Rahim Pengganti.

Rahim Pengganti.
part 52.


__ADS_3

7 bulan berlalu.


Kandungan Ayana semakin membesar,dia juga mulai membatasi diri untuk tidak melakukan aktivitas yang berat-berat.


Semakin kemari,batin Ayana semakin tersiksa.sebesar apapun dia berusaha, Bayu tidak pernah menoleh ke arah nya.


Bayu tetap menganggap nya tidak ada.sikap Bayu memang berubah pada Ayana,ia lebih lembut bahkan lebih pengertian.


"Mas, kau benar-benar tidak mencintai ku?"Ayana menatap sendu ke arah Bayu,semenjak kehamilan nya image Ayana berubah drastis, menjadi lebih tegas.


"Aku hanya mencintai Fia"lagi dan lagi jawaban Bayu tidak berubah.


"Kau tidak akan mampu mengganti kan posisi nya!"Ayana menatap tajam ke arah Bayu, gurat ketidaksukaan terlihat jelas di wajah cantik nya.


"Mengganti kan posisi nya?saya cukup sadar diri untuk bersaing dengan nya saya saja tidak sanggup, karena saya dan Fia berbeda,dia wanita yang bisa melakukan apapun demi ambisi nya,tapi tidak dengan saya"Ayana berkata dengan sangat tajam.


"Ayana sebenar nya kau kenapa? selama ini kau tidak masalah kan?"Bayu bertanya heran.


"Ayana,apa maksud mu?"Fia yang baru saja datang—terbelalak kaget, mendengar ucapan Fia.


"Anda tau persis perkataan saya.bukan kah kalian ingin membuat saya pergi dari rumah ini secepat nya?"Ayana menggigit bibir bawah nya kelu.


Percakapan antara Bayu dan Fia waktu itu, terlintas di dalam fikiran nya secara tidak sengaja.


"Mas,tepati janji mu untuk ku,cerai kan Ayana"Fia menatap Bayu penuh permohonan.


"Tentu saja"Bayu mengecup bibir lembut Fia.


Ayana semakin menatap tajam penuh kebencian ke arah Fia—wanita yang berstatus sebagai madu nya itu.


"Ayana jaga bicara mu!"suara Fia semakin meninggi, ketakutan melanda.


"Anda takut?ah,tampak nya aku benar-benar sudah menyerah dengan pernikahan ini, sekarang tentu kan pilihan anda mas, dia atau saya?"


Ayana bersuara dengan lantang, ketegasan terlihat di mata nya.cukup Ayana lelah dengan poligami dan segala nya.


"Ayana,kita bisa hidup bersama.islam memperbolehkan poligami,aku tidak masalah jika kau ada di sini"Fia menggenggam tangan Ayana.


"Islam memperboleh-kan poligami,bahkan memberi surga untuk wanita yang mau dipoligami.tapi maaf,saya bukan wanita-wanita yang dengan lapang dada di poligami,menjadi satu-satu nya atau tidak sama sekali"


Ayana menjawab lugas dan juga tegas.


"Cukup 7 bulan lebih saya di poligami, sekarang silah kan memberi keputusan"Ayana menatap Bayu dan Fia dengan tajam.


"Ayana,jangan buat semua orang kecewa.dengan berbagi suami,kita bisa melihat apa kita lebih mencintai suami kita atau Allah"


Deg!


Jantung Ayana bak di hujan ribuan jarum tak terlihat.air mata tampak mengalir dari pipi nya, secara tidak langsung Ayana sadar karena keegoisan nya,ia terkesan lebih mencintai Bayu.

__ADS_1


Astagfirullah,maaf kan hamba mu ya Allah.


Ayana berulang kali beristigfar, berusaha menahan hati yang mendadak meragu.


Poligami.mungkin bagi orang-orang itu adalah hal yang biasa,terutama bagi wanita yang hendak mengejar surga nya Allah.


Tapi percaya lah poligami bukan lah hal yang mudah.berbagi suami arti nya siap berbagi cinta, perhatian dan juga kasih sayang.


Hanya wanita-wanita dengan hati yang memiliki kesabaran seluas samudera yang bisa melakukan itu,wanita yang benar-benar mengizinkan suami nya untuk menikah lagi dengan dan hanya mengharap ridho Allah,bukan yang hanya ingin keturunan.


"Ayana kau sedang hamil,bukan nya kau tau hukum menceraikan wanita hamil itu seperti apa?"Fia mencengkram erat tangan Ayana.


"Bukan nya anda juga tau hukum nya menyakiti hati wanita lain bagaimana?"balas Ayana,balasan yang berhasil membuat Fia terdiam.


"Kenapa anda bisa mengoreksi ilmu orang lain? sementara ilmu anda juga belum mumpuni"


“aku permisi.”ayana pamit,membawa satu Tote bag pergi dari sana.


Fia mengepal geram,ia yakin semua ini akan terjadi,tapi dia bukan wanita bodoh.dia sudah menyuruh anak buah nya untuk mengawasi Ayana,tentu dia tidak ingin kehilangan bayi nya.


Aku menyerah.


Ayana bergumam sangat lirih,berbagi suami memang sangat susah.


Di tengah perjalanan,mendadak seseorang membekap mulut Ayana,membuat ibu hamil itu pingsan tidak sadar kan diri.


****


Ayana terperanjat kaget, ketika seseorang menyiram nya mengguna kan air.


"Kau sudah bangun?"Fia bertanya,dia adalah dalang dari penculikan Ayana.


"Fia?"Ayana terdiam, berusaha tidak khawatir.


"Kau fikir aku akan membiar kan mu begitu saja? kau membawa anak ku Ayana,aku tidak akan membebas kan mu dengan mudah,selamat bersenang-senang"


Fia menutup pintu gudang tempat Ayana di sekap.


Bukan nya takut Ayana menyeringai,ia ingat Cristian memberi kan pengawal bayangan untuk nya.


Yang menjadi fokus Ayana sekarang, adalah bagaimana cara nya ia bisa keluar dari gudang besar tempat nya di sekap.


Jendela.


Ayana menoleh ke jendela.dengan sebuah kayu, Ayana memecah kan kaca sepanjang satu meter itu.


"Alhamdulillah"baru saja berucap syukur Ayana terperanjat kaget, ketika pintu di buka kasar oleh tiga orang berbadan kekar.


"Aku harus kabur"dengan langkah yang sulit Ayana melompati jendela.

__ADS_1


Kejar-kejaran terjadi.ayana tidak bisa lagi berlari dengan kuat di karena kan kandungan nya yang besar.


"Lepas!"Ayana memekik.


Ketiga laki-laki kekar suruhan Fia menahan tubuh Nya.


"Diam!"


Ayana terdiam,mata nya berubah berkaca-kaca,ia merasa sesak bukan main sekarang, karena merasa hidup nya di ambang maut.


Dor.


Sebuah tembakan melesat ke arah laki-laki yang tengah menahan tangan Ayana.


"Cristian"Ayana menangis menatap sendu ke arah laki-laki jangkung yang tengah memegang pistol.


"Lepas kan tangan wanita ku!”cristian memekik,dalam hitungan detik semua anak buah nya sudah datang.


Mereka mengepung anak buah Fia,merasa akan kalah,semua anak buah Fia undur diri.


"Cristian"Ayana tidak mampu lagi berjalan,perut nya mulai terasa sakit.


"Aya"Cristian memeluk tubuh Ayana yang mulai luruh.


"Bawa aku pergi"Ayana terisak di dalam dekapan Cristian,tangis nya memecah keheningan.


"Iya,jangan menangis,ada aku di sini."Cristian mengangguk,membawa Ayana dalam gendongan nya.


"Beres kan semua nya!"sebelum masuk ke dalam mobil, Cristian memberi titah kepada asisten Vie.


"Kita ke rumah sakit dulu ya?"Cristian mengelus lembut kepala Ayana yang berada di dekapan nya.


"Aku takut"Ayana terisak,menelusup kan kepala nya di dada bidang Cristian.


"Cup.cup.ada aku di sini"Cristian berusaha menenang kan Ayana,hingga mereka sampai di rumah sakit.


"Ayana!"dokter Ridwan yang berdiri di lobby rumah sakit terbelalak kaget melihat kehadiran Ayana.


"Ada apa ini?"dokter Ridwan berlari mendekat,raut kekhawatiran tidak dapat ia sembunyi kan.


"Diam,jika tidak ingin peluru ku ini menembus kepala mu"Cristian berujar sangat dingin,menatap tajam ke arah dokter Ridwan.


"Biar kami yang menangani, silahkan di tunggu."


Cristian mengangguk.berusaha sabar menunggu,tapi dia tidak bisa sabar lagi.


Mondar-mandir di depan ruang UGD,di mana Ayana tengah menjalani pemeriksaan.


Tuhan,ku mohon selamat kan Ayana.

__ADS_1


Cristian melafal kan doa, memohon keselamatan untuk Ayana Wanita yang sangat ia cintai itu.


__ADS_2