahwa rasa sakitnya tidak akan berlangsung lama.


“Aku gerakin pelan-pelan. Nanti kalau udah enak, bilang ya!” seru Arnold seraya mendaratkan ciuman di bibir Caroline. Tangannya juga bergerak ke dada istrinya itu untuk memberikan sensasi nyaman.


Sampai akhirnya, mereka mulai berpacu dengan keringat dan menikmati sensasi ritual malam pengantin yang indah. Ya, walaupun mereka melalukannya saat oagi hampir tiba.


“Akhirnya, aku bisa merasakan pertama kalinya sensasi yang digilai banyak orang dengan kamu, Caroline. Aku bahagia kamu udah sah jadi istriku!” ungkap Arnold seraya mendaratkan kecupan di kening Caroline dan menutupi tubuh istrinya itu dengan selimut.


Caroline menatap suaminya dengan malas. Memang dia merasakan kenikmatan luar biasa, tapi ujung-ujungnya tetap perih yang Caroline rasakan.


“Tapi, kayaknya ini luka dalam deh, Band. Perih banget! Gimana kalau nggak gitu lagi sampai benar-benar sembuh. Mungkin satu bulan!”

__ADS_1


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋


__ADS_2