Rahasia Takdir Kehidupan

Rahasia Takdir Kehidupan
52


__ADS_3

Skip Masa Lalu


Terlihat seorang wanita sedang tidur dengan nyenyak di pelukan seorang pria tampan yang menatapnya dengan tatapan lembut.


Wanita yang saat ini sedang tidur itu mulai terusik karena silau cahaya yang muncul dari celah jendela.


"Apa ini, sepertinya ini sudah siang dan Daady tidak membangunkan aku, apa aku terlalu lelah karena menyiapkan pesta semalam." ucap Hye Rim yang masih belum sadar dengan keadaan.


Pria yang memeluknya itu tersenyum melihat tingkah dari Permaisurinya yang menurutnya sangat menggemaskan.


Hye Rim merasakan ada seseorang yang memeluknya dan mulai mengumpulkan kesadarannya dan melihat siapa yang memeluknya.


Hye Rim menatap laki -laki yang memeluknya itu dengan bingung sedangkan laki -laki itu tersenyum melihat tingkah Hye Rim.


Cup


kecupan singkat mendarat di bibir Hye Rim yang masih tertegun dengan apa yang terjadi.


1 detik...


2 detik...


3 detik...


"Aaaaaaaaaa....." suara teriakan Hye Rim yang menggema di seluruh istana Ruba membuat semua penghuni terkejut bahkan burung dan binatang lain langsung pergi meninggalkan istana itu, sedangkan para Pelayang dan Penjaga mulai berdatangan ke arah suara itu dan itu adalah Kamar Raja mereka.


"Salam Raja, apa Raja baik -baik saja kami mendengar suara teriakan seseorang dari dalm." ucap Wang Xi yang juga datang.


"Suara Permaisuri." ucap Fai Long dengan nada dingin. Hye Rim yng berada di pelukan Fai Long nampak bingung dengan perubahan sikap Pria yang ada di sampingnya itu.

__ADS_1


Para Pelayan dan Prajurit bingung dengan apa yang dikatakan Raja mereka tentang Permaisuri pasalnya tidak pernah ada Permaisuri di Kerajaan Ruba selam 100 tahun ini sedangkan Wang Xi yang mengerti apa yng dj katakan Raja membubarkan Pelayan dan Prajurit yang ada.


"Siapa kamu, kenapa aku ada di sini ini di mana?" tanya Hye Rim dengan nada dingin dan wajah datar nya.


"Istana Ruba Permaisuriku." ucap Fai Long.


Hye Rim terkejut dengan tempat ini apa lagi saat bangun dia sudah berada di Istana Ruba dan yang dapat dia simpulkan saat ini adalah dia kembali ke masa lalu.


"Kenapa aku ada di sini dan siapa Permaisurimu, aku bukan permaisurmu." ucap Hye Rin dengan kesal pada Pria yng ada di depannya karena sudah mencuri ciuman pertamanya dan sekarang dia ingat bahwa Pria ini adalah Pria kurang ajar yang memeluknya semaunya saat di ruang dimensinya beberapa hari lalu.


"Karena kamu memang Permaisuri ku dan akan tetap seperti itu selamanya." ucap Fai Long dengan senyum dan mulai memeluk Hye Rim kembali dengan lebih erat.


Di tengah hutan terlihat seorang Pria tampan yang sedang bingung dengan apa yang terjadi padanya saat ini.


" Kenapa aku ada di sini dan pakaian apa yang aku kenakan ini, ini seperti pakaian Zaman Kuno dan pedang ini bukankah pedang yang ada di kamar yang aku lihat waktu itu." ucap Woo Hyun dengan bingung.


Pria yang saat ini tengah berada di tengah hutan belantara adalah Woo Hyun entah bagaimana dia bisa berada di hutan ini padahal dia ingat semalam dia berada di kamarnya dan tidur tapi saat bangun dia berada di hutan dengan pakaian Cina Kuno dan rambutnya berubah panjang dan di ikat dengan pedang yng berada di tangannya.




"Siapa kau dan sedang apa berada di sini." ucap Seorang Pria tampan yang berada di belakang Woo Hyun.


Woo Hyun yang mendengar ucapan seseorang dan tepukan di pundaknya tersadar dari lamunannya tentang tempat ini.


"Maaf bisa aku bertanya dimana ini dan tempat apa." ucap Woo Hyun dengan wajah datar nya.


"Kamu saat ini berada di Hutan kematian." ucap Seorang wanita yang berada di sebelah Pria itu.

__ADS_1


"Hutan Kematian." ucap Woo Hyun pelan dan memperhatikan dua orang yang ada di depannya sedangkan Pria yang ada di depannya terus menatap pedang yang ada di tangannya dan Woo Hyun menyadari itu.


"Kalian berdua Vampir." ucap Woo Hyun dengan tatapan tajam yang mengarah kedua orang itu.


"Wah kamu dapat mengenali kami berarti kamu juga Vampir tapi kenapa aku tidak merasakan aura Vampirmu." ucap Wanita itu dengan antusias.


"Dari mana kamu mendapatkan pedang itu." ucap seorang Pria yang sejak tadi diam.


"Untuk apa kamu tau itu bukan urusan mu." ucap Woo Hyun dengan nada dingin dan wajah datar nya.


"Tentu saja aku perlu tau karena pedang itu adalah pedang pusaka Klan kami yang di miliki oleh Jendral besar Klan kami." ucap Pria itu.


"Tunggu kamu bilang apa tadi Klan, Jendral." ucap Woo Hyun dengan bingung dan beberapa saat setelah dia mulai memahami apa yang terjadi dia langsung terkejut.


"Tahun berapa saat ini." ucap Woo Hyun.


"Tahun 357 memang kenapa, oh iya kita sejak tadi berbicara tapi belum memperkenalkan diri, namaku Li Mei dan ini paman ku Chan Xiyu." ucap wanita itu bernama Li Mei.


Orang yang berhadapan dengan Woo Hyun saat ini adalah Li Mei dan Chan Xiyu yang baru saja pergi Kekaisaran Ming untuk menerima undangan yang akan di berikan oleh Ketua mereka.


"Lee Woo Hyun." ucap Woo Hyun singkat.


Chan Xiyu yang mendengar ucapan Woo Hyun terkejut saat mendengar nama Woo Hyun.


"Apa kau kenal Kim Hye Rim." ucap Chan Xiyu.


Woo Hyun yang mendengar nama Hye Rim terkejut.


"Jadi benar saat ini aku berada di Zaman Kuno tapi apa yang terjadi padaku kenapa aku ada di sini, dan kamu mengenal Hye Rim siapa kamu." ucap Woo Hyun dengan tatapan tajam mengarah ke Chan Xiyu.

__ADS_1


"Aku adalah tangan kanan dari Ketua Klan Vampir Teratai Emas." ucap Chan Xiyu.


"Ketua Klan Vampir Teratai Emas Liu MaeXi." ucap Woo Hyun pelan.


__ADS_2