
Han'er sangat senang karena bisa keluar dari ruang dimensi setelah lama berada di dalam ruang dimensi.
Saat ini Han'er sedang menaiki kuda bersa dengan Lui Tao dan Han'er nampak sangat senang karena walaupun umurnya yang sudah sangat tua tapi tetap tubuh dan fikirannya yang tetap seperti anak -anak sebayanya membuat setiap orang yang melihatnya sangat menggemaskan menurut mereka apa lagi wajah tampan Han'er yang sangat imut itu.
Hye Rim yang melihat itu tersenyum senang karena Han'er yang nampak sangat bahagia.
"Sayang kenapa kamu mengeluarkan bocah itu dari dalam ruang dimensi. " ucap Fai Long bingung karena bagaimana bisa Han'er keluar dari ruang dimensi padahal hidupnya sudah terikat dengan ruang dimensi itu dan membuat Han'er tidak bisa keluar dari ruang dimensi.
"Karena aku ingin melihat Han'er bahagia dengan melihat dunia nyata bukn hanya selalu terkurung di dalam rung dimensi. " ucap Hye Rim dengan tersenyum tanpa melepaskan pandangannya dari Han'er.
"Bagaimana kamu bisa mengeluarkan bocah itu dari dalam ruang dimensi. " ucap Fai Long dengan serius karena memang sejak kemarin hal itu yng ingin dia tanyakan tapi tidak bisa karena Han'er selalu menempeli Hye Rim dan membuatnya susah untuk berbicara berdua dengan Hye Rim.
__ADS_1
"Aku membuka segelnya. " ucap Hye Rim dengan enteng.
Fai Long yang mendengar ucapan Hye Rim sangat terkejut karena bagaimana bisa Hye Rim membuka segel Han'er karena itu adalah segel kuno yang di berikan oleh Ruba murni ribuan tahun lalu dan tidak bisa di lepaskan bahkan dirinya saja yang keturunan Ruba murni sekaligus Raja Ruba tidak bisa melepaskan segel itu.
"Aku bisa membuak segel itu karena kekuatan ku sudah terlepas dari segel yang selama ini menahan kekuatanku apa lagi aku memiliki dara murni keturunan Ruba, Vampir, dan Manusia jadi kekuatanku lebih besar dari kekuatanku sebelumnya. " ucap Hye Rim menjelaskan bagaimana dia bisa membuka segel Han'er karena mengetahui eksperesi Fai Long yang nampak terkejut dan bertanya -tanya bagaimana dia melepaskan segel itu.
Fai Long yang mendengar penjelasan dari Hye Rim mengangguk mengerti saat sudah mendapatkan jawaban dari yang dia butuhkan. Fai Long langsung bermanja -manja dengan Hye Rim mumpung pengganggu mereka sedang asik bermain dengan Lui Tao.
Klan Vampir Teratai Merah, Hitan, dan Emas saling bertatapan dengan sengit tetapi tidak dengan Woo Hyun yang hanya biasa saja tanpa terganggu dan perduli dengan mereka karena menurutnya itu tidak penting berbeda dengan Klan Serigala yang selalu menatap Woo Hyun sambil tersenyum tipis dan Woo Hyun mengetahui itu.
Li Mei terus bersama denga Woo Hyun sambil mengusir para wanita yang mencoba menghoda Woo Hyun secara terang -terangan dan Woo Hyun hanya diam karena menurut dirinya itu juga lumayan karena tidak di ganggu denga wanita murahan yang mencoba menggodanya.
__ADS_1
Setelah lama menunggu akhirnya rombongan Raja Ruba yang di tunggu tiba dan banyak yang menyambut kedatangan mereka dengan senang walalupun itu hanya di muka bukan di hati.
Hye Rim turun dari kereta dengan di bantu Fai Long sebelum mereka sampai tadi Hye Rim sudah menyuruh Han'er untuk kembali kedalam ruang dimensi karena takut jika ada yang melukai perasaan Han'er dengan kata -kata yang tidak pantas.
Hye Rim yang sudah turun dari kereta bersama dengan Fai Long mengedarkan matanya untuk melihat sekitar dan matanya membulat besar saat melihat sosok seseorang yang sangat dia kenali walaupun dengan pakaian kuno dan rambut panjangnya.
Awalnya Hye Rim tidak percaya bahwa orang yang dia lihat itu apa benar Woo Hyun tapi saat melihat cincin yang menyemat di jari manisnya dengan yakin bahwa orang itu adalah Woo Hyun, dengan perasaan kesal dan marah Hye Rim mendatangi Woo Hyun yang menurutnya tidak tau tentang keberadaan nya saat ini dan dengan santainya Woo Hyun membiarkan seorang wanita merangkul tangannya.
Plak...
Suara tamparan yang memekakan telinga yang membuat semua orang di sana terkejut begitu juga Woo Hyun yang mendapatkan tamparan itu sendiri dan saat melihat siapa yang menamparnya itu membuat Woo Hyun kaget sekaligus kesal dengan orang yang menamparnya siapa lagi kalau bukan Hye Rim.
__ADS_1