Rahim Pengganti.

Rahim Pengganti.
part 48.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Plak.


Ayana menampar pipi Fia,dia tidak suka dengan wanita itu sedari awal, terutama ketika Wanita itu dengan lancang masuk ke dalam rumah tangga nya.


"Ayana,maaf kan aku"ayana menatap ke arah ibu panti,secara perlahan Ayana menggeleng.


Tangan Ayana menggengam erat tangan ibu panti.menghela nafas sangat panjang,menggeleng kan kepala pertanda semua nya baik-baik saja.


"Tidak bunda, bunda adalah ibu Ayana.bunda tidak salah,semua takdir Ayana bahagia menikah dengan mas bayu.karena sedari kecil Ayana sangat mencintai mas Bayu bunda."


Ayana mengecup pelan punggung ibu panti.menghela nafas sangat panjang, berusaha baik-baik saja walaupun kenyataannya dia sedang benar-benar hancur sekarang.


"Maaf Ayana,hidup lah dengan bahagia,bunda harap seorang laki-laki yang sangat baik dapat menjaga mu,bahkan melebihi Bayu."


Kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh ibu panti,sebelum wanita paruh baya itu menutup mata untuk selama nya.


"Bunda?"Ayana menggoyang kan tubuh ibu panti.


"Bunda bangun!bunda jangan tinggalin Ayana bunda!"Ayana berteriak keras, hingga membuat Bayu yang ada di luar berlari masuk.


"Ada apa?"Bayu bertanya kaget, terutama melihat kondisi Ayana yang terus menangis.


"Mas,bunda mas"


Bayu segera mendekat,memetiksa denyut nadi di leher ibu panti,tangan nya juga memeriksa nafas ibu panti.


Nihil.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un"


"Mas!"Ayana berteriak tidak terima.


"Bunda masih hidup mas!"Ayana berteriak,membuat anak panti berkerumun.


Mendengar bunda mereka sudah tiada.semua anak panti menangis histeris.


"Kau."Ayana menoleh menatap tajam ke arah Fia.


Andai, andai Fia bisa menahan diri untuk tidak mengumbar aib pernikahan nya di hadapan ibu panti,semua ini tidak akan terjadi.


"Kau pembunuh! semoga Allah memberi mu balasan setimpal."Ayana berteriak,mengutuk Fia.


Setelah shalat Dzuhur.jenazah ibu panti di makam kan di salah satu pemakaman umum yang terletak tidak jauh dari sana.


Anak-anak panti sudah pulang, karena Ayana melarang mereka untuk berlama-lama.

__ADS_1


Tinggal lah Ayana,Bayu dan juga Fia.


"Ayana,kita pulang ya?"ajak Bayu.


"Aku tidak akan pulang, pembunuh ini bisa saja membunuh ku"Ayana berkata ketus.


"Ayana Fia tidak sengaja melakukan nya"Bayu mencoba membujuk.


"Kalian pulang lah sekarang,jika kalian tidak pergi dari sini,jangan harap aku masih bernafas hingga anak ini lahir."


"Mas,kita pergi dari sini,Ayana sedang berduka,jangan membuat nya marah."


Bayu mengangguk, menghela nafas panjang.hati nya sedikit ragu untuk meninggal kan Ayana seorang diri, menghadiahi kecupan di dahi,Bayu pamit pulang.


Di ujung sana, seorang laki-laki mengepal kan tangan geram.menatap sendu ke arah Ayana.


Cristian menghela nafas panjang.mendekat ke Arah Ayana,memayungi wanita nya karena hujan mulai turun dengan sangat deras.


"King?"Ayana mendongak,menatap laki-laki yang tengah memayungi nya.


"Menangis lah,aku akan menjaga mu agar tubuh mu tidak basah"Cristian mengulas senyum tipis,menghibur Ayana.


"Terima kasih"Ayana bergumam lirih,semakin terisak bahkan sangat keras.


Laki-laki yang seharus nya ada bersama ku, malahan ku usir.pada hal aku sangat butuh tempat bersandar sekarang.


"Ayana,kita pulang sekarang!"Cristian menarik lengan Ayana pelan,mengajak ibu hamil itu untuk berdiri.


"Aku sendiri sekarang."Ayana menatap Cristian dengan manik yang sudah berkaca-kaca.


"Tidak,kau tidak sendiri.ada aku di sisi mu"Cristian menggengam erat tangan Ayana.


"Aku sendiri"Ayana bergumam lirih sembari memeluk tubuh tegap dan bidang milik Cristian.


Menumpah kan segala kesedihan nya.ayana sudah tidak peduli lagi siapa yang ia peluk, karena tempat sandaran adalah hal yang paling di butuh kan Ayana sekarang.


"Tenang lah,semua nya baik-baik saja.”cristian membalas pelukan Ayana,mengusap punggung wanita yang sangat ia cintai itu.


"Kita pulang sekarang ya?anak buah ku sudah menunggu."


Ayana mengangguk,di bantu dengan Cristian ia melangkah, menuju ke dalam mobil.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang,Ayana memejam kan mata nya lelah,menyandar kan kepala nya di bahu lebar Cristian.


Ya Allah,aku lelah.


Ayana bergumam lirih.


Begitu sampai di panti asuhan, Cristian menggendong Ayana.membawa nya ke salah satu kamar di panti,tempat Ayana tinggal dulu.

__ADS_1


"Bersih kan tubuh mu dulu,aku akan membuat kan mu teh."


Ayana mengangguk pelan.


Setelah Ayana membersih kan tubuh dan berganti pakaian, Cristian masuk membawa segelas teh.


"Minum lah,dingin tidak baik untuk bayi mu."


Cristian mengulur kan segelas teh manis.


"Terima kasih"Ayana bergumam sangat lirih, menyesap segelas teh dengan pandangan kosong.


"Kau harus kuat Ayana,kau tidak sendiri,ada aku di sini."


Ayana mengangguk pelan, menatap sendu ke arah Cristian.


Berulang kali Ayana meyakin kan diri bahwa semua nya baik-baik saja,ada Cristian di samping nya.


"Untuk anak-anak panti jangan khawatir,ayah mu mengirim kan makanan dan persediaan bahan pokok untuk mereka"


"Terima kasih,lagi dan lagi aku berhutang Budi pada mu"


"Hidup lah dengan baik,dan tetap bahagia.itu sudah cukup untuk ku,hutang mu akan lunas."Cristian memandang sendu ke arah Ayana.


"Kenapa kau begitu baik pada ku?"Ayana bertanya pelan.


Karena aku mencintai mu.


Ucapan itu tertelan di dalam hati, Cristian tidak ingin mengata kan nya.bukan takut di tolak atau sebagai nya,melain kan takut Ayana akan menjaga jarak dengan nya, hubungan mereka bisa saja berubah canggung.


"Karena aku peduli pada mu,kau wanita yang pantas aku peduli kan."Cristian mengulas senyum teduh.


"Terima kasih"


"Kau mau makan?akan ku ambil kan"Cristian berdiri,hendak melangkah tapi tangan nya lebih dulu di tahan Ayana.


"Aku tidak lapar"Ayana menggeleng.


"Kenapa?kau harus makan untuk bayi mu, sebagai seorang ibu kau tidak boleh egois."Cristian mengguna kan senjata andalan,tidak ada ibu yang tega anak nya kelaparan.


"Tapi,aku benar-benar tidak lapar"Ayana menunduk.


Perasaan ibu hamil mulai sensitif di marahi sedikit,Ayana sudah mulai berkaca-kaca.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2