Rahasia Takdir Kehidupan

Rahasia Takdir Kehidupan
43


__ADS_3

Hye Rim saat ini sudah berada di kelasnya dengan membaca buku yang ia ambil di perustkaan tadi setelah dari kantin untuk sarapan.


So Ra saat ini masih sarapan bersama Papinya dan di kejutkan dengan telfon masuk dari Tae Hyun.


"Halo Tae Hyun ada apa pagi -pagi sudah menelfonku." ucap So Ra dengan bingung.


"Kamu masih di Rumahkan So Ra." ucap Tae Hyun .


"Iya aku masih di Rumah memang kenapa." ucap So Ra bingung.


"Bagus aku sudah ada di depan gang yanv semalam untuk menjemputmu aku tunggu kau ya." ucap Tae Hyun .


"Ukhuk ukhuk... kamu ada di depan gang itu, lebih baik kamu berangkat duluan aku akan berangkat sendiri jadi tidak perlu merepotkan mu ." ucap So Ra yanv masih terkejut dan bingung dengan keadaan.


"Tidak papa lagi pula kamu belum berangkat jadi aku akan menunggu di depan gang karena ini jalan satu -satunya kan yang ada di Rumah kamu jadi kamu pasti akan lewat sini." ucap Te Hyun dan langsung menutup telfonyan.


So Ra yang mendengar ucapan Tae Hyun rasanya ingin sekali membunuh orang itu karna seenaknya sendiri. Tak selang berapa lama ponsel So Ra kembali berbunyi dan tertulis nama Ji Hyun di ponselnya.


"Halo sayang kamu masih ada di Rumah kan, aku akan datang ke kost -kostan kamu ya kita berangkat bersama." ucap Ji Hyun di sebrang telfon nya.


"Sayang tidak perlu aku sudah tidak tinggal di kost -kostan aku sudah pulang ke Rumahku jadi kamu tidak perlu menjemput aku." ucap So Ra yang masih terkejut dengan ucapan Ji Hyun.


"Tidak papa sayang sebutkan saja alamat kamu." ucap Ji Hyun.

__ADS_1


" Tidak perlu aku akan berangkat dengan supir lagi pula jalannya jauh nanti kata akn terlambat jika kamu harus menjemputmu ." ucap So Ra dengan masih mencari alasan.


"So Ra apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku." ucap Ji Hyun yang nampak kesal karena So Ra tidak pernah memberi tau apapun tentang kehidupan pribadinya pada dirinya.


So Ra yang mendengar ucapan Ji Hyun nampak bingung harus menjawab apa. Ji Hyun yang sudah kesal dengan So Ra langsung mematikan telfon nya secara sepihak.


"Bagiman benarkan So Ra tidak akan menunjukkan alamat Rumahnya padamu." ucap wanita yang duduk di dalam mobil samping Ji Hyun.


Ji Hyun yang sudah nampak kesal hanya diam tanpa menjawab ucapan wanita di sebelahnya.


"Maafkan aku, aku bukan bermaksud untuk menghancurkan hubungan kamu dengan So Ra hanya saja aneh jika So Ra tidak mau memberi tau kan alamatnya padamu padahal kan kmu kekasihnya." ucap wanita itu dengan nada sedih.


"Kamu tidak salah apapun Na Ra jadi tidak perlu merasa bersalah." ucap Ji Hyun yang sudah bisa mengendalikan dirinya.


So Ra nampak bingung dengan apa yang terjadi karena tidak seperti biasanya Ji Hyun sangat memaksa ingin berangkat bersamanya.


Woo Hyun yang sudah berada di depan Rumah So Ra dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu atau meminta izin yang punya Rumah.


"Pagi Paman." ucap Woo Hyun menyapa Kang Min Suk.


"Kamu ada di sini Woo Hyun." tanya Min Suk.


"Iya Paman, aku akan menjemput So Ra pagi ini." ucap Woo Hyun dan langsung duduk untuk ikut sarapan bersama tanpa di suruh.

__ADS_1


"Elah ni orang datang gak di undang langsung nyelonong masuk dan duduk aja." ucap So Ra yang nampak kesal.


"Ya ampun sayang kenapa kamu mengatakan seperti itu aku ini akan berbuat baik." ucap Woo Hyun dengan menderamatisir keadaan.


"Aku tidak bisa berangkat dengan kamu, Tae Hyun sudah menungguku di gang sempit belakang perumahan ini." ucap So Ra dengan santai.


"Apa bagaimana bisa kamu berangkat dengannya, kamu tidak mengenalnya sama sekali tapi kmu sudah mau saja berangkat bersamanya bukankah kemarin kamu seharian bersamanya setelah pulang Sekolah hingga kamu pulang malam." ucap Woo Hyun yang nampak marah.


"Apa apaan sih kmu pagi -pagi marah -marah gak jelas, aku pergi sama dia itu karna dia meminta untuk menemani ku jalan -jalan apa salahnya sih lagi pula dia kan teman kita." ucap So Ra yang sudah mulai kesal.


"Kamu selalu seperti itu So Ra kamu tidak memikirkan bagaimana jika dia bukan orang baik kita mengenalnya baru kemarin dan kamu sudah mempercayainya seperti itu apa kamu bodoh." ucap Woo Hyun dengan marah.


"Dengar ya Tae Hyun itu orangnya baik dan asik jadi apa salahnya aku berteman dengannya bilang saja kamu cemburu tapi kamu tidak mau mengakuinya, dasar egois." ucap So Ra dengan marah dan pergi dari Rumah.


"So Ra berhenti kamu tidak boleh pergi dengannya aku tidak setuju kamu tidak mengenalnya sama sekali lalu bagaimana kamu bis menilainya baik." ucap Woo Hyun yang mengejar So Ra.


"Seperti yang kamu katakan aku tidak mengenalnya dengan baik begitu juga dengan kamu jadi bagaimana kamu tau bahwa dia bukan orang baik? kamu memang selalu egois Woo Hyun kamu hanya memikirkan dirimu sendiri tanpa memikirkan perasaanku dengan seenaknya kamu datang dn pergi dalam hidupku seperti ini apa kamu pikir kamu itu orang baik tidak tidak sama sekali kamu itu orang jahat dan egois yang selalu menghancurkan hatiku." ucap So Ra dengan menangis dn pergi dari sana.


Woo Hyun yang mendengar ucapan So Ra mematung di tempat.


"Benarkah apa yang kamu ucapkan apa aku selalu menghancurkan hatimu tapi aku tidak bisa berbuat banya aku tau aku siapa dan aku tidak ingin kamu terluka karena aku." ucap Woo Hyun dengan menangis.


Kang Min Suk melihat pertengkaran mereka dan mendengar semuanya hanya dapat diam dan yang lebih membuatnya terkejut karena Woo Hyun yang menangis karena dia tidak pernah melihat atau mendengar Woo Hyun menangis kecuali tentang ibunya.

__ADS_1


__ADS_2