
Zhu Liang dan Kai terkejut mendengar ucapan Zhu Wei yang adalah Raja Serigala dan Ayah dari Zhu Liang yang mengatakan tentang membangkitkan Raja Iblis dan Raja Neraka.
"Ayah bercanda bukan." ucap Zhu Liang yang sudah sadar dari keterkejutannya.
"Tidak, hanya itu satu -satunya untuk kita bisa mengalahkan Raja Ruba dan Raja Vampir apa lagi saat ini Raja Ruba sudah menemukan Ratunya yang tidak lain adalh takdirnya, dan jangan sampai Raja Vampir dapat menemukan takdirnya atau kita benar -benar harus membangkitkan Raja Iblis dan Raja Neraka untuk melawan mereka. " ucap Zhu Wen dengan serius.
"Maaf yang mulia, dari yang saya dengar untuk menghidupkan jembali Raja Iblis dan Raja Neraka memerlukan 100 gadis manusia yang memiliki kultivasi dan harus masih perawan yang mulia. " ucap Kai dengan serius.
"Itu benar tapi ada cara lain untuk membangkitkan Raja Iblis dan Raja Neraka yaitu dengan darah dari Ratu Ruba dan Ratu Vampir. " ucap Zhu Wei dengan serius.
Di tempat lain terlihat Hye Rim yang saat ini sedang berada di dalam kereta kuda bersama dengan Fai Long. Hye Rim duduk dengan membelakangi Fai Long karena sedang marah dengan Fai Long sedangkan Fai Long sedang terus berusaha membujuk Hye Rim yang sedang marah pada dirinya karena kelakuan nya tadi siang.
__ADS_1
"Sayang jangan marah lagi ya, aku janji deh apa pun yang kamu inginkan akan aku berikan tapi kamu jangan marah lagi dengan ku ya sayang. " ucap Fai Long dengan wajah yang memelas.
Hye Rim yang sedang sangat kesal dengan Fai Long dan mendengar ucapan Fai Long menggunakan kesempatan itu untuk Fai Long pergi dari hadapannya karena dia masih sangat kesal pada laki -laki itu.
"Keluar. " ucap Hye Rim dengan wajah datarnya.
Fai Long yang mendengar ucapan Hye Rim membulatkan matanya karena tidak percaya bahwa Hye Rim mengusirnya dari dalam kereta.
"Kamu tadi bilang akan menuruti semua keinginan ku bukan dan keinginan ku adalah kamu keluar dari kereta ini. " ucap Hye Rim dengan wajah datarnya dan aura yang mencengkam.
Hye Rim langsung mendorong Fai Long hingga keluar dari kereta dan karena tidak siap dengan dorongan dari Fai Long membuatnya jatuh ke tanah.
__ADS_1
Perajurit, dan Pelayang yang ada di sana terkejut melihat Raja mereka yang terduduk di tanah sedangkan Liu Tao dan Wang Xi tertawa terbahak -bahak melihat apa yang terjadi pada Raja sekaligus teman mereka.
"Jangan masuk kedalam dan lebih baik kamu bergabung dengan yang lain dengan menggunakan kuja jika perlu kamu berjalan kaki saja. " ucap Hye Rim dengan wajah datarnya yang telah keluar dari kereta.
"Sayang apa kamu tega melihat aku seperti ini. " ucap Fai Long dengan wajah memelas semua yng ada di sana melongo melihat tingkah Fai Long yang sangat berbeda dan bertolak belakang. Mereka ingin tertawa tapi takut mendapat hukuman jadi mereka hanya dapat diam dan melihat semuanya kecuali dengan Liu Tao dan Wang Xi yang nampak terus menertawakan tingkah abstrak dari Raja nya.
"Jing Mi, kamu naik saja ke keretaku temani aku biar kudamu di gunakan oleh pria bodoh itu. " ucap Hye Rim pada Jing Mi yang adalah kekasih dari Wang Xi sekaligus sudah di anggap teman oleh Hye Rim karena sikap Jing Mi yang memang pandai bergaul dan ceria hampir mirip dengan So Ra dan itu yang membuat Hye Rim nyaman pada Jing Mi karena Jing Mi bersikap biasa saja padanya tidak seperti yang lain yang terlalu formal padanya.
Jing Mi yang mendengar itu langsung turun dari kudanya dan memberikan kuda itu pada Fai Long.
"Raja selamat menggunakan kuda saya, tapi saya lebih ingin melihat anda berjalan kaki Raja. " ucap Jing Mi dengan santai dan terselip nada ejekan yang di lontarkan untuk Fai Long. Jing Mi sudah biasa berbicara dengan Fai Long dengan tidak Formal walaupun di hadapan orang lain kecuali di acara yang formal dan itu sudah biasa untuk Fai Long karena hanya Jing Mi lah keluarga satu -satunya setalah perang besar itu yang membuat orang tua mereka meninggal dunia dan Fai Long yang bertanggung jawab untuk menjaga Jing Mi yang adalah sepupu satu -satunya yang dia punya.
__ADS_1
Jing Mi