Rahim Pengganti.

Rahim Pengganti.
part 21.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Ayana memberengut kesal,sudah lebih dari setengah jam tapi Bayu belum juga kembali kembali.


"Mas Bayu kemana sih?"Ayana menatap keluar melalui jendela kamar nya,malam semakin gelap membuat Ayana bertambah khawatir.


"Assalamualaikum"dari luar kamar Ayana mendengar suara salam,Bayu membuka pintu kamar Ayana dengan sayu tangan,sementara tangan yang lain menenteng dua plastik putih.


"Wa'alaikum sallam"Ayana mendadak berbinar penuh kebahagiaan melihat Bayu datang dengan dua kantung berisi makanan pesanan nya.


"Mata mu berbinar hanya Karena keresek ini"Bayu menggeleng kan kepala nya bingung.


"Mas, terima kasih"Ayana segera mengambil dua kantung yang di bawa Bayu,membuka nya satu-persatu.


Kantung pertama berisi mie dengan warna merah merona,di kantung yang kedua berisi kimchi,makanan khas Korea yang berisi Sayur-sayuran.


"Mas ini untuk ku?"baru saja Ayana hendak menyuap mie, tiba-tiba tangan Bayu merebut sendok milik nya.


"Aku akan mencicipi nya lebih dulu"Bayu mencicipi makanan untuk Ayana lebih dulu,merasa kan bahwa makanan itu tidak terlalu pedas,dan cocok untuk ibu hamil.


Fia beruntung.dia beruntung karena sangat di cintai oleh laki-laki seperti mu, laki-laki yang rela melakukan apa saja demi diri nya.salah kah aku jika aku berniat meng-hancur kan cinta kalian?hanya karena keegoisan ku?.


Ayana memaling kan pandangan nya,menghapus air mata yang terus mengalir dati kedua pipi nya.


Aku tidak egois,aku masih memiliki hak untuk memperjuang kan mu, karena aku sama-sama istri mu.andai Fia benar-benar mau berbagi cinta dengan ku,aku pasti tidak akan merebut mu.tapi kalian hanya menganggap ku rahim pengganti.


Ayana mengepal kan tangan nya, mengingat semua perlakuan Fia pada nya,tentu Ayana tidak bisa terima,walau pun ia ingin.


"Ayana ini aman,tidak terlalu pedas,kau bisa memakan nya?"Bayu menyuap kan Ayana mie.


Malam ini,Ayana menghabis kan waktu nya dengan makan,dan menenang kan diri,mengingat ketidak hadiran Fia,membuat hidup nya baik-baik saja.


Pagi hari nya.


Celah-celah jendela di masuki oleh sinar sang Surya,di sebuah kamar hotel Fia menggeliat kan tubuh nya sedikit.


Efek alkohol berhasil membuat kepala nya pusing,untung saja sahabat nya—madam membawa nya ke salah satu hotel.


"Eugh"Fia menutup wajah nya mengguna kan bantal,enggan membuka mata sedikit pun.


"Aku benar-benar mengantuk"Fia menggerutu,tetap bersembunyi di balik bantal hotel berwarna putih.


You are my everything.


Suara sebuah lagu dari ost drama terkenal berdering nyaring,berasal dari handphone milik Fia.


"Astaga siapa yang berani mengganggu tidur ku?!"Fia menggerutu kesal,mengambio handphone di samping nya dengan mata masih terpejam sempurna.


My sweet husband.


Nama yang tertera di layar berhasil membuat mata Fia terbelalak kaget.


Mas Bayu menelfon ku? ada apa?.


Fia segera ber-dehem—menetral kan suara nya agar terlihat baik-baik saja.


Menggeser tombol hijau,Fia segera meletak kan telpon nya di dekat telinga.


[Halo mas? selamat pagi].


Fia menyapa dengan suara yang sangat riang,di ujung sana Bayu tersenyum lebar mendengar suara wanita yang sangat ia cintai itu.


[Selamat pagi sayang, bagaimana kabar Ayah dan ibu mertua?mereka baik-baik saja kan?kenapa kau tidak menghubungi ku semalam?].


Fia tertawa mendengar pertanyaan yang di keluar kan Bayu tanpa jeda.


Kau benar-benar mencintai ku mas,batin Fia.


[Oke mas pelan-pelan.ibu dan ayah baik-baik saja, maaf karena aku lupa menghubungi mu semalam].


[Kau benar-benar berkunjung ke rumah ayah dan ibu kan?].


Entah kenapa,Bayu merasa ada yang sedang di sembunyi kan oleh Fia.sudah menjalin kasih kurang lebih lima tahun,tentu Bayu tau dari nada suara Fia.


[Iya mas kenapa kau tidak percaya pada ku?.aku ke rumah ayah dan ibu,mereka juga menanya kan kabar mu.aku tidak mungkin pergi ke mana-mana].


[Kau tidak pergi ke club lagi kan?].

__ADS_1


Deg!


Fia terkesiap.walau pun melalui sambungan telepon,Bayu tetap tau dia sedang berbohong,tebakan suami nya tidak pernah meleset sedikit pun.


[Tidak mas.kau tau kan semenjak menikah dengan mu aku tidak pernah menginjak kan kaki lagi di sana].


Bohong Fia.


[Di mana kau sekarang sayang?masih di rumah ayah dan ibu?atau sudah berjalan pulang?]


[Aku masih di rumah mas,mungkin akan pulang siang,mas tidak apa-apa kan?]


[Iya, jaga diri mu aku mencintai mu, assalamualaikum]


[Wa'alaikum sallam]


Bayu menutup panggilan,menghela nafas panjang sejenak,sebelum melangkah turun menunju meja makan,di mana banyak hidangan tersedia di sana.


"Bi,di mana Ayana?"Bayu mengeryit karena tidak mendapati kehadiran istri pertama nya.


"Aku di sini"Ayana datang,sudah dengan pakaian kerja nya.


"Kau akan bekerja?di hari Minggu?"Bayu mengeryit,dia heran—karena setau Bayu, KNN boutique memberi kan libur bagi karyawan nya satu kali seminggu secara bergilir.


Ya,seharus nya aku libur hari ini.tapi,bisa jadi Fia pulang cepat.aku tidak ingin bertemu dengan nya,dia benar-benar orang yang paling ingin ku hindari.


Ayana terdiam.membuka sedikit mulut nya, untuk menyuap sesendok es krim.


"Aku sudah berulang kali meminta mu untuk resign, bagaimana dengan itu?"Ayana terdiam.sekali lagi Bayu menanya kan tentang keputusan nya.


"Aku tidak akan melakukan itu.aku butuh uang, terutama untuk membiayai anak-anak panti,dan aku tidak egois hanya dengan memikir kan diri ku sendiri"jawab Ayana lugas.


"Lalu apa guna nya kartu yang ku beri kan kepada mu?"Bayu mengeryit.


"Aku tidak memakai nya sepeser pun"Ayana menjawab santai.


"Di mana Fia?apa dia belum pulang dari rumah orang tua nya?"Ayana melirik kesana-kemari, mencari keberadaan Fia yang hilang di telan bumi.


"Nanti siang"Bayu menjawab cepat.


Nanti siang?aku memiliki waktu setengah hari untuk bersenang-senang di rumah.


"Bukan nya kau mau bekerja?"Bayu kesal.kesal karena sikap plin-plan yang di miliki oleh Ayana.


"Aku libur"Ayana berdiri dari duduk nya, pergi dari sana untuk berganti baju.


Bayu terus memandang punggung Ayana,menunggu wanita itu segera bersiap-siap untuk berganti baju,tidak lama Ayana sudah turun, menentang sebuah tas mungil.


"Ayo mas!aku sudah siap"Bayu mengangguk, mengambil kunci mobil,ku berjalan keluar di iringi oleh Ayana.


Mobil milik Bayu melaju menuju sebuah toko buku terbesar di kota,tempat biasa Ayana membeli kan buku-buku untuk anak-anak panti.


Rak-rak buku berjejer rapi, Dengan berbagai buku di dalam nya.senyum Ayana terkembang sempurna melihat beragam buku yang ada.


Wah ini benar-benar sangat indah.aku akan membeli kan anak-anak buku dongeng dan pelajaran.


Ayana memang berniat untuk membeli beberapa buku bagi anak-anak panti,dengan uang hasil pemberian Fia waktu itu.


"Ayana kau mau ke mana?!"Bayu berteriak karena Ayana melepas kan genggaman tangan nya,dan menghilang di balik kerumunan orang.


"Cih!dasar bumil menyusah kan"Bayu menggerutu,sembari menerobos banyak nya orang,mata nya berkeliling mencari cari keberadaan Ayana.


Ternyata Ayana ada di rak buku khusus anak-anak.beragam buku,mulai dari buku dongeng,cerita,novel dan buku belajar ada di satu tempat.


"Wah"Ayana memandang penuh binaran bahagia,mengambil beberapa buku dengan ukuran yang tidak terlalu tebal.


"Kau benar-benar!"Bayu menggerutu,mengambil tumpukan buku dari tangan Ayana,lalu memegang nya.


Sudah ada sekitar 100 buah buku bermacam-macam, untung saja Bayu rajin berolahraga,jadi bagi nya ini sangat lah biasa.


"Mas,tolong tunggu aku di kasir!aku ingin mencari satu buku lagi,sebentar ya?"Ayana segera berlalu dari hadapan Bayu, mencari-cari buku khusus untuk ibu hamil.


Sekian lama mencari,Ayana akhir nya menemukan satu buku yang cukup menarik perhatian Nya,tapi sayang buku itu terlalu tinggi untuk ukuran tubuh mungil Ayana.


Dengan sedikit menaikan kaki,Ayana berusaha menggapai buku pilihan nya,tapi ujung tangan nya tidak bisa menyentuh buku itu.


Hingga sebuah tangan kekar mengambil alih buku yang di pilih Ayana,membantu wanita cantik itu.


"Ah tuan itu buku saya?!"Ayana berbalik,hendak protes panjang.

__ADS_1


Tapi tunggu,tubuh Ayana tergugu di tempat,manik mata coklat terang milik nya berulang kali mengerjap,menatap ke arah sosok laki-laki yang juga menatap ke arah nya.


Panduan khusus untuk ibu hamil.


Laki-laki tampan di depan Ayana,sejenak melirik ke arah buku,membaca judul nya.


"Ini untuk mu nona, seorang ibu hamil lebih baik di temani suami Nya"laki-laki pemilik manik mata hitam pekat—menelisik ke arah Ayana.


Dia gadis yang sama.


Ayana menunduk kan pandangan Nya,meremas ujung gamis yang ia pakai karena sangat gugup, laki-laki di hadapan nya terus-menerus menatap ke arah nya.


Dia?apa aku merasa pernah bertemu dengan nya,tapi di mana ya?.


Ayana berusaha mengingat-ingat.


Ayana memang orang yang cukup pelupa.dia akan mudah pelupa dengan pertemuan atau orang-orang yang Ayana anggap tidak penting.


"Kita bertemu lagi nona"Ayana semakin heran, karena mendengar perkataan dari laki-laki di hadapan Nya.


"Lagi?"tanya Ayana dengan polos Nya.


Dia benar-benar gadis yang sangat lucu.


Laki-laki yang sedang berbicara dengan Ayana, mengulum senyum.


"King,saya sudah membayar nya"seorang laki-laki datang lagi,menyapa.


"King?nama anda king? benar-benar lucu?"Ayana terkikik pelan mendengar panggilan yang di beri kan laki-laki itu.


"Pergi lah!aku masih memiliki urusan"laki-laki itu pergi,meninggal kan Ayana dan laki-laki yang di panggil king.


"Kau tampak nya benar-benar bahagia nona?"tawa Ayana terhenti,mendengar teguran yang di beri kan oleh king.


"Ah maaf,nama anda benar-benar lucu tuan"Ayana tetap menatap ke arah king dengan mata coklat terang milik nya.


"Lionel Valentino Cristian"laki-laki yang di panggil king itu mengulur kan tangan nya,menyapa Ayana.


"Ayana, permisi"Ayana membungkuk hormat,tanpa menjawab uluran tangan dari Cristian.


Cantik,tapi sayang dia sudah menikah.


Chritian terus memandang punggung Ayana,hingga wanita itu menghilang dari hadapan nya.


Cristian berjalan menjauh, berlawanan arah dengan Ayana.


***


Bayu menggerutu kesal, karena Ayana belum juga kembali,pada hal sudah lima menit ia berdiri menunggu di dekat kasir.


"Kau dari mana saja hah?"Bayu menggerutu—saat netra nya melibat Ayana berjalan mendekat.


"Maaf mas,ayo!"Ayana dan Bayu menuju Kasir,guna membayar buku-buku pilihan Ayana.


"Tidak perlu mas aku saja"Ayana menyodor-kan uang ke arah kasir,menahan Bayu yang hendak membayar nya lebih dulu.


Setelah semua nya selesai di bungkus.bayu segera meletak kan nya di bagasi,lalu memutari mobil dan duduk di belakang kemudi,mulai melaju kan mobil nya menuju panti asuhan kasih bunda.


Bayu melirik ke luar,Ayana sudah masuk ke dalam panti beberapa menit yang lalu.tapi untuk masuk,rasa nya Bayu enggan—tapi melihat Ayana kesusahan membawa banyak buku,mau tidak mau Bayu segera turun.


"Kak Ayana!"anak-anak panti berteriak-teriak memanggil nama Ayana,mereka segera menghambur ke dekat Ayana.


"Apa kabar kalian?kakak membawa kan buku untuk kalian"Ayana mengulas senyum lebar,sembari menunjuk ke arah Bayu yang baru masuk dengan banyak buku di tangan nya.


"Wah suami kak Ayana semakin tampan"seorang anak perempuan dengan kuncir dua memuji ketampanan Bayu.


"Ya,kakak tau"Ayana mengangguk,sembari mengulas senyum malu.


"Ayo mas masuk!oh ya kalian ambil barang-barang di dekat mobil lalu beri kan pada bunda, mengerti?"Ayana menunjuk ke arah beberapa bahan makanan di dekat mobil Bayu.


"Baik kak!"beberapa anak-anak panti berlarian ke dekat mobil Bayu mengambil barang-barang sesuai permintaan Ayana.


Ayana mengulas senyum tipis melihat kebahagiaan anak-anak panti.


Mereka sama seperti ku,haus kasih sayang.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2