Rahasia Takdir Kehidupan

Rahasia Takdir Kehidupan
20


__ADS_3

Di sebuah kamar terlihat Wanita yang sedang menangis histeris dan frustrasi karna keadaan nya itu sedangkan Orang Tua nya juga nampak bingung dan khawatir dengan penyakit Putrinya itu, karna setiap Dokter yang menangani Putrinya selalu mengatakan Putrinya itu baik -baik saja dan tidak memiliki penyakit apa pun.


"Papi, tolong Hae Jin seluruh tubuh Hae Jin panas papi dan tulang ku rasanya remuk semua." ucap Hae Jin dengan frustrasi.


"Sayang bagaimana ini, keadaan Putri kita tidak ada perubahan sama sekali." ucap seorang Wanita paru baya yang di ketahui Ibu dari Hae Jin yaitu Seo Min.


"Aku juga tidak tau sayang semua Dokter mengatakan Putri kita baik -baik saja." ucap Park Dong So, Ayah Hae Jin.


Di tempat lain Hye Rim dan So Ra sedang mengurus usaha yang mereka dirikan bersama tanpa meminta bantuan dari Orang Tua nya. Hye Rim dan So Ra memiliki usaha Cafe yang memiliki 5 cabang dan beberapa Rumah makan yang ada di kota xx, mereka mendirikan usaha mereka mnggunakan uang yang mereka dapatkan dari hasil mengikuti beberapa lomba yang ada di Sekolah atau pun di luar Sekolah.


"Jadi keuntungan kita beberapa bulan ini cukup besar bagaimana jika kita membuka Cafe lain di kota H aku dengar di sana ada tempat yang bagus untuk kita mendirikan lagi di sana." ucap So Ra dengan antusias.


"Bukan mendengar pasti kamu sudah mencari tau nya kan." jawab Hye Rim dengan malas. So Ra hanya menampilkan senyum manis nya pada Wanita itu.


"Eh tapi kemana si Tiang Listrik itu, kenapa dia tidak menemui kita." ucap So Ra dengan bingung karana biasanya jika Woo Hyun ada di Kota ini dia selalu bersama mereka.

__ADS_1


"Aku memberinya tugas yang dapat menguntungkan nya, dan dari pada kamu mencari si Tiang itu lebih baik kamu mencari Kekasihmu itu Bulat aku yakin dia sekarang pasti sedang uring -uringan mencari kamu kemana -mana," ucap Hye Rim dengan malas.


So Ra yang baru ingat bahwa dia ada janji dengan Ji Hyun pulang Sekolah, tapi malah pergi dengan Hye Rim, pasti Ji Hyun akan sangat marah dan mencarinya seperti Orang ke setanan apa lagi ponselnya yang sedang mati saat ini karna batrainya habis.


Di tempat lain Woo Hyun sedang menjalankan aksinya untuk membuat sebuah Perusahaan bangkrut sedikt di demi sedikit.


"Ternyata itu Perusahaan kalian, Perusahan sainganku yang sangat malas aku sentuh karna tidak ada alasan apa pun, tapi karna Putri kalian sudah menyakiti Sahabat dan Wanita yang aku cintai jadi aku tidak akan sungkan lagi untuk menghancurkan kehidupan kalian, dan bersiaplah menuju kehancuran dan kematian kalian." ucap Woo Hyun dengan tersenyum sinis dan aura membunuh yang kuat hingga membuat Anak buahnya yang ada di sana ketakutan karna aura dan senyuman Ketua mereka yang akan menandakan kematian yang teragis tanpa ampun.


"Aku sangat kasihan pada Orang yang telah mengusik Ketua kita." ucap A


"Tapi Orang itu pasti sudah membuat kesalahn yang falat hingga Ketua kita bisa sampai maju sendiri untuk menghancurkan mereka." ucap C


"Aku dengar mereka mengusik Kekasih Ketua kita, jadi mereka akan mati dengan mengenaskan." ucap D.


Semua Anak buah Woo Hyun tau bagaimana watak Ketua mereka itu, dia tidak akan menghancurkan orang itu jika orang itu tidak memulai masalah lebih dulu dengannya, bahkan dia tidak akan turun tangan langsung jika itu hanya masalah kecil buatnya.

__ADS_1


Beberapa orang mulai bingung dengan keadaan Perusahaan mereka yang mulai menurun dan beberapa data Perusahaan yang mulai menyebar luas.


Disana telah berkumpul Ayah dari Hae Jin, Se Yoon, dan Yeo Jin.


"Bagaimana ini, siapa yang berani menyerang kita seperti ini." ucap Ayah Se Yoon.


"Aku juga tidak tau, apa lagi Putriku yang saat ini sedang sakit dan tidak tau sakit apa." ucap Ayah Hae Jin dengan frustrasi.


"Siapa sebenarnya yang berani melawan kita, kita ini adalah Pembisnis tekuat di Kota XX." ucap Ayah Se Yoon dengan bingung.


"Ingat masih ada yang terkuat di antara kita dan apa kalian pernah menyinggung orang terkuat di Kota ini tanpa kalian sadari." ucap Ayah Yeo Jin yang sejak tadi diam.


"Aku tidak merasa pernah menyinggung siapa pun." ucap Ayah Se Yoon begitu juga Ayah Hae Jin dengan bingung.


"Jika kita tidak menyinggung mereka berarti keluarga kita yang bermain -main dengan merena, apa jangan -jangan Putri -Putri kita yang membuat ulah." ucap ayah Yeo Jin dengan frustrasi karna dia tau kelakuan Putri nya yang keras kepala dan tidak mau mengalah itu.

__ADS_1


Mereka mulai berfikir itu adalah ke mungkinan besar karna sifat Putri mereka yang sombong, angkuh dan keras kepala itu apa lagi Hae Jin yang selalu mau keinginannya di turuti bahkan dia mengancam jika tidak bisa mendapatkan Tae Kwang dia akan bunuh diri.


__ADS_2