Rahim Pengganti.

Rahim Pengganti.
part 14.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Suara adzan subuh berkumandang merdu,menyejuk kan hati setiap hamba-hamba Allah, berkumandang lantang hingga kepenjuru kota.


membangun kan manusia-manusia yang masih tidur untuk segera bangun dan melaksana-kan kewajiban nya.


Ayana mengerjap,cahaya lampu ruang rawat membuat mata nya menyipit.


Jaket?


Ayana mengeryit heran,melihat tubuh nya sudah berbalut kan sebuah jaket kulit berwarna coklat,yang tampak sangat tidak asing bagi nya.


"Tunggu,aku bersandar pada bahu siapa?"Ayana berguman lirih dengan suara serak.


Sejenak mata Ayana terbelalak melihat siapa yang menjadi tempat nya untuk bersandar, Bayu.


Ya,jantung Ayana berdetak kencang mengetahui laki-laki yang tengah terlelap dengan wajah lelah nya,tidak lain dan tidak bukan adalah suami nya, Bayu.


"Jangan membuat ku semakin mencintai mu mas"Ayana mengelus pelan pipi milik Bayu, sebelum berlalu pergi untuk mencari mushalla.


"Kenapa kau mengingat kan ku pada pria kecil itu?"


17 tahun lalu.


"halo"seorang anak kecil berjalan mendekat,memakai Hoodie kecil berwarna marron gelap.


"Hem"gadis kecil dengan rambut coklat sebahu itu menoleh ke arah pria kecil itu, senyum tipis terukir di wajah gadis kecil itu.


"Kau tinggal di sini?"pria kecil itu menunjuk ke arah sebuah bangunan,panti asuhan kasih bunda,tulisan yg tertera di sana.


"Iya,aku yatim piatu"gadis kecil itu menjawab pelan,wajah cantiknya milik nya tertunduk lesu.


"Kenapa bersedih?bukan kah di sini mengasyik kan?banyak teman di sini?"pria kecil berhodie merah itu duduk di dekat anak perempuan itu.


"Tapi aku ingin seperti anak yg lain nya,punya orang tua"gadis kecil bernama Ayana itu menunduk,mata nya kembali berkaca-kaca.


"Aku tau, tapi tidak kah kau masih beruntung.tinggal di panti ini,di luar sana banyak orang yg tidak memiliki tempat tinggal,untuk makan saja mereka harus bekerja keras"pria kecil itu menggenggam tangan Ayana,meyakin kan Ayana bahwa kehidupan nya lebih baik.


"Tapi,aku sangat ingin tahu siapa ayah dan ibu ku?kenapa mereka membuang ku?"Ayana terisak.


"Terkadang ada banyak hal yg lebih baik kita tidak mengetahui nya,dari pada kita tau tapi menyakit kan,kita masih terlalu kecil untuk memahami permasalahan orang dewasa"Ayana hanya mengangguk perlahan.


"Kau mau menjadi istri ku jika kita sudah dewasa"anak laki-laki itu mengulur kan sebuah kalung,dengan bandul bintang di dalam nya.


"Menikah,tapi kan Aya masih kecil"Ayana bergumam pelan.


"Aku juga masih kecil,boleh kah aku bertanya sesuatu?kenapa kau bersedih!semua nya baik-baik saja bukan?"anak laki-laki itu bertanya pelan pada Ayana.


"Aku hanya penasaran,siapa ayah dan ibu ku?aku benar-benar ingin tau?aku juga ingin tau kenapa mereka membuang ku?"Ayana bergumam lirih,air mata nya menetes perlahan-lahan.


"Kau gadis yg benar-benar cantik,pipi mu juga terlihat cubby,kau lebih baik tidak perlu tau alasan nya, terkadang jawaban nya pasti menyakit kan"laki-laki itu menggenggam erat tangan Ayana.


"Aku tau,tapi bunda panti mengata kan aku bukan seperti anak-anak lain di negara ini"Ayana menghapus air mata nya,menunjuk ke arah rambut yang berwarna coklat terang milik nya itu.


"Ya,aku tau.kau sama sekali tidak mirip dengan anak-anak di negara ini yang mayoritas berambut hitam, dengan manik hitam,tapi kau mata mu berwarna coklat terang"anak laki-laki itu terus mengamati Ayana sembari tertawa lirih.


"Kenapa kau tertawa?"Ayana memberengut tidak suka,sembari memaling kan wajah Nya.


"Ternyata kau sangat cantik"anak laki-laki itu menggoda Ayana.


"Siapa nama mu?"anak laki-laki berhodie merah itu bertanya, sembari melirik ke arah Ayana.


"Aya,semua orang di sini memanggil ku seperti itu"Ayana menjawab pelan,sembari menggenggam erat kalung berbandul bintang yang di beri kan anak laki-laki itu.


"Nama yang indah"


Sekarang.


Ayana menghela nafas, Bayu memang memiliki cukup banyak kemiripan dengan anak laki-laki itu,baik mata,bibir mau pun hidung,bagi Ayana bayu adalah anak laki-laki itu versi dewasa.


Setelah selesai melaksana kan shalat subuh,Ayana masih berdiam di mushalla rumah sakit,entah apa yang ia fikir kan.


Dert,dert.


Ayana melirik ke arah handphone nya, ternyata ada pesan masuk dari Bayu yang menanya kan tentang keberadaan nya sekarang.

__ADS_1


"Ke mana saja kau hah!"Bayu membentak Ayana,ketika melihat sang istri baru datang.


"Maaf mas,aku tadi sedang shalat subuh"Ayana menunduk kan kepala nya,kemarahan Bayu memang terlihat cukup jelas.


"Kita pulang sekarang"Bayu langsung menarik tangan Ayana,tanpa memperduli kan raut meringis Ayana—karena tarikan tangan Bayu cukup menyakit kan.


Sepanjang perjalanan Ayana hanya diam,tidak sedikit pun ingin membuka pembicaraan.


Mas Bayu kenapa?


Begitu sampai di rumah Ayana mengeryit heran,Bayu terlihat sangat terburu-buru.


"Fia!"


Mendengar suara teriakan Bayu dari dalam kamar Fia,Ayana segera berlari mendekat.


"Astagfirullah!"Ayana menutup mulut nya karena terkejut, Fia sudah tergeletak tidak berdaya di dekat ranjang,dengan darah mengalir dari tangan nya.


Ayana melirik ke arah pisau di tangan kanan Fia, hanya dengan melihat itu tentu semua orang tau Fia berniat mengakhiri hidup nya.


"Ini semua karena kau Ayana!"


Tubuh Ayana terhuyung, hingga akhir nya ia sudah tidak bisa menahan keseimbangan tubuh nya ketika tanpa basa-basi Bayu melayang kan tamparan di pipi nya.


"Andai aku tidak pergi dengan mu semalam!Fia pasti baik-baik saja!"


Salah ku lagi?.


Ayana menatap sendu ke arah Bayu, laki-laki itu sangat ringan tangan jika berkaitan dengan Fia.


"Aku tidak melakukan apapun mas,papa yang meminta ku pergi bersama dengan mu semalam"Ayana terisak di lantai.


"Kau harus mendapat kan balasan yang setimpal Ayana!"


Bayu segera mengeluar-kan handphone milik nya,mengetik beberapa nomor lalu menempel kan benda pipih itu di tangan Nya.


[Gusur panti asuhan kasih bunda!seret semua orang keluar dari sana!]


Tut, setelah panggilan di mati kan,Bayu segera mengangkat tubuh Fia,hendak membawa nya ke rumah sakit.


"Kau akan menjadi penyebab anak-anak panti kehilangan rumah mereka!"Bayu berteriak lantang,menggores hati Ayana yang selembut kapas.


"Mas!mas jangan lakukan itu! anak-anak panti tidak salah!"Ayana berteriak lantang,sembari menggedor-gedor kaca mobil Bayu yang telah tertutup.


Tanpa memperduli kan permintaan Ayana, Bayu segera melaju kan mobil nya dengan cepat menuju rumah sakit,fokus nya hanya fia sekarang.


"Mas!"Ayana masih berusaha mengejar mobil Bayu,tapi ia tersungkur lebih dulu,Ayana hanya mampu memandang mobil yang sudah berlalu pergi itu dengan pandangan sendu.


Maaf,maaf bunda karena Ayana tidak mampu berjuang untuk kalian semua.


Ayana terisak di tanah, fikiran nya melayang—teringat nasib bunda panti dan juga anak-anak panti.


"Aku harus pergi!"tanpa memperduli kan kondisi tubuh nya yang belum mandi,Ayana segera bangkit berdiri, menyetop taksi.


Sepanjang perjalanan, Ayana terus memikir-kan nasib anak-anak panti.


Ya Allah kenapa ujian ku tidak ada habis-habis nya.


Ayana menjerit dalam hati,ia yakin Bayu benar-benar menepati perkataan nya,jika laki-laki itu mengata kan akan menghancur-kan panti asuhan,maka itu lah yang akan terjadi.


Kondisi Rumah panti.


Banyak laki-laki dengan seragam hitam memaksa anak-anak serta pengurus tanah di sana untuk segera keluar,meninggal kan rumah tempat mereka bernaung selama ini.


"Jangan usir kami paman"


Teriakan itu terdengar dari bibir anak-anak panti.saling bersautan,dengan air mata yang mengalir di pipi mereka.


Tapi percuma,para laki-laki dengan seragam hitam itu tidak bergeming sedikit pun dengan rengekan bahkan tangisan anak-anak panti.mereka tetap menjalan kan tugas dari Bayu,mengosong kan Panti asuhan kasih bunda.


"Tuan saya mohon,jangan usir kami.kami tidak memiliki tempat tinggal lagi,selain ini"


Ibu panti berlutut di hadapan orang-orang suruhan dari bayu.terisak keras,mengatup kan kedua tangan nya,memohon belas kasih dari orang-orang ini.


Tangis yang di himpun ibu panti tidak bisa meluluh kan hati-hati orang-orang berseragam hitam.mereka sibuk mendorong semua penghuni panti keluar.


Ya Allah,betapa kasihan orang-orang ini.

__ADS_1


Mungkin itu lah yang terlintas di benak banyak orang yang berlalu lalang,mereka hanya menjadi penonton.bukan tidak iba atau pun tidak mau menolong,mereka hanya tidak mampu berbuat apa-pun.


"Bunda kita harus apa!"


anak-anak panti berteriak lantang,tangis mereka pecah,melihat rumah tempat mereka tinggal akan di ambil alih orang lain.


"Kalian harus pergi!ini perintah dari tuan Bayu!dia pemilik tanah sekaligus bangunan dan aset-aset panti asuhan ini!"


Seorang laki-laki berkepala plontos—seperti pimpinan dari orang-orang berbaju hitam berteriak lantang,menatap tajam ke arah semua penghuni panti.


"Nak Bayu?"ibu panti bergumam lirih.


"Tapi kenapa?mereka sudah memberi kan tanah ini untuk panti asuhan!mereka tidak bisa merebut nya sesuka hati! anak-anak ini butuh tempat tinggal"ibu panti berteriak,merentang kan kedua tangan nya, melindungi anak-anak panti.


"Banyak bicara!"salah seorang dari mereka langsung mendorong tubuh ringkih ibu panti, hingga wanita paruh baya dengan jilbab lebar itu tersungkur di tanah.


"Bunda!"anak-anak panti semakin berteriak histeris.


"Kalian memang tidak punya hati"ibu panti memaki mereka semua.


"Bunda?"Ayana yang baru saja turun dari dalam taksi terbelalak kaget,secepat kilat ia segera berlari ke arah ibu panti.


"Bunda!dasar pec*ndang!"Ayana berteriak lantang pada anak buah sang suami.


Kalian pecundang,ya sama pecundang nya dengan mas Bayu.


Air mata Ayana terus mengalir.selama berada di sisi Bayu,Ayana sebisa mungkin menjaga sikap nya,agar anak-anak panti baik-baik saja.


Tapi sekarang,hanya karena kesalahan yang di lakukan Fia, anak-anak tidak berdosa mendapat kan perlakuan tidak adil.


"Semoga Allah mengutuk mu Fia,kau terlalu keji"tanpa sadar Ayana menyumpahi sosok madu nya.


Segala perlakuan Fia,Ayana terima dengan lapang dada.sekarang Fia berani mengusik keluarga nya,tidak Ayana tidak akan membiar kan hal itu terjadi.


"Nona,lebih baik anda menyingkir dari sini!"tentu saja semua anak buah Bayu berkata sopan pada Ayana,mereka tau siapa wanita muda ini.


"Tidak!kalian berani-berani nya mengusir keluarga ku hah!"Ayana berteriak lantang.


"Ini perintah dari tuan Bayu!"lagi dan lagi mereka mengguna kan alasan yang sama.


"Aya!apa yang kau lakukan?kenapa kau membuat Bayu marah!bukan kah sudah bunda katakan jangan membuat masalah!dia Pemilik tanah ini!"


Ibu panti menarik tangan Ayana secara kasar.belum juga Ayana berbicara,ibu panti lebih dulu mengangkat tangan nya.


"Ibu,aku benar-benar tidak melakukan apa-pun"Ayana terisak.


Kenapa hanya aku yang di salah kan semua orang?.


Senyum miris terukir di bibir Ayana.


"Kau bohong!kau benar-benar egois Aya!"


Plak!


Untuk pertama kali nya ibu panti menampar Ayana.


Shh.


Terdengar ringisan dari bibir Ayana,bibir nya bertambah mengeluar kan darah setelah tadi di tampar oleh Bayu.


Pipi kanan Ayana terlihat merah dan mulai membengkak,bekas tamparan Bayu dan ibu panti terlihat jelas di sana.


"Kenapa kalian semua menyalah kan ku?bunda tidak tau seberapa menderita nya aku di sana"Ayana bergumam sangat lirih,ibu panti tampak tersentak.


"Siapa pemilik tanah ini,suami ku bukan?"Ayana berdiri menentang orang-orang di hadapan nya.


"Nona lebih baik anda pergi sekarang, orang-orang yang anda anggap keluarga bahkan tidak menganggap anda"


Tangan Ayana mengepal erat,ia tidak suka ada yang berani berkata seperti itu tentang nya atau keluarga nya.


"Mereka keluarga ku!jangan pernah berkata seperti itu!apapun yang terjadi kami tidak akan angkat kaki dari sini! Sekalipun mas Bayu datang langsung mengusir kami!"


Ayana tetap keukeh pada pendirian nya,mereka tidak akan pergi sekali pun Bayu yang datang mengusir.


"Semua akan baik-baik saja Ayana"Ayana bergumam lirih seakan menyemangati diri nya sendiri,semua akan baik-baik saja.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2