
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Dengan langkah tertatih-tatih dan wajah pucat, Cristian memasuki rumah.tetesan darah tampak menghiasi lantai yang sudah ia injak.
"King,lebih baik anda di obati"asisten Vie memberi saran.
"Aku baik-baik saja"jawab Cristian pelan,terus melangkah tanpa menoleh sedikit pun.
Deg.
Saat hendak menapaki tangga,bola mata kelam milik nya bertatapan dengan sosok cantik yang tengah memegang gelas.
Ayana terdiam di tiga tangga terakhir,cukup shock melihat kondisi Cristian yang berlumuran darah.
Nona ayana.batin asisten Vie.
“king,kau kenapa?”dengan bibir bergetar Ayana bertanya.
"Aku tidak apa-apa"jawab Cristian bohong, karena tidak lama setelah nya tubuh nya terhuyung,untung Ayana dengan sigap menopang nya.
"Kau berbohong, asisten Vie help me please"pinta Ayana.
Akhir nya asisten Vie dan Ayana memapah tubuh kekar Cristian ke kamar.
"Cepat telpon dokter!"pinta Ayana panik.
"Baik,saya permisi nona"asisten Vie berlalu keluar,untuk menelfon dokter.
Aku harus bagaimana?.
Ayana menggigit bibir bawah nya bingung,harus melakukan apa.tatapan mata nya mengarah pada tubuh Cristian, yang tergolek lemah di ranjang.
Apa yang terjadi pada mu sebenar nya?siapa yang tega melakukan hal buruk ini pada laki-laki sebaik diri mu king?.
Ayana mulai membuka kemeja yang di guna kan oleh Cristian.tangan nya bergetar, walaupun sudah pernah melihat tubuh laki-laki,entah kenapa sekarang rasa nya berbeda.
Mata Ayana terbelalak melihat darah segar terus mengalir,dengan tangan nya, Ayana berusaha menekan darah,agar berhenti mengalir.
"Asisten Vie di mana Dokter nya?!"tanya Ayana panik.
"Dalam perjalanan nona"jawab asisten Vie tak kalah panik.
"Detak jantung king melambat, lakukan sesuatu?"Ayana meletakan tangan nya di dada Cristian,benar debaran nya mulai melambat.
"King,kau mendengar ku?jangan tidur, please.ku mohon,terus buka mata mu,kau berjanji akan menjadi ayah untuk putri ku kan?kau harus hidup!"
__ADS_1
Ayana menangkup kedua pipi Cristian,memarahi nya.
Sayup-sayup Cristian membuka mata nya.tersenyum tipis, melihat jarak wajah nya dan Ayana cukup dekat.
"Ya terus buka mata mu king.dokter akan datang,dia akan menyelamat kan mu"Ayana berujar dengan bibir bergetar hebat,dan air mata yang terus mengalir dari netra nya.
Aku mencintai mu Ayana.
Gumam Cristian dalam hati.
"Di mana Dokter nya!"Ayana berteriak,lupa dengan kondisi nya yang tengah hamil.
"Shh"sekarang giliran Ayana yang meringis sembari memegangi perut nya.
"Nona!"asisten Vie memegangi tubuh Ayana yang limbung.
"Anda baik-baik saja kan?"tanya asisten Vie khawatir.
"Iya,tapi perut ku sakit"Ayana meringis kesakitan.
"Mari saya bantu"asisten Vie dengan memapah tubuh Ayana mulai membimbing ibu hamil itu ke sofa.
"Silahkan di minum nona"
Ayana mengangguk kan kepala nya, mengatur nafas sembari meminum air yang di beri kan oleh asisten Vie.
Ayana mengelus pelan perut nya, sembari menenang kan hati.
"Ada apa dengan nya?"tanya dokter max yang baru datang,di sebelah nya ada seorang laki-laki tampan dengan mata sipit.
"Dia di tembak,tolong segera di tangani"pinta asisten Vie.
"Oh astaga cantik,ada apa dengan mu?"tanpa memperduli kan keadaan Cristian,max mendekat ke arah Ayana.
"Perut ku sakit dok"jawab Ayana pelan.
"Wah princess.kau pasti tau kan Daddy mu sedang kesakitan, karena itu kau marah"Dokter max mendekat kan bibir nya ke perut Ayana,mengajak bayi Ayana untuk berbicara.
"Berhenti bicara bodoh!bantu aku sekarang!"dokter yang di bawa max, menggerutu kesal.
"Santai bro!"max berdiri dari duduk nya, mendekat ke arah sang sahabat,Alex.
"Nona,lebih baik anda beristirahat."asisten Vie mengajak Ayana untuk beristirahat.
"Tapi king,aku tidak bisa membiar kan nya sendiri."Ayana menggeleng, dengan langkah pelan,ia duduk di ujung ranjang.
"Semua akan baik-baik saja nona cantik, dia tidak bisa mati dengan mudah,masih ada Princess yang membuat nya hidup"max sempat-sempatnya menggoda Ayana.
__ADS_1
"Diam,dan fokus lah Dengan king,jika anda tidak mau tiada sekarang."suara asisten Vie berubah sangat dingin,pertanda tak ingin main-main.
"Iya-iya."jawab max malas.
Satu jam kemudian.
Operasi dadakan pengangkatan peluru akhir nya selesai.alex dan max bernafas lega karena kondisi Cristian mulai stabil.
Di punggung tangan nya, terdapat dua buah selang,satu selang infus dan satu selang darah,mengingat Cristian kekurangan darah.
"Dia akan baik-baik saja nona,ini sudah dini hari lebih baik Anda beristirahat."
"Aku tidak mau king sendirian.selama ini,dia selalu bersama ku tanpa kenal lelah,aku juga mau bersama nya,sekali saja,ku mohon."
Ayana menatap ke arah asisten Vie dengan pandangan penuh permohonan,tentu saja itu membuat asisten Vie tidak mampu menolak.
"Tapi anda akan tidur di mana nona?di sofa?itu tidak baik untuk ibu hamil."asisten Vie bertanya bingung.
"Aku akan tidur di lantai saja"jawab Ayana dengan sangat polos.
"Tidak!"asisten Vie,Alex dan max berteriak secara bersamaan, hingga membuat mata Ayana berkaca-kaca karena ketakutan.
"Em bukan begitu Nona,tidak baik ibu hamil tidur di lantai.."asisten Vie menjawab lembut.
astaga,bumil memang sangat merepotkan.
asisten Vie berdecak dalam hati,menatap Ayana dengan pandangan aneh.
"lalu?"tanya Ayana balik.
"anda lebih baik tidur di sebelah king.kami yang akan tidur di sofa,jadi anda tidak hanya berduaan."asisten Vie memberi usul.
"kalian akan tetap di sini kan?"tanya Ayana ragu-ragu.
"iya"jawab max, asisten Vie dan juga Alex serentak.
dengan ragu Ayana mulai berbaring di sebelah Cristian, tatapannya berubah sendu,menatap laki-laki yang tengah berbaring tidak sadar kan diri di sebelah nya.
semoga Tuhan melindungi mu king.kau laki-laki baik,yang telah berulang kali menyelamat kan diri ku.semoga kau baik-baik saja, hingga nanti kau bisa menjadi daddy yang baik untuk anak ku.
Ayana mulai memejam kan mata nya, karena kantuk mulai menyerang ibu hamil itu.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote.
__ADS_1