Rahasia Takdir Kehidupan

Rahasia Takdir Kehidupan
29


__ADS_3

Skip Masa Lalu


Hye Rim dan Xiao Ran nampak bertarung dengan sengit tapi Hye Rim belum juga menampakkan bahwa dirinya sudah kelelahan dan masih santai melawan Xiao Ran, berbeda dengan Xiao Ran yang sedah menggunakan setengah dari kekuatannya untuk melawan Hye Rim.


"Bagaimana gadis Ruba ini belum menampak kan rasa lelah atau ingin menyerab melawan ku padahal kami sudah bertarung selama 5 jam. " fikirnya yang nampak bingung.


Xiao Chen yang sudah menemukan Hye Rim sejak tadi hanya bisa melihat dan menonton apa yang akan terjadi karna Hye Rim yang melarangnya untuk membantu.


"Wah hebat sekali Cucu Ketua ini, dia bisa mengimbangi Xiao Ran yang adalah Ketua Klan Vampir Teratai Merah, bahkan Xiao Ran nampak kelelahan, karna setau ku yang dapat mengimbangi kekuatan Xiao Ran itu adalah Ketua kami, tapi apa ini kenapa Hye'er nampak biasa saja tanpa rasa lelah." itu lah yang di fikirkan Xiao Chen sejak tadi.


"Sudah ya, apa kamu tidak lelah bertarung sejak tadi, kita akhiri saja pertarungan ini tapi aku tidak mau kalah." ucap Hye Rim dengan santai dan mengeluarkan kipas nya.


Xiao Ran nampak terkejut melihat kipas pusaka terkuat di Klan Ruba, sedangkan Xiao Chen nampak biasa saja karna sudah tau bahwa Hye Rim memiliki kipas itu bahkan di dalam kipas itu hanya di isi banyak makanan oleh Hye Rim. Dengan sekali kipas Xiao Ran terpental jauh dan menabrak pohon hingga mengeluarkan darah karna kehabisan tenaga dan mendapatkan luka dalam yang cukup parah. Seorang Pria tampan dengan jubah putih datang dan membawa Xiao Ran pergi dari sana.


"Ayo Gege kita pulang, aku sudah lelah dan ingin tidur." ucap Hye Rim dengan santai, Chen yang mendengar ucapan Hye Rim hanya dapat mengangguk pasrah dan mereka pergi dari sana.


Dari jauh yang melihat kejadian itu nampak terkejut.


"Wah dia memang Permaisuri yang mulia, sama -sama, dingin, kejam, dan tak berperasaan dalam melawan musuhnya, bahkan Ketua Klan Vampir Teratai Merah di buat mainan olehnya." ucap pria itu dan pergi menemui orang yang di sebut yang mulia itu untuk melaporkan kejadian ini karna dia di tugaskan untuk memantau ke adaan Hye Rim.

__ADS_1


Hye Rim yang merasa ada orang lain hanya acuh tak acuh karna merasa orang itu bukan ancaman untuk nya.


Pria yang tadi menemui junjungan nya untuk melaporkan semua yang di lihat.


"Permaisuri ku memang hebat aku jadi tidak sabar untuk menemui nya." ucap nya dengan senyum penuh arti yang tidak bisa di tebak oleh bawahannya itu.


"Apa dunia akan perang lagi, bagaimana bisa wajah yang datar bagaikan tembok dan sifat dingin bagaikan es yang tidak bisa di sentuh itu tersenyum hanyak karna membicarakan Permaisuri nya." fikir bawahannya yang membawa kabar itu.


"Pergilah dan pantau terus Permaisuri ku, aku akan kembali ke Ruang Dimensi untuk memulihkan kekuatan ku lagi." ucapan datar dan menghilang dari sana.


Orang itu langsung pergi ke tempat Hye Rim berada saat ini.



Hye Rim latihan tanpa kenal lelah dari pagi sampai siang bahkan semua orang yang menyuruhnya berhenti unyuk istirahat tidak ada yang di dengar olehnya.


Di tempat lain seseorang sedang marah besar melihat apa yang terjadi pada Ketuanya yang sedang terbaring tidak sadarkan diri karna ulah Hye Rim.


"Kurang ajar, beraninya dia membuat Ketua kita sampai seperti ini, kita harus menghabisi nya bagaimana pun caranya." ucap Hong Li dengan marah yang melihat Ketuanya yang tak sadarkan diri Xiao Ran.

__ADS_1


"Kita tidak bisa gegabah dalam melakukan hal ini, kita harus membuat rencana yang matang karna aku melihat wanita itu memiliki Kipas Pusaka Klan Ruba, aku berfikir dia itu Klan mana, Klan Ruba atau Klan Vampir karna dia terlihat perpadua dari keduanya tapi lebih ke bentuk Ruba." ucap An Ming yang membawa ketuanya pergi tadi.


"Aku tidak perduli, mau dia Klan Ruba atau Vampir kita harus menghabisinya." ucap Hong Li dengan marah.


"Kita tidak tau dia ada di mana dan berasal dari Klan mana. " ucap An Ming masih dengan tenang.


"Kamu bilang di sana ada Xiao Chen bukan dan wanita itu memanggilnya Gege, kita akan mulai darinya dan menghabisi seluruh Klan Vampir Teratai Emas tanpa benggunakan tangan kita jadi kita hanya menunggu hasil dan mengambil buruan kita." ucap Hong Li dengan senyum jahat, An Ming tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Hong Li.


Tiba -tiba suara seseorang muncul dan mereka yang melihat siapa yang berbicara langsung berlutut memberi hormat pada Ketua mereka.


"Aku suka rencana kamu Jendral Li, jadi kita hanya perlu memancing para Pemburu Vampir itu dan membawa mereka ke wilayah Klan Vampir Teratai Emas untuk membunuh mereka dan kita akan membawa Jendral Chen untuk memberi informasi tentang gadis itu. " ucap Xiao Ran yang memiliki jalan fikiran sama dengan Hong Li. Sekarang An Ming mengerti dengan apa yang di fikirkan oleh Hong Li.


"Mereka jika sudah berfikir tentang rencana licik akan sejalan, aku saja tidak berfikir sejauh itu." ucap An Ming dalam fikirannya sambil memandang Hong Li dengan senyum jahat dan Xiao Ran yang hanya menampakkan wajah datarnya.


An Ming



Hong Li

__ADS_1



__ADS_2