
Woo Hyun saat ini sedang melihat sekeliling kamar yang menurutnya nampak aneh karna di sana banyak sekali barang -barang kuno, seperti pakaian kuno Cina, alat musik tradisional, pedang, dan beberapa lukisan wanita yang cantik tapi menggunakan pakaian Cina kuno ada juga yang menggunakan pakaian moderen.
"Ini kamar siapa?" ucap Woo Hyun dengan bingung dan terus melihat sekelilingnya, tiba -tiba tidak sengaja dua melihat lemari besar dari kayu yang nampak sudah lama itu bercahaya dan terus terngiang di telinganya seperti ada orang yang memanggilnya untuk melihat isi lemari itu.
Woo Hyun mendekati lemari itu dan membukanya di lihat sebuah pedang yang cantik dengan ukiran matahari di pegangannya dan sebuah gantungan cantik di sarungnya.
Woo Hyun mengambil pedang itu dan membuka sarungnya untuk melihat jelas bentuk asli pedang itu dan ketajamannya.
Saat Woo Hyun memegang pedang tajam itu tidak sengaja jarinya tergores oleh pedang itu dan membuat darah keluar dari jarinya dan menetes pada pedang itu. Woo Hyun yang melihat kejadian itu hanya melihat jarinya yang sudah sembuh tanpa luka dan mengembalikan pedang itu ke dalam lemari setelah itu pergi dari kamar itu.
Pagi harinya Hye Rim sudah berangkat pergi dari Rumah dengan seragam Sekolahnya bahkan saat matahari belum memunculkan dirinya.
Hye Rim langsung bergegas pergi ke Toko aksesoris Pria untuk hadiah ulang tahun Woo Hyun saat ini sedangkan untuk kado nanti malam akan dia pikirkan lagi dengan bantuan So Ra karena hanya So Ra yang memahami apa yang di suka dan apa yang tidak di suka oleh Woo Hyun kadang -kadang dia bingung bagaimana jalan fikiran sahabatnya itu, saling mencintai tapi tidak mau mengungkapkan apapun membuat rumit hubungan mereka saja dan sakit hati apa lagi sekarang So Ra sudah memiliki kekasih dan Woo Hyun yang masih memperhatikan So Ra diam -diam.
Rae Won sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama putri kesayangannya itu tapi dia sudah menunggu setengah jam di ruang makan tapi kenapa putrinya itu tidak kunjung datang.
__ADS_1
"Pelayan, coba lihat kenapa Putriku belum turun untuk sarapan! apa dia tidak akan sekolah hari ini?" ucap Rae Won dengan bingung.
Pelayang yang di perintahkan oleh Rae Won untuk memanggil Hye Rim sarapan bersama datang tapi tidak bersama Hye Rim.
"Dimana Putriku?" tanya Rae Won dengan bingung.
"Nona tidak ad di kamarnya Tuan, sepertinya Nona sudah berangkat." ucap Pelayan itu dengan takut kalau Tuannya marah apa lagi menyangkut Putri Kesayangannya itu yang menghilang pagi -pagi begini.
"Apa yang kamu katakan? Hye Rim sudah berangkat tapi kapan kenapa tidak ada yang tau." ucap Rae Wo. bjbgjng dan langsung memanggil pengawal.
"Nona sudah pergi dari tadi pagi." ucap salah satu Pengawal.
ARae Won yang mendengar itu langsung menghubungi Putrinya karna khawatir.
Hye Rim saat ini sudah sampai di Sekolah dan terlihat Sekolah yang masih nampak sepi karena masih pagi hari. Hye Rim yang melihat ponselnya berbunyi dan terlihat Daddy nya yanv sedang menelfonnya langsung mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo Dad." ucap Hye Rim.
"Kamu dimana, kenapa pagi -pagi sudah pergi dari Rumah bahkan tanpa sarapan." ucap Rae Won.
"Maaf Dad, Hye Rim saat ini sudah ada di Sekolah, Hye Rim sengaja berangkat pagi untuk mencari hadiah untuk Woo Hyun." jawab Hye Rim.
"Baiklah tapi kamu harus pergi sarapan sekarang." ucap Rame Won yang tidak terbantahkan.
Hye Rim yang mendengar nada perintah dari Daddy nya itu hanya bisa menurutinya tanpa bisa menolak.
So Rs yang masih berada di Rumh sedang mencari di mana kado yang telah di siapkan nya untuk Woo Hyun dan menemukannya.
"Aku berharap dia suka hadiah ku ini." ucap So Ra dengan senang dan memeluk kadonya itu.
Kang Min Suk yang ada di depan kamar So Ra hanya dapat melihat apa yang So Ra lakukan padahal dia menemui So Ra untuk memanggilnya sarapan bersama tapi malah melihat pemandangan ini.
__ADS_1
"Apapun yang dapat membuatmu bahagia akan Papi lakukan sayang apapun itu termasuk nyawa Papi akan Papi pertaruhkan, tapi untuk masalah inj hanya kamu yang bisa menentukannya Papi tidak mau kamu salah dalam mengambil langkah dan keputusan ambillah keputusan secepatnya sayang sebelum semuanya terlambat dan mantapkan hatimu itu padanya Papi akn selalu mendukung keputusanmu asal kamu bahagia." ucap Min Suk dalam hati sambil terus menatap Putri satu -satunya itu.