Rahasia Takdir Kehidupan

Rahasia Takdir Kehidupan
63


__ADS_3

Fai Long menatap datar dan dingin dengan aura membunuh yang lekat kepada 8 Prajurit itu hingga membuat Prajurit itu bersimpuh memohon untuk mengampuni nyawa mereka.


"Jendral eksekusi." ucap Fai Long dengan wajah datar dan aura membunuhnya.


"Baik Raja." ucap Lui Tao.


"Panglima cari tau." ucap Fai Long.


"Laksanakan Raja." ucap Wang Xi.


"Hentikan wajah datar mu itu, wajah mu sangat menakutkan." ucap Hye Rim dengan kesal.


"Tapi tetap tampan kan sayang, lagi pula kamu juga menyukainya." ucap Fai Long dengan percaya diri.


Hye Rim menganga mendengar ucapan percaya diri dari Fai Long dengan rasa kesal dia pergi dari restoran itu tapi sebelum pergi Hye Rim menyuruh Fai Long untuk membayar kerugian pemilik restoran itu yang telah di perbuat olehnya.

__ADS_1


Lagi -lagi semua yang di sana hanya dapat memandang Ratu mereka dengan tatapan horor, ngeri dan takjub karena berani memerintah Raja mereka tanpa rasa takut dan yang membuat mereka terkejut Raja mereka mematuhi semua perintah dari Permaisurinya itu.


Berbeda denga seseorang yang sejak tadi menatap Hye Rim dengan tatapan benci, marah, dan membunuh karena berani mendekati Raja Ruba.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mendekati Raja ku dasar j****g." ucap seorang wanita.


Di tempat Klan Vampir Teratai Emas sedang membicarakan masalah serius tentang peperangan yang kemungkinan besar akan terjadi.


"Di Lihat dari penyerangan yang di lakukan oleh Klan Vampir Teratai Merah pada Klan kita beberapa hari lalu itu membuktikan bahwa mereka benar -benar ingin memulai perang." ucap Min Ara dengan serius.


"Iya, jika tidak ada Woo Hyun mungkin kita akan kalah karena tidak ada persiapan." ucap Li Mei menatap Woo Hyun dengan tersenyum lembut.


"Maafkan saya Ketua, karena saya baru tiba dengan pasukan dan tidak tau bahwa Klan telah di serang." ucap Xiao Chen yang nampak bersalah karena baru tiba kemarin dan tidak tau bahwa Klan nya telah di serang oleh Klan Vampir Teratai Merah.


"Itu bukan salah kamu, saya yang menyuruh kmu pergi untuk mencari Hye Rim jadi itu bukan salah kmu Jendral Xiao." ucap Liu Mae Xi yang melihat Xiao Chen yang nampak bersalah padahal dia pergi karena tugas yang telah dia berikan untuk mencari Hye Rim.

__ADS_1


"Kalian tidak perlu mencari Hye Rim lagi." ucap Woo Hyun yang sejak tadi diam mendengarkan pembicaraan mereka.


"Itu tidak bisa Raja bagaimana pun Hye Rim cucu saya dan putri dari Klan ini." ucap Liu Mae Xi dengan bingung.


"Hye Rim tidak akan kenapa -kenapa jadi kalian tidak perlu khawatir padanya dan sudah berapa kali saya katakan jangan panggil saya Raja panggil saja Woo Hyun." ucap Woo Hyun dengan wajah datar nya.


Semua yang mendengar kata -kata Woo Hyun nampak bingung karena sepertinya Woo Hyun sangat mengenal Hye Rim.


"Baik lah besok kita akan pergi ke Kekaisaran Ming untuk menghadiri acara tahunan di sana dan yang akan pergi adalah saya, Woo Hyun, Min Ae La, dan Chan Xiyu dan sisanya tetap berjaga di Klan dan memperketat penjagaan di perbatasan dan Istana." ucap Liu Mae Xi.


"Ketua boleh saya ikut, saya sangat ingin menghadiri acara itu." ucap Li Mei dengan memohon ke pada Liu Mae Xi.


Liu Mae Xi yang melihat Li Mei seperti itu hanya bisa mengalah dan menyetujui keinginan Li Mei.


Li Mei yang mendapatkan izin dari Ketua Liu sangat senang karena bisa lebih dekat dengan Woo Hyun karena sejak pertama Li Mei melihat Woo Hyun sudah sangat menyukai Woo Hyun bahkan mungkin mencintainya.

__ADS_1


Li Mei melihat Woo Hyun dengan tatapan penuh cinta dan senyum lembutnya, sedangkan Woo Hyun hanya berwajah darat tanpa perduli dengan sekitarnya jika menurutnya itu tidak penting.


Min Ae La melihat tatapan Li Mei pada Woo Hyun dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa Li Mei mencintai Woo Hyun dan itu membuat Min Ae La senang karena Li Mei adalah orang yang baik dan ceria mungkin bisa meluluhkan hati Woo Hyun.


__ADS_2