Rahasia Takdir Kehidupan

Rahasia Takdir Kehidupan
18


__ADS_3

Saat ini Hye Rim sedang berada di atap Sekolah bersama Woo Hyun yang mencoba menenangkan Hye Rim.


Pertengkaran Kim Hye Rim dan Park Hae Jin sudah menyebar ke seluruh Sekolah bahkan sampai ke telinga Kepala Sekolah yang sudah mulai aktif setelah mendapat perawatan Rumah Sakit selama 5 hari. Bahkan banyak yang berbicara tentang keburukan Hye Rim yang di katakan oleh Hae Jin dkk.


Kepala Sekolah yang mendengar berita itu sangat terkejut, panik, marah, dan frustasi karna takut samapai masalah ini di dengar oleh Presdir Kim yang selaku Ayah dari Kim Hye Rim.


Saat Hae Jin dkk masuk ke Kelas So Ra memandang mereka dengan tatapan tajam tapi tiba -tiba tatapan itu teralihkan dengan luka gores yang ada di wajah Hae Jin.


"Sepertinya dia akan benar -benar mendapatkan kehancurannya." guman So Ra sangat pelan hingga tidak ada yang mendengarnya.


Hye Rim dan Woo Hyun kembali ke Kelas sambil mendpatkan cemohan dari semua Murid yang melihatnya.


"Ternya dia adalah Wanita m*****n." ucap A


"Iya aku kira dia baik dan pintar padahal dia sangat cantik." ucap B

__ADS_1


"Dia itu memang pintar, dia dan Temannya itu kan masuk ke Sekolah ini dengan Biasiswa dan karna mereka cantik mereka mendapat bayaran besar, buktinya barang yang mereka gunakan itu adalah barang mahal padahal mereka miskin. " ucap C


Hye Rim yang mendengar itu hanya memasang wajah datarnya begitu juga Woo Hyun. Sampai di Kelas semua Murid menatap Hye Rim dengan tatapan jijik kecuali So Ra, Tae Kwang, Ji Hyun, dan Yeol.


So Ra yang melihat Hye Rim langsung mendatanginya dan menarik Hye Rim ke tempat duduk mereka. Tidak ada yang berani berbicara tentang Hye Rim atau So Ra karna mereka takut dengan Tae Kwang dkk terutama karna So Ra adalah kekasih Ji Hyun.


"Hye Rim kamu tidak papakan sayang, apa masih sakit pipinya, atau ada yang kamu inginkan. " ucap So Ra dengan khawatir. Woo Hyun yang mendengar pertanyaan itu dari So Ra nampak kesal.


"Oi sayang ku si Pipi Bulat, kenpa kamu menanyakan itu pada Hye Rim si Muka Tembok, yang jelas -jelas di sini aku yang tersakiti, karna menjadi sasaran amukannya kamu kemanasih tadi sayang." ucap Woo Hyun sambil memelas dan mendrama.


Ji Hyun yang mendengar Woo Hyun memanggil So Ra sayang langsung menatap Woo Hyun tajam sedangkan So Ra yang di panggil seperti itu hanya santai.


"Jangan pernah memanggil Wanitaku dengan sebutan sayang, karna dia milikku." ucap Ji Hyun dengan penuh penekanan pada Woo Hyun.


Guru sudah datang ke Kelas dan semua Murid kembali ke tempat duduk mereka masing -masing.

__ADS_1


Hae Jin yang tiba -tiba pusing dan wajahnya tampak pucat membuat teman -temannya bingung.


"Kamu sudah bermain dengan orang yang salah Park Hae Jin, jadi jangan salah kan aku jika aku bertindak kejam padamu." guman Hye Rim pelan dengan seyumnya yang mengerikan tapi masih dapat di dengar oleh So Ra.


"Kamu benar -benar membangunkan macan tidur. " ucap So Ra sambil melihat Hae Jin.


Tiba -tiba kelas itu di kejutkan karna Hae Jin yang tiba -tiba berteriak kepanasan tapi tidak dengan So Ra, Hye Rim, dan Woo Hyun yang bersikap biasa saja begitu juga Tae Kwang dkk.


"Permainan baru di mulai tapi tenang saja kamu tidak akan mati lagi pula itu tidak akan seru jika kamu langsung mati." ucap Hye Rim pelan sambil menatap Hae Jin.


"Jika Jiwa Iblisnya sudah keluar tidak akan ada yang bisa menghentikannya." ucap So Ra dan Woo Hyun dalam fikiran mereka.


"Panas, panas tubuh ku panas, kakiku rasanya seperti patah tolong aku tidak bisa berjalan." ucap Hae Jin dengan suara keras dan frustasi hingga menangis.


"Hae Jin apa yang terjadi pada kamu, kenapa kamu berteriak seperti itu." tanya seorang Guru.

__ADS_1


"Panas seluruh tubuhku panas, dan tulangku seperti remuk semua tolong, papi tolong Hae Jin." ucapnya histeris.


Semua yang ada di sana nampak bingung dan panik kecuali Hye Rim dkk.


__ADS_2