
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Bayu tersenyum begitu juga Ayana,mereka berbagi dengan anak-anak panti asuhan.
Senyum di bibir Ayana tidak pudar sedikit pun sedari tadi, kebahagiaan anak-anak panti menjadi rasa bahagia tersendiri bagi Ayana.
"Bun,Aya dan mas Bayu pamit, besok-besok jika ada waktu senggang kami pasti akan kemari"Ayana memeluk erat tubuh ibu panti.
Menjelang tengah hari,Bayu memaksa untuk pulang.dan Ayana memaklumi nya,mengingat Fia juga akan segera kembali.
"Iya, jaga diri mu ya nak, semoga Allah selalu memberi kan banyak kebahagiaan untuk mu"ibu panti mengecup pelan kening Ayana,menyelip kan beberapa doa.
"Amin,jaga diri mu bunda"Ayana mengecup punggung tangan ibu panti sebelum berlalu pergi bersama dengan Bayu.
Benar saja dugaan Ayana, Fia sudah sampai di rumah.Melihat kedatangan Ayana dan Bayu, Fia segera berdiri dari duduk nya, mengulas senyum lebar.
"Kalian dari mana?"sapa Fia setelah memeluk singkat tubuh tegap Bayu, sang suami.
"Sayang kau sudah pulang?.kami dari panti asuhan,membagi kan buku untuk anak-anak"Bayu mengecup lembut kening Fia,seraya mengulas senyum manis.
"Oh.ini sudah siang,mas,Ayana ayo kita makan.kebetulan tadi aku sempat mampir ke sebuah restauran sebelum pulang"Fia memeluk lengan kekar Bayu, sembari mengajak Bayu untuk makan.
Di meja,sudah tersedia banyak makanan dari restauran elit.harga nya cukup mahal-mahal,terutama bagi orang tidak mampu seperti Ayana,ini sangat lah buang-buang uang.
Fia mengambil satu piring untuk Bayu,mengisi nya dengan nasi dan juga berbagai macam lauk-pauk.
"Tidak!aku bisa mengambil nya sendiri"Ayana menghenti kan Fia yang hendak mengambil piring untuk nya.
Kau memang baik,tapi aku tetap enggan berbagi suami atau pun cinta.
Ayana tetap tidak menyukai sikap Ayana,sekalipun di mata nya Fia adalah seorang perempuan yang baik dan juga lembut.
"Ayana"Bayu menatap tajam ke arah Ayana,memerintah kan istri kedua nya menurut.
"Aku bisa mengambil nya sendiri"Ayana mengambil piring,mengisi nya dengan satu macam lauk yang terlihat cukup sedap di mata Nya.
"Mas,sudah lah"Fia mengelus punggung tangan Bayu,mengulas senyuman manis berusaha menekan emosi Bayu.
Makan siang Ayana jalani dengan tenang.ia tidak melirik ke arah Bayu sedikit pun, karena enggan sakit hati melihat keromantisan Fia dan juga Bayu.
1 Minggu berlalu.
Bayu berpamitan pergi keluar kota selama satu Minggu.Fia juga begitu,dia berpamitan ke rumah orang tua nya.
Jadi lah Ayana hanya di temani bibi di rumah,dia terlalu sibuk sekarang.bukan karena pekerjaan,tapi Ayana sibuk dengan dunia nya sendiri.
Ayana menghela nafas panjang, menatap orang-orang yang ada di sana,dia sedang pergi ke taman.
"Ayana?!"suara seorang laki-laki yang sangat serak dan juga seksi terdengar dari kejauhan,Ayana menoleh—kakak ipar nya Vero sedang berjalan menuju ke arah nya.
"Kakak?"Ayana menggeser duduk nya,mempersilah kan Vero untuk duduk di sebelah nya.
"Bisa kah kau jujur satu hal pada ku Aya?"Vero menatap Ayana dengan tatapan iba,tapi juga tersirat sebuah keingintahuan yang cukup besar di sana.
Kau benar-benar menyedihkan,kenapa kau masih bisa tersenyum Ayana.
Batin Vero terasa teriris-iris melihat senyum yang masih mengembang di wajah cantik Ayana.
"Kata kan ada apa kak?"Ayana menoleh,sejenak mengambil nafas bersiap mendengar kan pertanyaan dari Vero.
"Kau tau hubungan Bayu dan Fia?"tanya Vero.
Saat menjalan kan sebuah hal di luar kota, tanpa sengaja Vero melihat Bayu dan Fia di sana,sedang bergandengan mesra,dan lebih parah nya lagi ketika di selidiki ternyata Bayu dan Fia tinggal satu hotel.
Kasihan ayana.hanya itu yang ada di fikiran Vero, rasa iba kepada adik ipar nya menelusup melalui rongga hati.
__ADS_1
"Kakak sudah tau ya?"Ayana memandang ke depan,tampak siap melepas kan beban yang selama ini ia pendam sendiri.
"Apa?"Vero jelas terkejut.
"Fia adalah istri kedua mas Bayu,dia madu ku"Ayana menghela nafas panjang, berusaha sebisa mungkin terlihat baik-baik saja.
Pertahanan Ayana runtuh,air mata lolos begitu saja,pada hal sekuat tenaga ia coba untuk menahan Nya.
"Aya,apa maksud mu?tidak mungkin kan Bayu mendua kan mu?"Vero tidak percaya mendengar Jawaban Ayana.
Bayu memang tidak menyukai ku?tapi bagaimana bisa dia menduakan gadis secantik dan sebaik Ayana.
Vero terus menggeleng,sebagai bentuk penyangkalan.
"Kakak tidak percaya kan? bagaimana jika aku mengatakan,tepat di hari dia menikahi ku"senyum getir terukir di bibir Ayana.
"Ayana,maaf karena aku tidak bisa mendidik adik ku dengan baik"vero menunduk kan kepala nya, sedikit merasa bersalah pada Ayana.
"Ini sudah takdir ku kak,oh ya mama apa kabar?"Ayana mengalih kan topik pembicaraan.
"Alhamdulillah,oh ya kau sedang mengandung kan Ayana?biasa nya ibu hamil suka es krim,aku akan membeli kan mu es krim di sana"Vero menunjuk sebuah pedagang es krim di pojok taman.
"Kau mau membeli kan nya kak?aku dengan senang hati menerima nya"Ayana berdiri dari duduk nya, mengangguk penuh antusias,sedari kecil Ayana memang menyukai es krim.
"Ayo!"Vero berjalan lebih dulu,di ekori oleh Ayana.
Kak aku beruntung memiliki kakak ipar seperti mu,andai mas Bayu selembut diri mu aku pasti akan sangat bahagia.
Ayana memandang penuh haru ke arah punggung lebar dan kekar milik Vero.
"Kau mau pesan es krim apa Aya?"Vero menyentak kesadaran Ayana,menunjuk ke arah jejeran es krim.
"Coklat dan juga vanilla"Ayana menunjuk ke arah jejeran es krim.
"Kau benar-benar serakah"Vero terkekeh sejenak, sembari mengambil pesanan Ayana.
Setelah membayar nya,mereka masuk ke dalam mobil milik Vero.Ayana terus-menerus menikmati es krim coklat dan vanilla.
"Apa mama tidak akan curiga?"Ayana menikmati es krim di tangan nya,tapi raut ke khawatiran tidak dapat ia sembunyi kan.
"Kau tidak ingin mama tau?"Vero melirik ke arah Ayana,tampak dari ekor mata nya wanita cantik itu menggeleng.
"Aku tidak ingin mama sakit, tapi percaya lah kak.aku janji,di saat aku sudah menyerah,aku sendiri yang akan mengata kan nya pada mama"Ayana menghela nafas.
"Kau akan menyerah Ayana"Vero berujar dengan sangat yakin.
"Aku menunggu saat itu kak"Ayana mengulas senyum tipis.
Mobil milik Vero berbelok ke dalam area rumah keluarga Pradana.ayana mengekori langkah kaki Vero yang mengajak nya masuk.
"Aya?kau datang bersama Vero nak?"mama yang sedang membaca majalah, segera menyambut kedatangan sang menantu.
"Iya ma,Bayu sedang ada di luar kota,dia menitip kan Ayana pada kita"melihat Ayana diam,Vero mengambil alih.
"Ah iya,lebih baik ibu hamil tidak tinggal sendirian di rumah.ayana,sampai Bayu kembali tetap lah di sini,kami semua bisa menjaga mu"mama memeluk hangat tubuh Ayana,mengecup Kening sang menantu.
"Ma,Aya dan Vero lapar!"Vero merengek,membuat Ayana terkekeh.
"Mama baru memasak,sayur sop dan ayam goreng.ayo Ayana makan,tidak perlu sungkan,untuk baju mama sudah menyiap kan beberapa helai baju untuk mu"mama menarik lembut tangan Ayana, sembari mengulas senyum tipis.
Mereka bertiga berjalan menuju ke ruang makan,mama sudah menyiapkan cukup banyak makanan, walaupun tidak tau Ayana akan datang.
"Ayo sayang makan,jangan sungkan"Ayana mengangguk, mencicipi makanan di hadapan nya satu-persatu.
Begitu selesai makan, Ayana di antar oleh Vero menuju kamar Bayu yang terletak di lantai dua.
Sejenak Ayana terdiam.melirik kesana-kemari, mengamati kamar Bayu di rumah ini, desain nya benar-benar cerah.
__ADS_1
"Ini kamar Bayu"Vero mempersilah kan Ayana untuk masuk.
Ada satu foto yang berhasil menarik perhatian Ayana,mata Ayana berubah menjadi sangat berembun.
"Ini?"tangan Ayana bergetar,secara perlahan ibu hamil itu menyentuh sebuah figura,figura berisi laki-laki kecil,yang sangat di kenal Ayana.
"Dia siapa?"tanya Ayana pelan,menunjuk ke arah figura besar di hadapan nya, menatap penuh rasa kecewa dan juga cinta.
"Bayu kecil?bukan kah dia tampan?"
Deg!
Langkah kaki Ayana terpundur,dada nya berubah sesak,berulang kali ia menggeleng,meyakin kan diri bahwa ini tidak lah benar.
"Dulu saat kecil,dia sering bercerita ingin menikah dengan seorang gadis yang ia temui di panti asuhan kasih bunda,nama nya Aya,mirip dengan nama mu kan?"tanya Vero.
Tidak.ini tidak mungkin, bagaimana bisa mas Bayu laki-laki kecil itu? laki-laki kecil yang menjadi cinta pertama ku.pasti salah,mas Bayu bukan laki-laki kecil itu.
Ayana menahan sesak yang mendadak menghantam dada nya,terus menatap ke arah figura berisi kan Bayu kecil.
17 tahun lalu.
"halo"seorang anak kecil berjalan mendekat,memakai Hoodie kecil berwarna marron gelap.
"Hem"gadis kecil dengan rambut coklat sebahu itu menoleh ke arah pria kecil itu, senyum tipis terukir di wajah gadis kecil itu.
"Kau tinggal di sini?"Bayu kecil itu menunjuk ke arah sebuah bangunan,panti asuhan kasih bunda,tulisan yg tertera di sana.
"Iya,aku yatim piatu"gadis kecil itu menjawab pelan,wajah cantiknya milik nya tertunduk lesu.
"Kenapa bersedih?bukan kah di sini mengasyik kan?banyak teman di sini?"Bayu kecil berhodie merah itu duduk di dekat anak perempuan itu.
"Tapi aku ingin seperti anak yg lain nya,punya orang tua"gadis kecil bernama Ayana itu menunduk,mata nya kembali berkaca-kaca.
"Aku tau, tapi tidak kah kau masih beruntung.tinggal di panti ini,di luar sana banyak orang yg tidak memiliki tempat tinggal,untuk makan saja mereka harus bekerja keras"Bayu kecil itu menggenggam tangan Ayana,meyakin kan Ayana bahwa kehidupan nya lebih baik.
"Tapi,aku sangat ingin tahu siapa ayah dan ibu ku?kenapa mereka membuang ku?"Ayana terisak.
"Terkadang ada banyak hal yg lebih baik kita tidak mengetahui nya,dari pada kita tau tapi menyakit kan,kita masih terlalu kecil untuk memahami permasalahan orang dewasa"Ayana hanya mengangguk perlahan.
"Kau mau menjadi istri ku jika kita sudah dewasa"Bayu kecil itu mengulur kan sebuah kalung,dengan bandul bintang di dalam nya.
"Menikah,tapi kan Aya masih kecil"Ayana bergumam pelan.
"Aku juga masih kecil,boleh kah aku bertanya sesuatu?kenapa kau bersedih!semua nya baik-baik saja bukan?"Bayu kecil bertanya pelan pada Ayana.
"Aku hanya penasaran,siapa ayah dan ibu ku?aku benar-benar ingin tau?aku juga ingin tau kenapa mereka membuang ku?"Ayana bergumam lirih,air mata nya menetes perlahan-lahan.
"Kau gadis yg benar-benar cantik,pipi mu juga terlihat cubby,kau lebih baik tidak perlu tau alasan nya, terkadang jawaban nya pasti menyakit kan"Bayu kecil menggenggam erat tangan Ayana.
"Aku tau,tapi bunda panti mengata kan aku bukan seperti anak-anak lain di negara ini"Ayana menghapus air mata nya,menunjuk ke arah rambut yang berwarna coklat terang milik nya itu.
"Ya,aku tau.kau sama sekali tidak mirip dengan anak-anak di negara ini yang mayoritas berambut hitam, dengan manik hitam,tapi kau mata mu berwarna coklat terang"Bayu kecil terus mengamati Ayana sembari tertawa lirih.
"Kenapa kau tertawa?"Ayana memberengut tidak suka,sembari memaling kan wajah Nya.
"Ternyata kau sangat cantik"Bayu kecil menggoda Ayana.
"Siapa nama mu?"Bayu kecil yang mengena kan hodie merah itu bertanya, sembari melirik ke arah Ayana.
"Aya,semua orang di sini memanggil ku seperti itu"Ayana menjawab pelan,sembari menggenggam erat kalung berbandul bintang yang di beri kan anak laki-laki itu.
"Nama yang indah"
Sekarang,Ayana terisak.ternyata Bayu,sang suami adalah laki-laki yang ia cari selama ini, laki-laki yang terus-menerus menyakiti nya baik lahir maupun batin.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.