
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Jleb.
Perkataan Bayu menghantam kesadaran Fia.mata nya mendadak berubah berkaca-kaca.
"Mas,aku benar-benar minta maaf,jangan membenci ku"Fia bersujud di hadapan Bayu,memohon maaf.
"Kembali kan Ayana ku! baru aku akan memaafkan mu!"
Brak.
Bayu menutup kasar pintu gudang tempat Fia di sekap.dengan langkah terburu-buru,Bayu masuk ke dalam kamar Ayana.
Tidak ada yang berubah,aku masih merasa kehilangan mu Ayana.
Bayu mengamati kamar ayana.semenjak kepergian Ayana, Bayu mengubah suasana kamar, lebih hanya foto pernikahan nya dengan Ayana.
Tangan Bayu secara perlahan membuka lemari,pakaian Ayana masih tersusun rapih.
Tidak ada yang berkurang sedikit pun,masih sama.bukti bahwa Ayana pergi tanpa membawa satu pun pakaian dari sana.
"Ayana aku benar-benar merindukan mu di mana kau sekarang?"Bayu terisak.
"Ah dasar Bayu!"di lantai bawah,Vero mengumpat.
Tadi dia sedang sibuk menghabis kan waktu dengan istri nya saat dering telpon terdengar.
Mama menyuruh nya menyusul Bayu ke rumah lama Bayu, karena laki-laki itu pergi dari rumah sakit.
Dengan langkah kesal,Vero memasuki salah satu kamar.sejenak ia tertegun,menatap Bayu yang sedang terisak sembari memeluk foto Ayana.
Semoga aku tidak salah,dengan menyembunyi-kan Ayana dari mu Bayu.
Vero menghela nafas, melihat keadaan Bayu yang semakin berantakan,membuat jiwa seorang kakak nya meronta-ronta.
Negara J.
Satu Minggu berlalu.
"Aku ingin ikut"Ayana terus merengek seperti anak kecil pada Cristian.
"Ayana, hari ini panas,dan perkebunan ku sangat lebar, jutaan hektar kau pasti akan lelah, mengerti kan?."
Cristian mengelus pelan kepala berbalut jilbab milik Ayana,berusaha selembut mungkin memberi pengertian pada Ayana.
__ADS_1
Ayana menggeleng.keinginan nya ikut Cristian berkeliling memantau perkebunan sangat lah besar.
Astaga,Tolong aku!.
Batin Cristian menjerit.ingin menolak,tapi melihat wajah sendu Ayana lidah nya mendadak berubah kelu.
"ini keinginan bayi ku king,mungkin aku sedang ngidam.mengingat saat bersama mas Bayu,aku harus menahan keinginan ku karena dia tidak menuruti nya."
Ayana memasang wajah sendu,air mata nya juga mengalir seiring kedipan mata.
king kan laki-laki lembut,tidak mungkin dia tega melihat ku menangis.
Ayana membatin dalam hati.
"tapi di sana panas Ayana,aku takut kau akan kepanasan dan kelelahan.kau ikut sewaktu di pabrik saja,ya?"Cristian memberi kan penawaran lain.
"aku tidak mau"Ayana tetap keukeh pada keinginan nya.
"sudah turuti saja,jika kau menolak saat lahir nanti, bayi Ayana akan terus menangis."dokter Ridwan memberi kan alasan yang tidak masuk akal.
"memang ada yang seperti itu?"gumam Cristian lirih.
"baik lah,tapi jika lelah bilang ya?"Cristian kalah,dia hadapan Ayana dia selalu kalah.
Ayana mengangguk antusias,mengambil topi yang sudah ia siap kan,beserta satu botol air minum.
"iya ayo!."
Cristian, asisten Vie,Ayana dan juga dokter Ridwan melangkah memasuki area perkebunan.
"beri kan tangan mu"titah Cristian.
"untuk apa?"walaupun bertanya,Ayana tetap melakukan permintaan Cristian.
"aku takut jika kau hilang nanti,itu pasti akan merepot kan."Cristian menggengam tangan Ayana, mencari kesempatan dalam kesempitan.
kau benar-benar berbeda dengan mas Bayu king, jangan kan menggengam tangan ku.melihat wajah ku saja mas Bayu enggan,dia selalu memilih Fia.
lagi dan lagi.tanpa bisa di cegah,hati kecil Ayana membanding kan antara Bayu dan Cristian.
bagai langit dan bumi,dalam segala hal termasuk ketampanan dan aura yang kuat, Cristian lah pemenang nya.
"Aku kan bukan anak kecil."Ayana menggerutu.
"aku tau,tapi aku tetap harus menjaga mu"Cristian mengelus lembut tangan Ayana.
mereka terus melangkah memasuki perkebunan.anak buah Cristian datang memberikan beberapa catatan untuk laki-laki tampan itu.
__ADS_1
sembari membaca catatan yang di beri kan anak buah nya, Cristian membiar kan Ayana berkeliling di sekitar nya.
"aku belum pernah mencicipi apel langsung dari pohon nya"gumam Ayana lirih,sembari memetik sebuah apel yang sudah berwarna merah pekat.
"bagaimana ya rasa apel luar negri?"jiwa jahil dokter Ridwan memberontak,dia ikut mengambil sebuah apel Juga.
"masyaallah,dok enak, manis."Ayana berbicara dengan sangat antusias.
"aku baru tau begini rasa apel negara j.tapi,tetap saja aku pencinta wanita lokal,bukan impor."
Ayana terkekeh pelan mendengar perkataan dokter Ridwan.
"aku pecinta laki-laki yang di takdir kan tuhan untuk ku dok"Ayana sibuk menikmati apel di tangan nya.
"termasuk Bayu?"tanya dokter Ridwan memicing.
"em, karena dulu Allah mentakdirkan dia menjadi suami ku.dulu aku sempat berfikir,dia akan membuat ku bahagia,dan jadi satu-satunya suami ku.tapi, ternyata aku salah,Allah menyiap kan segudang cobaan untuk ku."
Ayana menerawang.sekuat tenaga Ayana selalu berusaha menjadi wanita setegar karang,yang tidak hancur Walaupun di hantam ombak besar sekalipun.
keinginan Ayana dulu tetap Keukeh mempertahan kan pernikahan nya dengan Bayu, pangeran kecil nya.
tapi,ternyata takdir tuhan berkata lain.bayu memiliki banyak alasan yang membuat Ayana mampu meninggal kan nya.
Allah adalah maha membolak-balikkan hati manusia,dan Ayana merasa hati nya hampir bukan menjadi milik Bayu.
tapi,ada setitik rasa di hati nya yang menjadi milik laki-laki yang sibuk dengan laporan perkebunan di belakang nya.
"dia laki-laki baik bukan?mau menerima kehadiran anak mu dengan tangan terbuka."dokter Ridwan mengikuti arah pandangan Ayana.
"sangat"jawab Ayana lirih.
"saat nanti aku pulang ke Indonesia,aku akan minta Cristian membawa kan buah-buahan dari perkebunan ini untuk ku"dokter Ridwan berceloteh.
"iya-iya, kualitas buah di sini kan premium."jawab Ayana.
"Ayana,ayo kita lanjut lagi,kau tidak lelah kan?"Cristian menghapus keringat di dahi Ayana.
"king,ini sangat enak.rasa nya manis"Ayana menunjuk kan apel bekas gigitan nya.
"kau menyukai nya Hem?kau bisa mengambil banyak buah di sini jika memang kau menyukai nya,jadi jangan khawatir."
Ayana mengangguk antusias,sebelum berjalan kembali.ibu hamil itu menikmati hidup nya yang bebas,bebas dari belenggu penjara Bayu.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote