
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Matahari mulai menampak kan wujud nya,menyembul di balik awan putih,berdiri dengan gagah nya di antara langit-langit biru.
Para penghuni bumi sudah mulai melakukan aktivitas masing-masing,menjalan kan rutinitas sehari-hari tanpa lelah.
Begitu juga Ayana yang baru menggeliat.membuka mata nya secara perlahan,membiar kan sinar matahari menembus netra berwarna coklat terang milik nya.
"Alhamdulillah,sudah pagi.subuh ku telat, astagfirullah"Ayana berusaha duduk,berdecak kesal karena kelewat subuh.
"Kau sudah bangun?"suara berat dan seksi seorang laki-laki menyapa Indra pendengaran Ayana.
Menoleh,Ayana mendapati Cristian tengah berdiri dengan setelan pakaian non formal.
Di sebelah tangan laki-laki itu terdapat buket bunga berwarna putih dengan ukuran yang cukup besar, sementara tangan satu Nya lagi menyeret sebuah koper berwarna hitam.
"Anda mau kemana?"koper hitam itu berhasil merebut atensi Ayana,bukan sebuket bunga.
"Aku akan pulang ke negara asal ku.karena itu aku datang untuk berpamitan pada mu"menarik kursi di dekat ranjang pasien, Cristian menyerah kan sebuket bunga.
"Terima kasih"hanya itu yang keluar dari bibir Ayana.
"Jadi diri mu baik-baik.aku sudah melunasi semua administrasi nya,kau tidak perlu khawatir.”
Cristian mengulas senyum sangat tipis.melihat Ayana menatap nya dengan mata bulat.berhasil membuat sosok king mafia Angle of death berdebar hebat.
"Terima kasih,jika kita bertemu lagi aku pasti akan membalas semua kebaikan mu"mengucap kan terima kasih dengan sangat tulus.
Aku benar-benar berterima kasih pada mu king.tanpa kehadiran mu,mungkin aku dan anak ku tidak akan baik-baik saja.
Beruntung,Ayana merasa sangat beruntung.karena,takdir mempertemu kan nya dengan sosok malaikat seperti Cristian.
Malaikat?Ayana tidak tau saja jika laki-laki yang menolong nya adalah pembunuh berdarah dingin, seorang mafia yang sekarang menguasai daratan Eropa.
Sosok yang cukup di hormati, terutama dunia bawah.
"Tidak.kau tidak perlu membalas ku,cukup hidup dengan baik"pinta Cristian.
Karena jika kita bertemu lagi kau tidak hidup dengan baik.jangan salah kan aku,jika orang-orang di sekitar mu terkena akibat nya.
Benih-benih cinta mulai tumbuh dengan berkedokan kasih sayang dan rasa iba kepada Ayana.
Cristian jatuh cinta pada sosok ayana.hanya saja,untuk sekarang Cristian menampik dengan mengatakan hanya iba dan juga sedih.
"Aku akan berusaha untuk lebih baik jika Tuhan mentakdir kan kita bertemu lagi nanti"Ayana mengangguk mantap,tidak menampik sedikit pun.
Ya!jika Tuhan mentakdirkan kita bertemu,dan membuat hidup ku lebih baik.ayana.
Aku akan membuat takdir agar kita bisa bertemu.Cristian.
"Jaga diri mu"pamit Cristian,sebelum melangkah pergi dari sana.
***
Club xx.
Sedari malam,Fia sibuk menegak cooktail.kondisi nya cukup memperihatin kan.baju nya dalam kondisi tidak rapih,di tambah rambut hitam nya yang acak-acak.
"Oh ladies,kenapa kau seperti ini?"madam bergerak mengelus tangan Fia lembut.
"Aku benar-benar lelah madam.hiks,hiks,kenapa tuhan tidak membiar kan aku bahagia sedikit saja?"
Fia menekuk kedua lengan nya di atas meja bar.menenggelam kan wajah cantik nya di sana,terisak sangat keras.
Pernikahan poligami benar-benar membuat ke dua belah pihak sama-sama tersiksa.
"Baby, are you oke?ada apa?"madam mengguncang bahu Fia dengan sangat keras.
"Aku benar-benar lelah sekarang.”hanya itu yang di kata kan Fia,untuk berujar panjang dia belum sanggup.
"Kenapa baby?kau tidak bahagia dengan pernikahan mu?atau suami mu melakukan kekerasan? berselingkuh?"madam mencecar Fia dengan banyak pertanyaan.
Tidak.justru dia yang selingkuh dengan ku.tapi, kehadiran Ayana benar-benar membuat rumah tangga ku hancur lebur.
__ADS_1
Fia tersenyum miris.enggan berpendapat sedikit pun sekarang.ia memilih menegak satu gelas cooktail hingga tandas.
"Dia-Dia wanita yang sempurna.aku sangat ingin menyingkir kan nya"Dia terkekeh,mencurah kan rasa sakit hati yang terpendam.
"Oh astaga.baby,jangan lagi seperti ini,jika dia merusak rumah tangga mu,seharus nya kau menyingkir kan nya.tapi lihat lah,kau malah terpuruk seorang diri di sini"madam berceloteh panjang lebar.
"Aku harus apa?"Fia meremas rambut nya keras,mata nya semakin berair menyadari keunggulan yang di miliki oleh Ayana.
Dia wanita yang lengkap.cantik,baik,bisa memberi kan mas Bayu keturunan.lalu aku?aku hanya wanita yang di cintai Bayu,itu pun bisa berubah ketika nanti Ayana mengambil alih.di mata keluarga besar Bayu,hanya dia istri dari putra mereka,bukan aku.aku hanya sebuah pajangan,yang naas nya begitu di cintai Bayu.
Batin Fia semakin teriris-iris.
Dinding hati nya runtuh dalam sekejap.Hati nya hancur, mengingat pernikahan yang di jalani tidak lah semulus angan-angan pertama nya.
Kehadiran nya di tengah-tengah rumah tangga Bayu dan juga Ayana ternyata menghadir kan dampak besar bagi mental Fia,ia lebih mudah down dan marah-marah tanpa sebab.
"Pulang lah! rebut suami mu dari tangan wanita itu.jika kau tidak bisa merebut dengan cara halus,singkirkan Wanita itu bagaimana pun cara nya"madam memberi kan semangat.
"Aku akan pulang.sebelum nya terima kasih madam,atas dukungan mu"Fia menyahut tas milik nya.
Sebelum benar-benar pulang ke kediaman Bayu.Fia mampir ke rumah orang tua nya,sekedar berganti baju dan mandi,agar Bayu tidak curiga.
"Nak kau pulang?"ibu Fia mendekat,memeluk anak nya singkat.
"Kau mabuk lagi?"
Fia tidak menjawab.sibuk Merapih kan rambut nya yang terlihat sedikit berantakan, menyemprot dengan minyak wangi sebanyak mungkin,menyamar kan bau alkohol yang masih terasa.
"Sampai kapan kau seperti ini sayang?"ibu terisak.menatap sang anak yang terlihat berantakan.
"Tuhan sudah menghukum mu sayang.membuat mu terkena kanker serviks, bahkan hingga kau harus menjalani pengangkatan rahim.tidak kah itu sudah cukup?kau sudah menikah sekarang,berubah lah menjadi lebih baik"
Fia berbalik.menatap tajam ke arah sang ibu, kekecewaan jelas terpatri di sana, mata nya memerah—lelah menghadapi kenyataan dan ujian yang datang secara bersamaan.
Hingga akhir nya,tubuh ringkih Fia luruh di lantai.isak tangis Fia terdengar menggema hingga seluruh penjuru ruangan,ruangan yang menjadi saksi bisu betapa kesepian nya Fia selama ini.
"Aku harus apa ibu?aku lelah dengan ujian yang tuhan berikan.Dia merenggut keinginan ku untuk menjadi ibu, membuat ku menjadi seorang wanita mandul"Fia memukuli dada nya yang terasa sangat sesak berulang kali.
Fia bukan lah orang yang jahat, dia baik bahkan sangat baik.kondisi lah yang merubah sosok cantik ini, kondisi yang membuat kedua orang tua nya sibuk,di tambah kanker serviks yang merenggut rahim nya.
Semua keinginan nya hancur lebur.sosok nya jauh lebih pemberontak dari sebelum nya,Fia benar-benar berubah drastis.
"Aku benci takdir ibu!aku ingin menjadi seorang ibu!lalu kenapa takdir merenggut rahim ku"Fia semakin tidak terkendali, teriakan nya lebih keras.
"Tidak sayang,maaf kan ibu ini semua salah ibu"ibu semakin mendekap erat tubuh Fia,tidak membiar kan sang putri memberontak.
"Ibu aku ingin anak"tangis Fia terdengar lebih menyayat dari tadi.
"Iya-iya.maaf sayang,ibu benar-benar minta maaf.kau putri ibu yang paling berharga,semua akan baik-baik saja"ibu ikut menangis,hati nya miris melihat kondisi sang anak yang tampak berantakan.
Maaf kan ibu,andai ibu bisa melakukan sesuatu,ibu pasti akan melakukan nya nak.
Ibu berusaha memeluk tubuh Fia,menuntun nya menuju ke ranjang.
"Sayang.kau akan baik-baik saja"ibu mengelus Surai panjang milik Fia, menyanyi kan lagu pengantar tidur.
"Aku ingin anak ibu"hanya itu yang di gumam kan oleh Fia,bahkan ketika matanya sudah mulai tertutup.
"Putri ibu"ibu mengecup kening Fia.menatap wajah sang anak yang terlihat lebih kurus,dan juga lebih kusam dari sebelum nya.
***
Sebuah taksi berhenti di halaman rumah Bayu.ayana kembali kemari,dia sudah mampir ke panti,tapi apa uang dia dapat selain penolakan dan pengusiran.
"Pergi lah nak kau sudah menikah,suami mu laki-laki baik.bunda benar-benar menyayangi mu,tapi bunda tidak bisa mengorban kan anak-anak panti demi kau sayang.kembali lah,sudah cukup kemarahan nak Bayu kemarin.bunda tidak tau harus melakukan apa lagi jika suami mu benar-benar menggusur panti"
Ayana menggigit bibir bawah nya kelu.penolakan ibu panti terngiang di telinga nya, pengusiran yang dulu pernah ia dapat kan kembali terulang.
Lalu aku harus pergi kemana selain kembali ke rumah penuh kekejaman ini?.
Ayana menghela nafas panjang.hidup sebatang kara,tanpa asal-usul yang jelas benar-benar membuat nya kesulitan,di tambah belenggu berbagi cinta.
"Aku kembali,selamat datang penderitaan tak berujung"Ayana bergumam sangat lirih.
Melangkah pelan sembari memegangi perut Nya,Ayana berusaha menetralkan kaki nya yang bergetar, karena nyata nya kondisi nya benar-benar belum pulih.
__ADS_1
"Non?"bibi yang sedang menyapu halaman menghambur kedalam pelukan Ayana.
"Masyaallah non,bibi cari non kemana-mana.non baik-baik saja kan?"bibi melisik, ternyata Ayana baik-baik saja.
"Iya Bi,bantu Ayana masuk ke dalam"pinta Ayana.
Dengan pelan,bibi membantu Ayana untuk masuk ke dalam.
Tidak ada yang berubah.
Ayana membatin.duduk di single sofa,sembari menghela nafas panjang, berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
"Ini non"bibi membawa kan segelas susu ibu hamil.
"Terima kasih bi.”ayana menegak susu ibu hamil itu secara perlahan.
Karena terlalu banyak masalah,ibu sampai melupakan kehadiran mu.
Ayana mengelus perut datar nya pelan.hati nya miris,rumah sebesar ini tapi tidak ada kebahagiaan untuk nya sedikit pun.
"Bi,aku mau istirahat.jika ada yang tanya, kata kan aku belum pulang"pinta Ayana.
Ceklek.
Pintu kamar Ayana terbuka,sudah jauh lebih rapih dari pada saat Ayana tinggal kemarin.sprai dan juga selimut sudah di ganti dengan warna yang lebih cerah, Biru laut.
Membaring kan tubuh, Ayana menghela nafas panjang.mulai menutup mata secara perlahan,hingga akhir Nya Ayana berhasil tenggelam di dunia mimpi.
Tok.tok.tok.
Suara ketukan pintu terdengar.tapi tidak berhasil membuat Ayana membuka mata nya,ia masih terlalu lelah.
Ceklek.
Pintu terbuka,bibi menghela nafas panjang.di tangan nya terdapat sebuah nampan perak,berisi berbagai macam makanan dan buah-buahan untuk ibu hamil.
"Selamat tidur non,semoga Tuhan selalu melindungi nona"bibi menarik selimut, menyelimuti Ayana yang sedang terlelap.
Ting tong.
Mendengar suara bel.bibi segera berlari keluar, ternyata Dokter Ridwan datang,mengantar kan pesanan dari mama Bayu,yaitu makanan untuk menantu kesayangan nya, Ayana.
"Terima kasih"dokter Ridwan mengucapkan terima kasih pada bibi yang membawa kan nya segelas teh hangat.
"Di mana Ayana?Bayu atau Fia, Bi?kenapa rumah ini terlihat sangat sepi?"
Dokter Ridwan mengedar kan pandangan nya keseluruh penjuru.rumah ini terlihat sangat sepi,rumah yang dulu sering di kunjungi dokter Ridwan, sekedar mengecek keadaan sahabat nya,Bayu.
"Dokter bisa ikut bibi?"mengeryit heran.tapi tak urung, Dokter Ridwan mengikut langkah bibi menuju kamar Ayana.
Sebelum mengizinkan dokter Ridwan masuk,bibi mengintip ke dalam kamar ternyata Ayana tidur menggunakan jilbab.
"Masuk dok!"ajak bibi.
"Ayana?"wajah dokter Ridwan mendadak berubah khawatir.
"Biar Ridwan periksa dulu bi"dokter Ridwan memasang stetoskop yang memang ia bawa,mulai memeriksa kondisi Ayana.
"Bi, coba periksa di dalam tas ayana.mungkin saja ada obat atau sesuatu di sana"
Bibi mengangguk.memeriksa tas Ayana, ternyata ada beberapa bungkus obat di sana.
Obat penguat kandungan?apa kondisi bayi Ayana benar-benar lemah sekarang?.
Beragam pertanyaan bermunculan di otak dokter Ridwan.mata dokter Ridwan teralih kan dengan bekas infus yang berbalut kan perban di tangan Ayana.
"Bi,jaga Ayana baik-baik"pinta dokter Ridwan.
"Tentu dok,tanpa di minta pun bibi akan menjaga non Ayana dengan sangat baik."
dokter Ridwan mengangguk,hati nya lega mengingat di rumah bak neraka ini masih ada orang sebaik bibi,setidak nya masih ada yang menjaga Ayana.
"Bi! Ridwan pamit, assalamualaikum"pamit Dokter Ridwan.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.