
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
PYAR!
Sebuah gelas melayang, menghantam kaca rias.jatuh dan hanya menyisa kan butir-butir.dari cermin retak, Fia melihat bayangan nya sendiri,yang tengah berantakan.
"Aku membenci mu Ayana"Fia bergumam lirih.
***
Subuh.
Ayana memandang berkaca-kaca ke arah laki-laki yang tengah memunggungi nya.
Punggung lebar dan bidang itu tertutup dengan sebuah baju Koko berwarna putih,dengan peci hitam tampak bertengger di kepala nya.
Kedua tangan laki-laki yang tidak lain Bayu itu mengadah,memanjat kan beberapa doa yang keluar lembut dari bibir nya,sembari sesekali memejam kan mata.
Ayana memandang haru, keinginan nya terwujud.berbalut kan mukenah putih,ia baru saja selesai shalat berjamaah bersama dengan Bayu.
Ya Allah,hamba mu benar-benar bahagia sekarang.walaupun aku harus bersandiwara,setidak nya ini bisa membuat keinginan ku terwujud,shalat dengan dia yang menjadi imam ku.
Ayana menyeka air mata Nya,menggigit bibir bawah agar isakan tidak terdengar.
"Amin"Bayu menutup doa nya.
Sebelum benar-benar melaksanakan shalat jamaah, terjadi drama besar antara Bayu dan juga Ayana.
20 menit sebelum nya.
"Mas! bangun shalat subuh!"Ayana menggoyang kan lengan Bayu.
"Aku mengantuk"Bayu tidak bergeming.
"Astagfirullah mas!mas memang nya tidak pernah shalat subuh sebelum nya!."Ayana berkacak pinggang, mengikat rambut coklat terang milik nya asal.
"Tidak"bergumam gumam sangat lirih.
Kenapa mas berkata dengan sangat jujur,Ayana berdecak.
"Mas,akh.”ayana mengeluar kan jurus terakhir, berpura-pura kesakitan dengan memegangi perut nya.
"Ada apa?"Bayu tersentak dari tidur nya.
"Perut mu sakit?mau ku panggil kan dokter?.”Bayu berdiri,mengelus pelan perut Ayana.
__ADS_1
"Tidak mas,anak kita ingin ayah nya mengimami shalat,tapi ayah nya tampak nya tidak mau,pada hal aku kan tidak pernah ngidam.”
Ayana bergumam gumam lirih, menyeringai karena Bayu masuk ke dalam jebakan nya.
Karena kau sangat mencintai Fia,aku ingin merebut nya.kau masih menyayangi nya karena iba bukan?, aku juga akan memanfaat kan sisi lembut mu.
"Astaga"sekarang giliran Bayu yang berdecak kesal.
Bayu memang pernah shalat, walaupun tidak full lima waktu.tapi untuk menjadi seorang imam, Bayu sedikit ragu dengan kemampuan yang ia miliki.
"Mas tidak mau,tapi ini keinginan bayi mu.”
Ayana merengek dengan mata yang berkaca-kaca,walau hanya sebuah sandiwara,Ayana mampu memerankan nya rengan sangat baik dan apik.
"Iya-iya"Bayu mengalah, sisi baik di dalam diri nya,tidak membiar kan Ayana merengek.
Dan ini lah yang terjadi.
Ayana tersenyum penuh kemenangan,Bayu menurut semua keinginan nya.
"Mas, aku akan turun membantu bibi membuat sarapan,aku juga akan mengecek keadaan Fia,mas tetap di sini,aku akan membawa kan kopi.”
Ayana sengaja berujar seperti itu,dia tidak ingin Bayu melihat kondisi Fia sekarang, karena Ayana yakin Fia sedang marah-marah.
"Em,kopi tanpa gula.”bayu mengangguk.
Ayana menghela nafas panjang,tebakan nya benar.Kondisi kamar Fia seperti kapal pecah,selimut di mana-mana, pecahan kaca berserakan.
Dan yang lebih membuat Ayana heran dan iba adalah fia.wanita itu terbujur di ranjang,dengan kondisi yang berantakan, serta jejak-jejak air mata yang masih tersisa.
"Aku tidak meminta mu masuk kedalam rumah tangga ku,ini salah mu.andai kau tidak menumbalkan ku sebagai rahim pengganti,mungkin kau tidak akan seme-nyedihkan ini.”
Ayana bergumam lirih,sembari memberes-kan kekacauan yang di buat Fia,setelah semua beres Ayana kembali ke kamar.
"Kau sudah membantu bibi masak dan mengechek Fia?kenapa secepat itu?.”berbaring di ranjang,Bayu mengalih kan pandangan nya pada Ayana.
"Bibi melarang ku membantu nya, Fia sedang terlelap, aku tidak ingin mengganggu.”
Bohong Ayana.
"Ini mas, mandilah.”mengulur kan satu set pakaian yang sudah di ambil dari kamar Fia, Ayana mendekat ke arah Bayu.
"Terima kasih,aku akan mengantar kan mu ke dokter nanti.”bayu berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Ayana mengangguk.duduk menunggu Bayu keluar dari kamar mandi,mereka bergantian mandi,lalu turun ke bawah untuk sarapan.
"Kalian sudah bangun? bagaimana kondisi mu Ayana?lebih baik bukan?aku benar-benar khawatir pada mu.”
__ADS_1
Cih!drama lagi.
Ayana memutar bola mata nya malas, karena Fia menyapa nya dengan sangat lembut.
"Kondisi ku sedikit membaik, karena mas Bayu tidur bersama ku.mungkin saja bayi nya tengah merindukan sang ayah,bukan begitu Fia?.”
Ayana melempar kan bom telak,yang membuat Fia terdiam.
"Mungkin saja,dia iri apa ibu satu nya lagi, karena ibu satu nya lagi sangat di cintai oleh Ayana, sementara ibu yang mengandung nya tidak di anggap oleh ayah nya.”
Fia menyeringai,mereka saling melempar kan sindiran,dan juga mengingat kan posisi masing-masing.
Kau kalah dari ku Ayana, posisi dan Derajat ku lebih tinggi dari mu.
Fia menatap santai ke arah Ayana.
Ayana hanya diam.tidak mengatakan atau mengeluar kan bantahan apapun,dia tidak ingin Bayu menganggap nya pemberontak sedikit pun.
Ayana tidak mau image yang ia bangun, sebagai sosok yang lembut hancur.hanya karena termakan pancingan yang sengaja di tabur oleh Fia.
"Aya,nanti kita akan mengechek kandungan.”
Ayana yang sibuk dengan makan nya, mengangguk antusias mendengar perkataan Bayu.
"Aku ikut.”
Senyum Ayana memudar,menatap Fia yang ingin ikut dengan nya.
Ah,dia sengaja ingin memancing perdebatan ternyata.
Ayana menatap Fia dengan senyum yang tidak mampu di artikan oleh siapapun,sembari mengulas senyum tipis.
"Iya,kau juga ibu nya kan?,bukan begitu mas?.”
Bayu mengangguk,membenar kan perkataan Ayana.
"Aku ingin kau juga tau perkembangan janin yang ada di dalam perut ku fia.aku ingin bercerita bagaimana menyenang kan nya mengalami kehamilan,di perhatikan oleh suami,bermanja bersama mertua ,aku benar-benar bahagia.”
Ayana berujar dengan polos Nya, berceloteh seakan benar-benar bahagia. padahal itu hanya lah sebuah kalimat yang ia lontar kan dengan sengaja,untuk menyulut emosi Fia.
"Ayana.”bayu menegur lebih dulu.
Ayana kenapa sih?kenapa dia membangun kan macan yang sedang tidur.
Bayu menggerutu dalam hati, berusaha sebisa mungkin untuk menghalau pertengkaran yang kapan saja bisa terjadi.
"Mas kenapa?.”memasang tampang polos tidak bersalah.
__ADS_1
"Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan.apa mas tidak mengerti?menjadi ibu adalah keinginan semua wanita.aku tidak salah,Fia memang tidak bisa hamil.tapi setidak nya dia bisa merasakan kebahagiaan yang kurasa kan juga.”