
"Mas ayo makan"Fia menyentuh lembut lutut Bayu yang sedari tadi hanya melamun.
"Ah kau saja sayang,aku sedang tidak bernafsu"Bayu menggeleng pelan,sembari mengulas senyum tipis.
"Kau memikir-kan sesuatu sayang?ada apa?aku baik-baik saja sekarang?lalu apa yang kau kau Fikir-kan?"Fia meletak kan sendok di piring, bertatapan langsung dengan Bayu.
"Ayana"
Tangan Fia mengepal mendengar nama yang keluar dari bibir Bayu.walaupun Fia mengulas senyum tipis,tidak bisa di pungkiri bahwa sudut hati nya terasa nyeri.
Ayana?kenapa mas Bayu jadi peduli pada nya.sial, kekhawatiran ku semakin bertambah.
Fia menghela nafas panjang,berusaha untuk baik-baik saja,agar Tidak terlalu mencolok bahwa ia sedang cemburu.
"Ada apa dengan Ayana mas?kenapa dia mengganggu fikiran mu?"Tanya Fia.
"Dia mengalami trauma sayang.karena kejadian waktu itu, kandungan nya sedikit bermasalah"Bayu tertunduk lesu.
"Bayi ku bermasalah?kenapa mas membiar jan itu terjadi?anak kita seharus nya baik-baik saja jika Ayana mampu menjaga diri"
Mata Fia memerah,dan sudah di hiasi dengan kaca-kaca tipis.
Anak Ayana adalah satu-satu nya harapan Fia agar dia bisa menjadi ibu dari darah daging Bayu.jika terjadi sesuatu pada anak Bayu,Fia tidak akan bisa hidup lagi.
"Sayang?"Bayu mendekat ke arah Fia,memeluk erat tubuh Fia, berusaha menenang kan istri pertama nya.
"Kenapa Ayana harus melakukan itu mas?"Fia semakin terisak kencang.
Astaga,kenapa begitu sulit memiliki dua istri.
Bayu memijit pelipis nya yang terasa cukup pusing.menghadapi Ayana yang sedang mengalami trauma saja sudah membuat Bayu pusing,di tambah Fia yang juga ikut menyalah kan nya.
"Fia,anak kita baik-baik saja.kau jangan khawatir,aku sudah cukup pusing sekarang,jadi cepat habis kan makanan mu, lain kali kita akan membahas nya"
Bayu melangkah keluar,hendak mengisi perut nya yang terasa lapar karena belum menyantap makanan sedikit pun.
Mas?.ini benar-benar kau bukan?kenapa kau seakan memarahi ku?.kau bersikap acuh pada ku, disaat aku menangis pada hal biasa nya kau ajan menenang kan ku.kau benar-benar berubah,entah kenapa aku merasa bahwa kau berubah karena Ayana, karena kehadiran wanita itu di tengah-tengah kita.
Ruang makan.
Bibi tengah menyiap kan semangkuk mie kuah rasa kari ayam untuk Bayu, dan juga segelas es teh manis.
__ADS_1
Bibi tentu tau kebiasaan Bayu, laki-laki itu pasti banyak fikiran, hingga ingin memakan mie,di tambah lagi dengan es teh.
Karena Bayu menghindari makanan yang tidak sehat,jika ia ingin makan arti nya Fikiran nya tengah tidak baik-baik saja sekarang.
"Ini tuan.mau bibi ambil kan nasi?atau lauk yang lain,tuan tidak akan kenyang hanya dengan memakan ini"tawar bibi lagi.
"Tidak bi"Bayu tetap menggeleng,mulai menikmati mie di hadapan nya, sembari menjernih kan fikiran nya yang mendadak hancur lebur menjadi satu.
"Tuan sedang ada masalah?"bibi bertanya dengan sangat hati-hati.
"Sedikit,kepala ku hanya sedikit pusing.jika bibi sudah selesai, silahkan beristirahat"Bayu menyeruput es teh manis milik nya, sembari memejam kan mata.
"Tidak tuan,bibi akan istirahat setelah tuan selesai makan,bibi akan mencuci piring dan gelas nya"bibi menjawab sopan, sembari memandang lembut ke arah Bayu.
Tuan,anda sendiri yang membuat ini menjadi sebuah masalah besar.karena anda yang tidak pernah mau memilih salah satu.
Bibi hanya mampu berujar di dalam hati, dengan batin yang teriris-iris.
"Tidak perlu bi,aku bisa mencuci piring sendiri"tolak Bayu.
Mau tidak mau bibi segera beranjak dari sana,membiar kan Bayu sendirian dari sana.
Setelah menyelesai-kan makan malam nya, Bayu mencuci nya secara perlahan.mata nya sejenak melirik ke arah kotak susu ibu hamil yang tergeletak di pojok lemari.
Bayu bertanya-tanya di dalam hati.
Enggan berfikir keras,Bayu segera menyeduh segelas susu ibu hamil. memotong beberapa buah-buahan mulai dari apel,melon dan juga alpukat, Bayu segera membawa nya menuju ke kamar Ayana.
Tok tok.
Mengetuk dua kali,Bayu langsung membuka pintu.
Kau masuk ke dalam perangkap ku mas,baik Ayana sekarang lanjut kan drama yang sedang kau main kan ini.
Ayana menyeringai kecil.dia sudah duduk di ranjang, dengan piyama bermotif Doraemon,rambut coklat panjang milik nya terurai begitu saja.
Memasang wajah takut,Ayana beringsut ke belakang, seakan takut kepada Bayu,pada hal di dalam hati nya ia sedang tertawa bahagia.
"Ayana"Bayu menghenti-kan langkah nya,serba salah karena Ayana seakan takut dengan nya.
"Jangan mendekat mas,aku takut hiks"Ayana pura-pura terisak.
__ADS_1
"Oh ya Allah,Ayana maaf"Bayu meletak kan nampan secara sembarangan,memeluk erat tubuh Ayana yang masih bergetar.
Kena kau mas,hihihi.
Ayana terkikik di dalam hati, terutama ketika tidak sengaja netra nya melihat Fia sedang berada di depan pintu, memandang nyalang ke arah Nya.
Mas,aku mencari mu kemana-mana,ternyata kau sedang di sini.bermesraan dengan Ayana,pada hal biasa nya kau tidak pernah mau menyentuh wanita itu sedikit pun.
Mata Fia memanas,menatap nyalang ke arah Bayu yang tengah memeluk Ayana.
Kau merasa kan nya juga kan?apa yang ku rasa kan saat mas Bayu berulang kali menunjuk kan kasih sayang nya pada mu, sekarang tunggu lah pembalasan mu Fia.
Ayana tersenyum penuh kemenangan.ia sangat bahagia melihat air mata yang mengalir dari pipi fia.ada rasa puas di sudut hati Ayana, karena berhasil membalas madu nya itu.
"Ayana ke mohon maaf kan aku"Bayu semakin mengerat kan dekapan nya, menghadiahi kecupan di pucuk kepala Ayana.
"Hiks,hiks,aku takut"Ayana sengaja terisak, guna memancing amarah Fia.
"Mas!"Bayu tersentak mendengar suara teriakan Fia,ingin berbalik,tapi pelukan Ayana pada tubuh nya semakin kencang,di tambah dengan isakan tangis.
"Mas!"Fia berteriak jengkel karena Bayu tetap tidak menoleh,pada hal ia sudah memanggil nya.
"Ayana sebentar"Bayu melepas pelukan ayana.
"Ada apa sayang Hem?"Bayu bertanya lembut,baru saja hendak mendekat,Ayana lebih dulu mencekal tangan nya.
Kau ternyata sedang bermain-main dengan ku Ayana.
Fia menatap tajam ke arah tangan Ayana yang sedang menahan lengan Bayu,agar Bayu tidak beranjak jauh.
"Hiks,aku takut"Ayana terisak lagi.
"Fia ada apa?kenapa kau belum tidur?apa kau sudah meminum obat mu? dokter kan meminta mu untuk beristirahat.”
Cih kau tetap saja perhatian pada Fia mas.
Ayana berdecak kesal.
"Aku mencari mu,dan ternyata kau sedang bersama dengan istri pertama mu"Fia mengangkat sudut bibir nya, tersenyum sangat sinis.
"Ayana belum makan, kandungan nya akan semakin lemah jika ia tidak bisa menjaga diri nya dengan baik"Bayu berujar dengan sangat lembut, berusaha agar Fia tidak berfikir yang aneh-aneh.
__ADS_1
"Kau mulai memperhati-kan nya ya mas?"sindir Fia lagi.