
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Ayana terisak kencang, dengan langkah tegas Vero mendekat ke arah Fia,melayang kan satu tamparan keras,hingga wanita itu tersungkur di lantai.
"Akh"Fia meringis kesakitan.
"Apa yang kau lakukan bre*gsek?!"Bayu memaki.
"Menampar istri kedua mu!kenapa harus bertanya?bukan nya kau sudah lihat sendiri apa yang ku lakukan?"memasang wajah tanpa dosa, tapi terlihat jelas kemarahan di wajah Vero.
"Kau tau Bayu?aku tidak pernah terfikir akan memiliki adik sebodoh kau"kak Vero menyembunyi kan tubuh mungil adik ipar nya di balik tubuh tegap milik Nya.
"Bagaimana bisa kau melakukan ini pada wanita sebaik Ayana?!demi lumpur hina seperti Fia?"Vero terus-menerus mengeluar kan segala caci dan makian kepada Fia.
Tidak ada yang dapat di lakukan oleh Fia kecuali tertunduk di pojok,dengan sang ibu yang dengan setia memeluk tubuh nya.
"Vero jangan seperti itu pada putri ku,kenapa keluarga kalian begitu membenci anak ku?"ibu berujar dengan nada yang bergetar.
"Dia memang tidak pantas menjadi seorang ibu!dia hampir saja membuat ibu lain kehilangan calon anak nya!"
Ayana bergetar,netra nya memerah.gelombang ke marahan kak Vero seakan menyalur hingga akar hati nya.
"Aku akan tetap mengawasi ayana.jangan salah,aku memang membiar kan nya tinggal di sini,tapi aku akan tetap mengawasi nya"kak Vero menatap tajam ke arah Bayu.
"Aya sayang,kau mau pergi kemana Hem?mau kakak antar?"Vero mendekat ke arah Ayana, memandang prihatin ke arah sang adik ipar.
Oh tuhan, betapa malang nya nasib adik ku.
Vero meringis,melirik tangan Ayana yang masih bergetar karena takut.
"Aku ingin ke rumah sakit kak, dokter meminta ku untuk rajin memeriksa kan kandungan"Ayana menunduk.
"Ayo!biar kakak antar"Vero mengajak Ayana untuk segera pergi dari sana.
Dengan Langkah pelan Ayana mengekor,Tangan nya berpegangan pada lengan kekar Vero, menumpu semua berat badan nya kepada Vero.
"Kau tidak bisa membawa nya pergi begitu saja benalu"Bayu bereaksi, berteriak menghalau langkah Ayana dan juga Vero.
"Mas"Ayana hanya mampu meringis,kepala nya sudah pusing sekarang.
__ADS_1
"Atas hak apa kau melarang ku?"sinis Vero.
"Dia istri ku.dan kau!"Bayu menunjuk ke arah wajah tampan Vero.
"Tidak lebih dari orang asing"
Vero menyeringai,tidak marah sedikit pun karena perkataan bayu.bayu benar,dia tidak lebih dari orang asing,sedari dulu Bayu sama sekali tidak menganggap nya kakak.
"Apa jika aku memberikan Ayana pada mu kau bisa menjaga nya?dia bukan hanya Wanita pilihan mama,tetapi Juga ibu dari anak-anak mu kelak"
Ayana melirik ke arah vero.dada nya di hantam batu besar mendengar perkataan Vero tentang ibu dari anak-anak Bayu kelak.
Apa aku bisa menjadi ibu dari anak-anak mas Bayu? sementara mas Bayu saja tidak pernah menganggap ku ada,cintai aku seorang suami ku.
Ayana menatap sendu ke arah Bayu.pangeran kecil nya sudah berdiri tegap.tapi,jangan kan untuk memeluk, menggapai nya saja Ayana tidak mampu.
"Jangan ikut campur dalam urusan pernikahan ku”bayu bersungut-sungut tidak suka.
"Aya,kakak akan mengantar mu ke dokter"Vero mendorong tubuh Bayu untuk bergeser,membawa Ayana pergi dari sana dengan langkah pelan.
"Bayu!"ibu berteriak panik,tubuh nya memeluk erat Fia yang sudah tidak sadar kan diri.
"Bibi! telpon Ridwan sekarang"bibi asisten rumah tangga hanya mengangguk.
35 menit kemudian, dokter Ridwan datang.tanpa banyak bicara,mulai melakukan tugas nya, memeriksa kondisi Fia.
"Dia mengalami depresi.kelelahan juga, di tambah banyak nya fikiran.kondisi seperti ini sangat rentan mengalami depresi"dokter Ridwan selesai dengan pemeriksaan Fia.
"Apa dia harus di rawat Ridwan?"Bayu mendekat dengan raut wajah yang sangat khawatir.
"Andai kau juga sekhawatir itu saat Ayana masuk rumah sakit,aku pasti akan menjadi orang pertama yang paling bahagia.“
Dokter Ridwan mengangkat sudut bibir nya.mengejek sikap Bayu yang menurut nya sangat aneh.Fia hanya pingsan, sementara Ayana harus di rawat di rumah sakit,tapi jangan kan panik Bayu saja tidak peduli.
Aku benar-benar kagum dengan sosok wanita sekuat kau ayana.
Dokter Ridwan memberes kan alat-alat nya, meresep-kan obat untuk Fia.
***
Ayana baru keluar dari rumah sakit bersama dengan vero.untung nya istri Vero seorang dokter kandungan,jadi Ayana dengan mudah bisa berkonsultasi.
__ADS_1
"Keadaan janin mu benar-benar lemah Ayana, jaga diri mu dan juga janin mu"istri Vero mengulas senyum sangat lebar.
"Iya kakak ipar, terima kasih"Ayana menunduk, mengulas senyum sangat tipis.
"Mas tolong antar Ayana pulang.dalam kondisi lemah seperti biasa ini,kau tidak boleh kemana-mana sendiri,di mana Bayu?"
Ayana terdiam mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir istri Vero,ada rasa ragu karena harus berbohong.
"Bayu sedang sibuk, karena itu sebagai seorang kakak ipar yang baik,aku uang mengantar nya"melihat Ayana terdiam, Vero yang lebih dulu menjawab.
"Oh,jaga diri mu baik-baik Ayana"pesan istri Vero.
"Sampai kapan kau akan seperti ini Ayana?"sebelum pulang ke rumah Bayu, Vero mengantar Ayana untuk pergi ke sebuah restauran.
"Panti asuhan ada di tangan mas bayu.kak,aku percaya dengan kekuatan cinta yang sesungguh nya, perlahan tapi pasti mas Bayu akan jatuh cinta pada ku"
Ayana benar, kekuatan cinta sangat lah kuat.terutama ketika semua nya kita pasrah kan kepada Allah, karena sesungguh nya Allah lah yang maha membolak-balikkan hati manusia.
"Aku berdoa semoga Bayu cepat mencintai mu"vero mengulas senyum tipis, mendoakan kebahagiaan Ayana.
"Amin"Ayana mengamini.
Mereka mulai memakan hidangan di hadapan nya dengan nikmat,di selingi dengan berbagai candaan.
"Wah Jam tangan yang indah dan mahal?apa Bayu membeli-kan nya untuk mu?"Vero menunjuk ke arah jam tangan dengan merek Dior di tangan Ayana.
"Ah bukan, seseorang memberi-kan nya pada ku.dia mengata-kan,setiap aku ingat dengan waktu aku akan ingat dengan nya, karena dia yang memberi kan nya pada ku"
Senyum tipis terukir di bibir Ayana,mengingat Bahwa Cristian yang memberi-kan jam ini kepada Nya.
"Apa dia laki-laki?aku sudah menebak nya dari wajah mu yang bersemu merah"
Ayana terkekeh mendengar tebakan Vero yang tepat sasaran.
"Aya, pangeran kecil mu tidak pernah menganggap mu ada, kapan kau akan mundur?"Ayana menggeleng, mengangkat bahu nya acuh,tidak perduli.
"Entah lah.bukan aku tidak peduli kak,hanya saja aku belum menentu kan kapan, yang paling tepat adalah saat usia kandungan ku menginjak tujuh bulan.jika mas Bayu tetap memilih Fia,anak ini tidak akan pernah mengenal Ayana,aku pasti akan membawa nya pergi.”
Membulat kan tekad,Ayana menghela nafas berusaha sebisa mungkin untuk keukeh kepada keputusan yang ia ambil sedari awal.
"Aku mendukung mu Ayana,semua keputusan yang kau ambil"Vero mengulas senyum lebar,mendukung segala keputusan yang di ambil Ayana.
__ADS_1