
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
PYAR.
Sebuah gelas Cristal jatuh,menghantam lantai marmer berwarna putih.butiran-butiran lancip siap menghunus siapa saja yang berani melewati nya.
Darah mengucur deras,menetes hingga ke lantai, membentuk pola-pola abstrak.ayana tidak peduli, walaupun rasa nya cukup sakit.
"Kau selalu membela nya!bukan hanya dia yang menderita karena kehilangan rahim Nya, tapi juga aku.aku menderita, karena Fia dengan mudah nya menjadi kan ku tumbal dari keserakahan nya.”
Santai,namun bagaikan sebuah pedang berujung lancip yang melesat hingga ulu hati terdalam.
Aku tidak pernah menjadi kan mu timbal sedikit pun.tapi,ini kesalahan mu sendiri yang hadir di tengah-tengah kehidupan kami.
Bayu mengepal kan tangan nya.egois,Bayu tidak menampik bahwa ia memang egois.tapi,semua itu dilakukan Bayu untuk Fia,wanita yang paling di cintai oleh Bayu.
"Kenapa diam?tidak bisa menampik fakta yang ku berikan bukan?"sudut bibir Ayana naik,membentuk senyuman sinis.
"Fia sadar, keputusan nya meminta mu untuk menikahi ku juga akan menyakiti nya,tapi karena obsesi Fia pada anak,dia melupakan segala nya, termasuk aku?aku yang paling tersakiti di sini"
Ayana berlalu dari sana,masuk ke dalam kamar setelah selesai memberi kan Bayu berbagai tuduhan dengan bukti-bukti yang cukup mendasar.
Ayana membuka sebuah laci.di dalam nya terdapat sebuah kalung perak berbandul kan bulan,kalung yang di beri kan Bayu kecil kepada Ayana dulu.
"Kau benar-benar tidak mengenal ku.bahkan kau melupakan wanita yang kau sakiti sekarang, adalah gadis kecil yang dulu kau janji kan untuk kau nikahi"
Air mata Ayana mengalir dengan sangat deras.berulang kali ia memukuli dada nya yang terasa sesak,semua kenangan Bayu kecil melekat,seakan sebuah kolase yang terus bergantian datang di otak Ayana.
"Aku terlalu mencintai hamba mu ya Allah ya Rabb.hamba mu yang sama sekali tidak pernah melirik ku sedikit pun"Ayana mendongak.
Aku tidak bodoh.aku bisa saja pergi jika aku egois,tapi kehidupan puluhan anak panti berada di tangan ku.kejadian kemarin, cukup membuat ku jera.aku tidak mungkin menyakiti bunda panti, dia sudah membesar kan ku sedari kecil, anak-anak panti tidak memiliki rumah lagi,rumah panti semua nya adalah milik mas Bayu,aku benar-benar bimbang ya Allah.
***
__ADS_1
"Ibu!Aku mau pulang"Fia terus merengek ingin pulang, karena sedari tadi ibu selalu melarang nya untuk pulang.
"Sayang, kenapa kau ingin pulang Hem?ibu sudah memberitahu Bayu kau akan menginap di sini"ibu mendekat,mengelus lembut bahu sang putri.
"Tapi aku mau pulang Bu"
Bagaimana jika Ayana sudah pulang?aku tidak mungkin membiar kan mas Bayu bermalam bersama nya.
Kecemburuan telah mendarah daging.Fia mengepal kan tangan nya, membayang kan Bayu tengah menghabis kan malam nya bersama dengan Ayana.
"Sayang,jangan khawatir.bayu tidak sendiri kan?dia sudah biasa tinggal di rumah itu bersama dengan bibi"ibu tetap keukeh melarang Fia pulang.
"Ibu!"Fia berteriak jengkel.
Bukan itu yang ku khawatir kan, tapi kehadiran Ayana benar-benar membuat rumah tangga ku hancur lebur.
"Fia,nak kondisi mu tidak sedang baik-baik saja.kau harus beristirahat,kondisi mental mu sedang tidak baik-baik saja"ibu mendekat.mengelus pelan kepala Fia.
"Apa maksud ibu Fia gila?!"Fia bersungut-sungut tidak suka.
"Jika ibu menyayangi ku kenapa ibu membiar kan para dokter mengangkat rahim ku?"mata Fia berkaca-kaca,dada nya di hantam sebuah batu tak kasat mata, mengingat bagian paling penting bagi wanita.
"Nak,ibu tidak bisa melakukan apapun.ini takdir yang tuhan beri kan"ibu mendekap tubuh Fia yang kembali bergetar hebat karena menangis.
"Ibu!"Fia semakin terisak kencang.
Pagi hari.
Sang Surya sudah berdiri dengan gagah nya,menyapa para makhluk di dunia.
Ayana sudah bersiap-siap, karena kandungan nya yang semakin melemah,dia memutus kan untuk resign dari butik secepat nya.
"Aya!"baru saja menapaki tangga terakhir,suara Fia terdengar nyaring.
Dengan malas Ayana berbalik,ternyata Fia tidak sendiri, seorang wanita paruh baya berdiri di sebelah Fia.
__ADS_1
"Sayang kau sudah pulang?"Bayu mendekat ke arah Fia,memeluk singkat istri kedua nya, sembari mengecup lembut kening Fia.
Mas Bayu benar-benar sengaja.
Ayana bergumam lirih.memutar bola mata nya malas, karena Bayu sama sekali tidak pernah berlaku semanis ataupun seromantis itu kepada Nya.
"Ibu datang?apa kabar?maaf Bayu tidak pernah berkunjung ke rumah ibu lagi"Bayu mengecup punggung tangan ibu Fia.
"Ibu baik nak.ibu hanya datang untuk mengantar Fia,sedari malam dia tidak henti-henti nya merengek bak anak kecil,agar bisa segera pulang.”
Ibu menjawab singkat.mata nya terus melirik ke arah Ayana, walaupun tau wanita di hadapan nya ini adalah madu dari putri nya.
"Dia istri pertama mu?apa kabar nak? ternyata kau lebih cantik dari yang ibu duga"ibu mendekat ke arah Ayana,mengelus lembut pipi wanita itu.
Diam.ayana tidak menolak,membiar kan ibu Fia menyentuh lembut pipi nya.hanya beberapa detik,sebelum Ayana mundur ke belakang, sebagai bentuk penolakan.
"Ayana!"Fia berseru lantang,tidak menyukai sikap kurang ajar Ayana.
Dia memang wanita yang tidak punya sopan santun, bagaimana bisa kau berlaku seperti itu pada ibu ku?.
Dalam hati, Fia bersungut-sungut tidak suka.memijit pelipis nya,semakin pusing karena penolakan yang tak berujung dari Ayana.
"Fia"ibu menahan Fia untuk tidak berkata yang tidak-tidak.
"Nak,perkenal kan aku ibu dari Fia.Fia sudah banyak bercerita tentang mu kepada ku,kau benar-benar gadis yang hebat.”
Tidak ada senyum atau rona bahagia yang di tampil kan oleh ayana.pada hal, biasa nya orang-orang akan merasa bangga ketika di puji.
Dia hanya diam.dengam wajah yang sangat dingin,bahkan terkesan tidak peduli.
Bukan Ayana tidak menghormati orang tua,tapi dia memang membentengi diri agar tidak berdekatan sedikit pun dengan orang-orang di sekitar Fia.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote