Rahim Pengganti.

Rahim Pengganti.
part 66.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Terdengar helaan nafas dari bibir Cristian.


"Apa Ayana mengkhawatir-kan ku semalaman?"


Apa?!.


Asisten Vie,max dan Alex terperangah secara bersamaan.mereka fikir ada hal Serius yang akan di bahas oleh Cristian,tapi ternyata tentang Ayana.


Tok.tok.


"Maaf terlambat"


Pintu terbuka, dokter Ridwan masuk dengan nafas ngos-ngosan.dia sedang menikmati liburan nya di negara J ini,hingga lupa tujuan nya adalah memantau keadaan Ayana.


"Kau dari mana saja dokter?"asisten Vie yang pertama kali mencibir Dokter Ridwan.


"Jalan-jalan,tujuan ku datang ke negara ini adalah jalan-jalan."Jawab Dokter Ridwan santai.


"Kalian belum menjawab pertanyaan ku"Cristian kembali berujar,menyadar kan mereka yang belum menjawab pertanyaan sang king.


"Kau tau aku cemburu pada mu,Ayana Benar-benar meng-khawatir kan mu,melebihi kandungan nya sendiri."max mencibir, tanpa ragu menunjuk kan kecemburuan nya pada Cristian.


"Benar kah?"mata Cristian berbinar penuh kebahagiaan,berbaling terbalik dengan laki-laki lain.


King kenapa sih?.


Max, asisten Vie dan juga Alex bertanya-tanya dalam hati karena heran.


"Apa dia juga menangis?"pertanyaan bodoh keluar dari bibir Cristian.


“menurut anda?”asisten Vie bertanya malas.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu?.tentu saja Ayana menangis, dia wanita berhati lembut,pasti dia terluka melihat laki-laki yang pernah menolong nya terluka."


Dokter Ridwan menggerutu, satu-satu nya orang yang berani menggerutu pada seorang king mafia Angle of death.


"Benar kah?"bukan nya marah, Cristian malah berbinar bahagia.


"Cinta membuat king kita tidak waras"gumam Alex pelan,mengalih kan pandangan nya ke arah lain.

__ADS_1


"Astaga,king-king.anda ini benar-benar ,sejak kapan anda peduli pada tangisan seseorang."asisten Vie bergumam lirih yang langsung di jawab dengan anggukan oleh max yang mendengar nya.


Tok.


Tok.


Di tengah perbincangan para laki-laki,Ayana menerobos masuk.di tangan nya terdapat sebuah nampan perak, berisi bubur dan susu hangat untuk Cristian.


"King,aku membawa-kan sarapan untuk mu"Ayana duduk di ujung ranjang, meletakan nampan perak di pangkuan Cristian.


"Terima kasih"jawab Cristian.


Kau sudah bahagia Ayana,aku tidak akan memberi tau mu tentang kondisi Bayu sekarang.


Dokter Ridwan menghela nafas panjang, karena lagi dan lagi teringat pada Bayu,sang sahabat.


***


Indonesia.


"Vero"mama mendekat ke arah sang putra sulung,mengelus bahu nya pelan.


"Ada apa ma?"Vero menoleh sekilas,sebelum kembali melanjut kan kegiatan nya membaca laporan keuangan.


Vero diam.enggan beraksi sedikit pun,meletak kan catatan keuangan di atas meja.vero membaring kan tubuh nya di kasur,lelah menghantam karena semalaman menjaga Bayu di rumah sakit.


"Itu hal yang Bayu tuai dari segala perbuatan nya ma.untuk apa aku peduli pada nya?dia tidak peduli bahkan memikir kan kondisi Ayana,saat dia menikah lagi.lalu untuk apa aku peduli pada laki-laki tidak tau diri itu?."


Vero tidak peduli,selain hubungan nya dan Bayu memang tidak terlalu dekat,sikap Bayu dan fakta dia menduakan Ayana, benar-benar membuat Vero jengkel.


Kau salah Bayu.dan sekarang,nikmati lah penderitaan mu,jauh dari isteri mu dan juga anak mu.


Vero tersenyum jahat.


"Vero Bayu adik mu,apa kau tidak kasihan pada nya.kau sering menunggu nya di rumah sakit,kau tau sendiri kan bagaimana keadaan nya?."


Mama berusaha untuk membujuk vero.karena,mama yakin di balik kepergian Ayana,ada Vero yang turut andil membantu nya.


"Lalu?apa aku peduli?.Bayu pun seperti itu ma,Ayana berulang kali di rawat di rumah sakit, karena Bayu.tapi apa sekalipun laki-laki itu peduli?dia sibuk bercinta dengan Fia?."


Santai namun menusuk hingga relung hati terdalam.


Mama seperti tertampar oleh perkataan vero,tapi apa daya dia hanya seorang ibu yang selalu ingin kebahagiaan untuk anak-anak nya.

__ADS_1


Apa aku egois ya?. tapi aku sangat menyayangi Bayu.


Mama bimbang,tapi ada hal lain yang menggangu nya, kesehatan Bayu yang dari waktu ke waktu semakin menurun.


"Tapi kondisi adik mu sedang tidak baik-baik saja, setidak nya beri tau mama dimana Ayana"mama masih Keukeh untuk membujuk Vero.


Mengendik kan bahu acuh,Vero memejam kan mata.dalam hitungan detik Vero sudah terlelap,mungkin efek lelah,lelah menunggui Bayu di rumah sakit,belum pekerjaan nya.


"selamat tidur mu son,mama sangat menyayangi mu."sebelum berlalu pergi,mama mengecup kening Vero pelan.


"mama mau ke rumah sakit lagi?"papa yang sedang menikmati kopi di ruang tamu,menyapa sang istri yang sudah terlihat rapih.


"iya pa.bayu kasihan nggak ada yang nunggu.mama masih bingung bagaimana bisa Ayana pergi? sementara dia tidak memiliki keluarga atau orang dekat satu pun."


dahi mama berkerut dalam, karena dia belum mengetahui bahwa Ayana sudah bertemu dengan ayah kandung nya.


"Ayana punya seorang ayah."papa yang memang sudah mengetahui semua nya, berujar.


"bagaimana bisa?bukan kah dia yatim piatu dan juga siapa ayah nya?apa dia sangat berkuasa hingga kekuasaan keluarga Pradana tidak ada apa-apa nya?."


pertanyaan beruntun di keluar kan oleh mama,masih dengan sejuta kebingungan yang menyergap nya.


"ayah nya adalah seorang pengusaha textile di negara J.masuk ke dalam jajaran orang-orang paling berpengaruh di sana,tentu saja pengaruh nya sangat besar, keluarga Pradana tidak ada apa-apa nya."


papa berujar santai,beliau memang sudah mengetahui segala nya.hanya keberadaan Ayana yang masih menyisakan tanda tanya.


orang di balik Ayana pasti berpengaruh, bagaimana bisa aku tidak menemukan nya.


"Apa kemungkinan untuk menemu kan keberadaan Ayana sangat kecil pa?mama tidak tega melihat kondisi Bayu sekarang."mama terisak kencang,bahkan bahu nya ikut berguncang hebat.


"Papa masih berusaha.selagi terus mencari,biar kan Bayu menikmati karma nya.papa tidak pernah mendidik nya untuk selingkuh apa lagi memiliki lebih dari satu istri,papa hanya menunggu hukuman yang lebih menyakit kan untuk Bayu."papa berujar santai,namun menghantam hati mama sebagai seorang ibu.


"Papa tega sama anak sendiri.papa lihat sendiri kan kondisi Bayu sekarang gimana? kita harus segera mencari Ayana."


Mama menatap papa dengan manik penuh permohonan,lagi dan lagi papa hanya mampu bernafas panjang.


"Papa tidak tau lagi harus bagaimana ma,biar waktu yang menjawab.sekarang,yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berusaha,biar kan Bayu menikmati karma atas perbuatan nya."


Papa tetap keukeh membiar kan Bayu menikmati karma atas perbuatan nya,sosok yang bijak ini sama sekali tidak ingin memihak Bayu, karena di sini Bayu juga salah.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote


__ADS_2