Rahasia Takdir Kehidupan

Rahasia Takdir Kehidupan
36


__ADS_3

So Ra sedang bersenang -senang dengan Ji Hyun di taman bermain dengan memainkan semua wahana yang ada dan makan bersama yang menghabiskan waktu 4 jam.


"Sayang aku tidak ingin kamu terlalu dekat dengan Woo Hyun." ucap Ji Hyun dengan menatap So Ra.


"Eh kenapa lagi kan aku sudah bilang kami berteman dari kecil bahkan mungkin saat di dalam kandungan, lagi pula Orang Tua kami juga berteman sejak kecil." ucap So Ra dengan bingung.


"Tapi tidak ada hubungan antara Wanita dan Pria yang tidak memiliki perasaan lebih dari sekedar sahabat." ucap Ji Hyun.


So Ra yang mendengar ucapan Ji Hyun terdiam dalam lamunan nya.


"Benar kan apa yang aku katakan. " ucap Ji Hyun.


"Tidak ada yang seperti itu, sudah lah tidak usah membahas tentang itu lagi, lebih baik sekarang kita pulang ini sudah sangat sore. " ucap So Ra dan pergi dari sana di ikuti oleh Ji Hyun.


Hye Rim yang merasa ada yang memeluknya dari belakang dan melihat ada tangan besar yang sedang mendekapnya langsung berbalik ke belakang dan melihat seorang Pria dengan wajah yang tampan, hidung mancung, mata yang berwarna merah, dan rambut panjang berwarna perak.



"Siapa kau?" tanya Hye Rim.


"Suami mu. " ucap Pria itu dengan tersenyum.


"Apa maksudmu dan dari mana kau datang ini Ruang Dimensi ku, dan kau bukan suami ku." ucap Hye Rim dengan kesal.

__ADS_1


"Sayang jangan marah hm... kau nampak imut saat sedang kesal tapi aku tidak ingin pertemuan pertama kita menjadi berantakan, dan Ruang Dimensi ini hanya kau dan aku yng bisa masuk."ucap pria itu dengan santai dan kembali memeluk Hye Rim.


"Hey lepaskan aku, aku tidak mengenal mu." ucap Hye Rim dengan kesal melepaskan pelukan Pria itu dan pergi dari Ruang Dimensi.


"Yang mulia sudah pulih sepenuhnya." ucap Han'er.


"Hmm..." ucap pria itu dan pergi dari sana.


"Kenapa dia selalu seperti itu pada semua orang kecuali Jie Jie." ucap Han'er.


Hye Rim yang sudah keluar dari Ruang Dimensi nampak sangat kesal dengan apa yang di lakukan Pria itu.


"Tampan tapi menyebalkan." ucap Hye Rim dengan kesal. Woo Hyun yang mendengar ucapan Hye Rim langsung tertawa keras.


"Dirimu, hahahaha... "ucap Woo Hyun sambil tertawa.


"Kau menertawakanku?" ucap Hye Rim dengan kesal.


"Tentu saja, karna baru kali ini kau mengakui seorang Pria tampan kecuali Paman Kim dan aku, pasti Pria itu benar -benar tampan, hahahah... " ucap Woo Hyun sambil tertawa dan melihat Hye Rim.


"Biasa saja. " ucap Hye Rim dengan kesal.


"Jika dia biasa saja kamu tidak akan mungkin kesal, seorang Kim Hye Rim si Muka Datar dan tak gampang tersentuh oleh seorang Pria bisa mengakui Pria itu tampan, pasti hatimu sudah di curi oleh nya, hahahaha.... " ucap Woo Hyun sambil tertawa.

__ADS_1


Hye Rim yang mendengar ucapan Woo Hyun terdiam karna masih kesal dengan Apa yang terjadi di Ruang Dimensi.


Saat ini So Ra sedang berada di Kamar nya sambil menatap langit malam.


"Maaf Ji Hyun jika aku tidak bisa menjauhi Woo Hyun dan maaf jika aku sudah membohongi mu tentang perasaan aku yang sebenarnya." ucap So Ra dengan sedih, dari luar pintu kamar Kang Min Suk melihat Putri Kesayangannya sedang bersedih lalu mendatanginya.


"Ada apa dengan Putri Papi, siapa yang berani membuat Putri Kesayangan Papi bersedih." ucap Min Suk dengan merangkul pundak So Ra.


"Papi, tidak ada yang membuat aku sedih. " ucap So Ra dengan tersenyum.


"Jangan pernah berbohong pada Papi So Ra. " ucap Min Suk sambil menatap So Ra.


"Aku hanya sedang mengingat Mami, apa Mami merindukan So Ra di sana Papi, kenapa Mami jahat, kenapa mami pergi meninggal kan aku sendiri Papi?" ucap So Ra dengan menangis dalam pelukan Min Suk.


"Masih ada Papi di samping mu yang akan selalu ada mendampingi mu dan melindungi mu Putri Kesayangannya Papi." ucap Min Suk sambil mengelus kepala So Ra.


"Papi apa perasaan So Ra salah." ucap So Ra sedih.


"Perasaan mu tidak salah sayang, hatimu sudah menentukan siapa yang mendapatkan hatimu itu tapi belum tentu pantas di hatimu jadi kamu harus memikirkan ini baik -baik dan mantapkan hatimu itu untuk siapa jangan sampai kamu salah dalam memilih dan menyakiti hati dan perasaan mu sayang, Papi akan selalu mendukung mu siapapun yang kamu pilih, entah itu Woo Hyun atau Ji Hyun. " ucap Min Suk sambil memeluk dan ngelus puncak kepala So Ra sambil terus mencium nya.


"Papi tau tentang itu." ucap So Ra sambil melihat Papinya.


"Tentu saja Papi tau, kamu mencintai Woo Hyun kan tapi kamu tidak berani mengatakannya karna takut persahabatan kalian akan hancur, dan kamu juga menyukai Ji Hyun karna Ji Hyun yang selalu ada di sampingmu selalu, tapi kamu harus bisa memahami dan membedakan antara cinta dan menyukai, antara nyaman sebagai sahabat atau kekasih, Papi tidak ingin kamu salah memilih dan akn menyakiti hatimu sendiri, jadi fikirkan baik -baik dan mantapkan hatimu untuk menerima satu orang yang tepat. " ucap Min Suk memberi nasehat pada putrinya. So Ra hanya diam dengan tatapan kosong melihat keluar jendela.

__ADS_1


__ADS_2