
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Tatapan mata Cristian berubah tajam, pandangan nya menggelap.tampak laki-laki tampan itu tengah mati-matian menahan tangan,agar tidak meninju wajah tampan Bayu.
"Kau tidak berhak,kau bukan ayah nya.kau tidak pantas di sebut ayah, karena kau hampir membunuh nya saat dia ada di dalam kandungan!."
Desis Cristian kesal.
"Aku ayah nya aku yang lebih berhak pada nya!"Bayu tetap tidak mau mengalah.
"Kau lupa apa yang terjadi selama Ayana mengandung?kau membuat Nya depresi!."bentak Cristian,tangan nya mengepal sangat erat.
Oek,oek.
Cristian merendam kan emosi nya yang mendadak meninggi.karena, mendengar suara tangisan baby Ayara yang memecah kan keheningan.
"Dia putri ku, walau pun dia bukan lahir dari benih ku,tapi selama ini aku yang menjaga nya.merawat nya beserta ibu nya,dari laki-laki bodoh seperti mu."
Cristian mendesis, sebelum menggendong baby Ayara untuk berjalan-jalan keluar.
"Mas,nama ayara Lionel Cristian sudah terdaftar.jangan memperkeruh suasana,baby Ayara juga tampak nyaman dengan nama nya."
Ayana berujar dengan sangat tenang.tatapan nya berubah dingin,Ayana tidak ingin menyakiti hati siapa pun.
"Tapi aku sudah menyiap kan nama untuk nya jauh-jauh hari,Nadia Valerina Pradana."Bayu menunduk sedih,air mata mengalir perlahan.
Maaf mas,aku terlalu egois.
Ayana memaling kan pandangan nya ke arah lain.bingung sendiri,dan juga hati nya mendadak bimbang.
"Bayu jangan seperti ini,kau membuat baby Ayara ketakutan.jika memang kau sangat ingin mengganti nama baby Ayara,kau bisa memanggil nya Nadia,tapi jangan mengubah nama nya."
Mama mendekat,duduk di sebelah Bayu.sembari menggenggam erat tangan Bayu,membeti pengertian pada sang putra dengan halus.
"Cristian juga seorang ayah bagi baby Ayara,dia sangat dekat dengan baby ayara.dia memang tidak lahir dari benih nya,tapi tetap saja dia yang pertama Menyambut baby Ayara lahir,jangan bersikap egois."
__ADS_1
Vero berujar ketus,sebelum berlalu keluar bertemu dengan Cristian yang sedang berjalan-jalan di taman bersama dengan baby Ayara.
"halo baby"sapa Vero,mendekat ke arah baby Ayara.
baby Ayara langsung menyembunyi kan wajah nya di ceruk leher sang Daddy,mendusel kan nya,membuat Cristian terkekeh.
"Terima kasih karena sudah menjaga Ayana.jika Bayu masih menghalangi cinta kalian,aku yang akan mengurus nya.sejak kalian bersama,aku yakin kau adalah laki-laki yang tepat."
Vero berdiri di sebelah Cristian.pandangan nya menerawang, pertemuan pertama nya dengan laki-laki sangar ini.
Tepat saat Ayana meminta izin pada Vero untuk pergi dari Indonesia,mengikuti Cristian.
Jujur,sebenar nya Vero tidak setuju.karena melihat wajah Cristian yang persis seperti seorang mafia dan preman.
Tapi, saat melihat tatapan mata Ayana yang sangat percaya pada cristian.membuat Vero tidak ada niat untuk melarang nya.
"Aku percaya pada mu,bahwa kau lah yang akan menjaga Ayana dengan baik."vero menepuk pelan pundak Cristian,menunjuk kan kepercayaan yang mereka bangun.
"Terima kasih."hanya itu yang keluar dari bibir Cristian.
"Dia sangat menempel pada mu,aku boleh menggendong nya?"tanya Vero antusias.
"Ah iya, dia sudah tidur.lebih baik bawa dia ke dalam,letak kan di kamar tamu."ajak Vero.
Sejenak Cristian melirik ke arah baby Ayara yang ternyata sudah terlelap di dalam dekapan nya.
"Ayo!"Cristian mengangguk, menyetujui saran Vero.
Begitu mereka masuk, ternyata suasana belum berubah,masih cukup tegang.
Bayu tidak mau mengalah,dia tetap keukeh pada keinginan nya untuk mengubah nama baby Ayara.
Begitu juga Ayana yang tidak mau mengalah,tetap mempertahan kan nama baby Ayara yang sebenar nya,Ayara Lionel Cristian.
"Baby sudah tidur?"tanya papa,saat Cristian sudah melintas di sebelah nya.
"Iya,baby Ayara kelelahan."jawab Cristian singkat.
__ADS_1
"Biar aku yang membawa nya!"Bayu bangkit dari duduk nya, hendak merebut baby Ayara dari gendongan Cristian.
"Mas!"Ayana tidak bisa menahan diri lagi,dia berteriak keras bahkan sangat lantang.
Dengan langkah pasti Ayana mendekat ke arah Bayu,melayang kan sebuah tamparan pada wajah tampan calon mantan suami nya.
"Cukup mas!kau benar-benar egois.kau hanya laki-laki yang menabur benih di rahim ibu nya Ayara,bukan ayah nya.apa ambisi mu mendapat kan seorang anak,membuat mu menjadi egois?!."
"Kau hampir membunuh suara saat dia masih di dalam kandungan,kau membuat ibu nya depresi.kau selalu berusaha membunuh nya,secara sadar atau pun tidak.apa itu yang sedang kau ungkit?hak apa yang ingin kau bahas?"
"Kau!"Ayana mencengkram erat kerah kemeja Bayu.
"Tidak berhak sedikit pun atas baby Ayara."ayana menghempas kan kerah kemeja Bayu dengan sangat kasar.
"Aku tunggu kau di pengadilan mas."Ayana menyambar tas nya,berlalu keluar dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Seperti yang sudah saya kata kan tadi,jika Bayu tidak ingin di penjara karena KDRT,lebih baik anda segera menandatangani nya.anda tau dengan baik,sedang berhadapan dengan siapa?."
Cristian menggendong tubuh mungil baby ayara,sebelum berlalu pergi dari sana,di ikuti dengan asisten Vie dan Juga Albert.
"tidak!jangan bawa Ayara pergi!."
Ayana yang sudah masuk ke dalam mobil,menatap sinis pada Bayu yang sedang berusaha merebut baby Ayara dari Cristian.
"jangan menggangu putri ku,dia sedang tidur!."Cristian mengelak,enggan memberi kan baby Ayara pada Bayu.
"jika saja kau berbuat baik pada Ayana, tentu aku akan membiar kan kau bersama baby Ayara.tapi melihat sikap mu yang benar-benar kurang ajar,membuat ku yakin bahwa kau tidak pantas untuk baby Ayara."
Cristian menghela nafas panjang,ingin rasa nya membawa baby Ayara pergi.
tapi,di satu sisi Cristian juga sadar diri.bahwa baby Ayara adalah anak kandung Bayu, dan dia hanya lah orang asing.
"tapi dia putri ku!"suara Bayu tertahan,ketika melihat wajah damai baby Ayara.
"karena dia putri mu,seharus nya kau tidak bisa bersikap egois,kau seorang ayah,tentu kau tau mana yang baik dan benar."kesal Cristian.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote