
So Ra dan Woo Hyun saat ini berada di toko perhiasan dan melihat beberapa cincin yang sudah di pesan oleh Papinya untuk memilih Cincinnya.
So Ra melihat tiga cincin pasangan yang menurutnya cantik dan elegan dan pilihannya jatuh pada cincin no tiga yang cantik, simple, dan elegan menurutnya sedangkan Woo Hyun hanya pasrah dengan pilihan So Ra.
Woo Hyun melihat -lihat perhiasan dan menemukan gelang cantik yang menurutnya cocok untuk So Ra.
Setelah selesai memilih cincin yang bagus dan Woo Hyun yang mendapatkan gelang yang dia inginkan langsung pergi ke acara yang sudah di siapkan.
Tepat pukul 7 malam semua tamu sudah berdatangan dan Lee Sung Min sebagai tuan Rumah yang mengadakan pesta itu menyambut tamunya dengan didampingi oleh Kim Hye Rim, Kim Rae Won, dan Kang Min Suk.
Para tamu undangan nampak takjub dengan dekorasi yang indah dan cukup mewah itu apa lagi melihat ketiga iblis dunia bawah yang sangat kejam dapat mereka lihat secara bersama -sama.
Presdir Han dan Ji Hyun yang sudah datang menghampiri Sung Min, Rae Won, dan Min Suk untuk menyapa dan membuat kerja sama.
__ADS_1
Hye Rim hanya duduk diam mendengarkan merek berbicara karena menurutnya itu tidak penting.
"Halo Presdir Lee selamat atas acara pembukaan Hotel dan Ulang Tahun anak anda." ucap Presdir Han dengan tersenyum.
"Bukan hanya ucapan untuk pembukaan Hotel dan Ulang Tahun tapi juga pesta pertunangan anak kami." ucap Kang Min Suk mengoreksi ucapan dari Presdir Han itu dengan wajah datar.
"Jadi hari ini adalah hari pertunangan anak kalian tapi di undangan hanya tertulis pembukaan Hotel dan Ulang Tahun saja." ucap Presdir Han nampak bingung.
"Itu karena kami merahasiakannya agar menjadi kejutan." ucap Sung Min yang melihat wajah sahabatnya ith yang sangat tidak suka dengan ada nya Presdir Han di sini dan dia juga tau kenapa itu bisa terjadi.
Pesta dimulai dengan sambutan dari Presdir Lee Sung Min di depan podium yang telah di siapkan.
Hye Rim saat ini ada di belakang panggung bersama dengan So Ra dan Woo Hyun sambil menunggu nama mereka di panggil baru mereka akan muncul di depan para tamu da. juga wartawan yang hadir.
"Mana aku tau, bukan kah aku bersamamu sejak tadi." ucap Woo Hyun dengan nada dingin.
"Tidak ada dari kita bertiga yang tau tentang pertunangan ini aku saja tau tadi setelah pulang dari markas di suruh membantu acara ini." ucap Hye Rim dengan malas.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, bagaimana bisa aku bertunangan dengan Woo Hyun karena aku sudah punya Kekasih yaitu Ji Hyun." ucap So Ra dengan kesal.
Woo Hyun yang mendengar ucapan So Ra mengepalkan tangannya karena marah.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu tidak mau hal ini kamu bisa pergi dari sini aku tidak akan menghalangimu apapun itu terserahmu aku tidak akan menghalanginya lagi pula tidak ada yang tau tentang pertunangan ini." ucap Woo Hyun dengan nada dingin dan wajah datar nya yang mengalahkan wajah datar dari wajah Hye Rim.
So Ra yang mendengar ucapan Woo Hyun yang bernada dingin itu nampak nyalinya ciut karena takut apa lagi melihat wajah datar Woo Hyun yang menyeramkan baginya dan dia tau bahwa saat ini Woo Hyun sedang sangat marah.
"Boleh aku bertanya satu hal untuk meyakinkan ku bahwa pilihanku akan tepat dan tidak akan membuat diriku kecewa." ucap So Ra yang memberanikan diri untuk berbicara dan menatap lembut pada Woo Hyun.
Hye Rim yang melihat kondisi yang mulai menderama menjauh dari sana untuk melihat apa yang akan di lakukan So Ra pada Woo Hyun.
Woo Hyun melihat ke arah So Ra yang melihatnya menatap dengan lembut mulai luluh dan menganggukkan kepalanya.
"Apa kamu mencintaiku? Apa kamu benar -benar mencintaiku? atau Apa bisakah kamu mencintaiku?" ucap So Ra dengan menatap Woo Hyun kedalam matanya untuk melihat kejujuran.
Woo Hyun yang mendengar ucapan So Ra terdiam dengan menatap dalam kedalam mata So Ra.
"Aku tidak ingin menyesali keputusanku untuk pertunangan ini karena itu aku bertanya padamu Woo Hyun apa kamu mencintaiku jika iya aku akan bertahan di sisimu apapun yang terjadi tapi jika tidak lebih baik kita hentikan pertunangan bodoh ini karena aku tidak ingin karena ke egoisan ku hidup kita berdua hancur." ucap So Ra yang sudah menahan tangisnya karena belum mendapatkan jawaban apapun dari Woo Hyun sedangkan Woo Hyun terus menatap So Ra.
So Ra yang menunggu lama dan tidak ada jawaban apapun merasa hatinya hancur untuk kesekian kali karena merasa Woo Hyun tidak memiliki perasaan apapun padanya.
So Ra yang sudah sangat bosan menunggu jawaban dari Woo Hyun tapi tidak ada jawaban apapun sudah putus asa dan menyerah pergi dari sana, tapi saat akan pergi tiba -tiba ada yang menarik tangannya dan membawanya ke pelukan hangat yang membuat nyaman So Ra hingga membuat So Ra menangis dan yang memeluknya itu adalah Woo Hyun.
"Aku mencintaimu, aku sangat -sangat mencintaimu dan aku minta maaf yang selama ini hanya diam karena aku takut kamu tidak akan bisa menerimaku karena keadaanku yang seperti ini." ucap Woo Hyun sangat pelan tepat di telinga So Ra.
__ADS_1
Hye Rim yang melihat itu tersenyum senang karna akhirnya kedua sahabatnya itu akhirnya mau mengakui perasaannya masing -masing walaupun harus menggunakan cara yang ekstrim dan drama menurutnya.
Di tempat lain tepatnya di sebuah kamar yang kosong dan tertutup rapat terlihat cahaya yang keluar dari kamar itu membuat para pelayan yang ada di sana bingung dan agak takut karena kamar itu tidak pernah di isi atau di tempati, dan di dalam kamar terlihat lemari yang bersinar sangat terang hingga menyilaukan dan tidak lama cahaya itu menghilang dan membuat para pelayan lega.